Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
episode 63


__ADS_3

" sepertinya aku sudah tau siapa dalang dibalik peristiwa ini, " ungkap Berliana


" bagaimana kamu bisa tau " tanya Olin sambil menikmati makan malamnya


" sekarang pikirlah, asisten ku selalu mengundurkan diri sebelum kejadian-kejadian aneh yang aku alami, dan perlu kamu ingat suatu asisten itu selalu diperiksa oleh nenek lampir itu " jawab Bhinneka dengan nada penuh keyakinan jika yang ia tafsirkan adalah kebenaran


" sudahlah tenangkan dirimu, biar pihak yang berkewajiban saja yang mengurus masalah mu ini, lebih baik sekarang kau istirahat, " Olin mencoba menenangkan Berliana


" oh iya tawaran menjadi brand ambassador PT Gumelar grup sepertinya harus kita tolak jika melihat keadaan mu sekarang " lanjut Olin


Belum sempat Berliana menjawab ketukan pintu terdengar, Olin pun berfikir siapa yang mengetuk pintu jika ia dokter atau suster pasti. mengucap salam dan memberitahu keberadaan mereka,


Tak mau berlama-lama Olin pun berjalan membukakan pintu,


" selamat malam, saya Tinto dari GUMELARGROUP, " ucap Tinto, Olin pun sedikit mengingat


" oh yang mengajukan kerjasama tadi, silahkan masuk " Olin pun menyingkirkan makan malamnya yang terletak dimeja dan mempersilahkan Tinto dan Aji untuk duduk


" Lian ini dari pihak yang akan bekerjasama dengan kita " ucap Olin sedikit memberi kode ke Berliana


" selamat malam, wah saya begitu tersanjung dijenguk oleh bapak-bapak ini " sapa Berliana


" dan ini perkenalkan atasan saya pak Bayuaji,, " belum sempat Tinto meneruskan kalimatnya sang atasan menghentikannya dengan sedikit menyenggol kakinya


" panggil saja saya Aji, saya dengar anda mengalami kecelakaan kalau boleh tau bagaimana kejadiannya " tanya Aji, namun Berliana maupun Olin terlihat sedikit kebingungan hendak menjawab pertanyaan tersebut


" ini hanya insiden kecil saja kok, " jawab Olin dengan sedikit terbata-bata


" lalu masalah kerjasamanya,,, " jawaban lanjutan Olin langsung di tumpangi suara Berliana


" tenang saja saya tetap akan bekerjasama dengan perusahaan anda, oh ya bagaimana kalau kita melakukan penandatanganan kontrak sekarang, bukannya tadi kak Olin membawa berkasnya, " terang Berliana

__ADS_1


Olin yang sedikit kebingungan perlahan mencoba memahami ucapan Berliana meski ia sedikit ragu namun dengan tak ingin menjatuhkan martabat model didikannya tersebut ia pun segeraengambil berkas yang dimaksud


" tapi kami ke sini hanya ingin menjenguk saja, masalah kontrak bisa dibicarakan setelah nona Berliana keluar dari rumah sakit


" Tinto berusaha menetralkan suasana yang terlihat seperti pihaknya memaksa


" tidak apa-apa lagian saya juga akan keluar sebentar lagi dan lebih baik dilaksanakan segera kan " ucapan Berliana sedikit membuat Aji terpukau


Proses penandatanganan berkas pun terlaksana, perbincangan pun berlanjut ketegangan yang terasa sudah luntur dengan sedikit canda tawa,


KANTOR AJI


Aji terlihat sedang berbincang dengan Tinto diruangannya, dengan tatapan tegas Aji menatap sang sekertaris


" kamu cari tau apa yang sebenarnya terjadi dengan Berliana, " ucap Aji,


" baik akan saya suruh orang kita untuk mencarinya, tapi apakah saya boleh tau alasan anda, " tanya Tinto dengan iringan nada ragu


" baik kalau begitu saya keluar dulu " ucap Tinto


Aji selalu bersikap santai dengan Tinto karena mereka berdua sudah kenal sejak kecil selain itu Aji lah yang meminta ayahnya untuk merekrut Tinto menjadi pegawai diperusahaan itu bahkan sebelum ia meraih gelar sarjana,


Rumah sakit


" kenapa kamu begitu semangat menerima tawaran semalam, " tanya kak Olin yang tengah duduk di samping berliana sambil memotong buah


" ada yang membuat hatiku tertarik " jawaban singkat Berliana menghasilkan tanda tanya di kepala Olin


" kamu nggak sedang jatuh cinta kan " tanya Olin


" oh ya apakah kakak sudah mencarikan asisten baru buat ku " Berliana mencoba mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


" sudah, besuk saat kita keluar rumah sakit dia akan ku ajak kemari " Olin pun hanya bisa mengikuti arah pembicaraan Berliana


Suasana santai terasa di ruang inap tersebut, seorang suster mengetuk pintu kemudian ia dan salah satu dokter masuk, dengan perlahan suster tersebut mengecek kondisi Berliana, sedangkan sang dokter tengah berunding dengan Olin, tak berlangsung lama akhirnya sang dokter dan suster pun meninggalkan ruangan tersebut


" wah kelihatan anggun sekali dokter tadi, andai aku bisa menjadi seperti dia menolong orang bahkan terkadang mengutamakan kesehatan pasien dulu daripada dirinya sendiri " ucapan kagum Berliana


" sudah lah syukuri apa yang kau punya saja, lagian jika kau menjadi dirinya belum tentu kau setangguh dia " ungkap Olin membuat Berliana terheran


" kok bisa ngomong kayak gitu " tanya Olin


Olin menyodorkan tablet miliknya mencoba mengarahkan mata Berliana kearah barisan kata yang ditampilkan tablet tersebut, Berliana pun sedikit kebingungan namun ia mencoba memahami tanpa ragu ia mengambil tablet tersebut dan membaca deretan tulisan tersebut


Terlihat kalimat-kalimat itu menceritakan kisah perjuangan dokter yang belum lama keluar dari kamarnya,yaitu dokter Sanja Alishba, seorang dokter perempuan muslim yang terkenal akan perjuangannya dalam menyelamatkan banyak nyawa,banyak orang yang mengantri menjadi pasien nya karena kepandaiannya dalam menempatkan diri menjadi dokter, selain itu kisah masalalu nya sebelum menjadi seperti sekarang juga tak luput menjadi sorotan


Diceritakan bahwa sang dokter dulunya adalah anak kampung, ia terlahir di keluarga yang tidak mampu, namun dengan semangat dan tekadnya, ia berjuang sekuat tenaga untuk menjadi seorang dokter, diberita tersebut pun tertulis bahwa dulu sang dokter, sejak SMP sudah mencari uang sendiri untuk membayar uang sekolah dan membeli semua kebutuhan sekolahnya.


Berliana yang telah selesai membaca pun tersenyum, lantas ia menaruh tablet tersebut


" benar mungkin aku tak cocok jika dibandingkan dengannya, " Berliana berucap


" sudahlah kenapa kita harus membandingkan diri kita, bukannya lebih baik kita berusaha agar kita minimal bisa sama atau bahkan lebih baik dari orang lain, meski jalur usaha yang kita ambil berbeda " Olin mencoba memberi motivasi


Setelah minum obat Berliana pun tertidur siang itu


Kantor Aji


" ini hasil penyelidikan yang kita dapat, ternyata Berliana kemarin malam diberi obat perangsang oleh salah satu saingannya dalam dunia modeling,namun sebelum ia terjerumus untung Olin sudah menyelamatkan nya, " jelas Tinto


" baik aku mengerti, oh ya setelah ini apa jadwal ku hari ini, " tanya Aji


Tinto pun menerangkan dengan teliti apa saja yang akan atasannya ini lakukan hari itu bahkan apa yang akan besuk pagi ia kerjakan, karena merasa puas dengan apa. Ylang ia dengar Aji pun mberi senyuman kepada sang sekertaris, sore sudah menyapa Aji pun sudah mengendarai mobilnya, sebelum pulang ia berhenti di salah satu supermarket, ia berjalan memasuki tempat perbelanjaan tersebut, Aji berjalan ke arah deretan makanan, dengan santai ia memilih apa saja yang ingin ia beli, setelah 20 menit akhirnya Aji masuk kedalam mobil setelah menata belanjaannya dikursi belakang,

__ADS_1


Ternyata Aji membeli begitu banyak camilan untuk ia berikan kepada para pegawainya dikafe, hitung-hitung ia merayakan hari penting


__ADS_2