Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
perjuangan


__ADS_3

matahari telah menampakkan sinarnya perlahan,kehangatan pagi hari telah dirasakan,


"bunda kenapa kemaren menegur Bhinneka" tanya Yusuf terang terangan


seketika suasana di meja makan menjadi tenang,,bunda Rika menaruh kembali sendok yang ia pegang tadi,dengan wajah datar ia menatap putranya


"dia ngadu? inget Yusuf pernikahan bukan sebuah permainan yang saat jenuh bisa kau tinggalkan" ucap bunda Rika langsung berdiri hendak meninggalkan jam sarapannya


"tapi bunda aku benar benar serius dengan tindakan ku ini" ucap Yusuf membela namun tanpa berhenti maupun menolehkan kepala bunda Rika melanjutkan jalannya


ayah Andi melihat perdebatan itu hanya terdiam sambil melanjutkan sarapannya,


"Yusuf habis ini temui ayah di ruang kerja" perintah ayah Andi yang juga bersiap meninggalkan meja


"baik yah" ucap Yusuf


kak Syifa dan kak Bashir yang berada di tengah perdebatan kecil itu mencoba mengingatkan Yusuf untuk bersabar


"dek yang sabar ya pasti berat bagi bunda untuk melewati masalah ini,kamu tau sendiri bunda sudah merencanakan pertunanganmu dengan anak sahabatnya dari dulu" ucap kak Bashir


"tapi kak aku kan nggak pernah menyaguhi pertunangan itu,dan aku juga tak mencintai wanita itu" balas Yusuf "aku menemuinya atau berbicara dengannya juga karna terpaksa kak" Yusuf mulai menampakkan wajah frustasinya

__ADS_1


" gini aja,sekarang kamu temui ayah dan dengarkan apa keputusannya sedangkan kakak akan coba bicara dengan bunda" ucap kak Syifa yang beranjak dari duduknya lalu menuju taman belakang dimana bunda Rika sedang duduk terpaku


______


Bhinneka dan Indi berada di dapur sedang mempersiapkan makanan sarapan pagi ini,,


"oh ya Ndi,,loe kok belum nyritain gimana sifat tunanganmu ke kita" tanya Bhinneka sekerjap membuat Indi terkejut


"aduh,, gimama nih nyritainnya" ucap Indi dalam hati,,"ya gitu deh orangnya nggak seburuk yang gue kira dan ya gue terima terima aja" Indi mengluarkan suara meski sedikit terbata bata


"hayyo ngomongin apa nih," Lintang mengejutkan kedua temennya dari arah belakang


"ngagetin aja loe Lin" ucap Indi


"iy maaf hehehe,oh ya trio buaya pada mau maen kesini tadi ditelfon pesen ma gue katanya suruh banyakin makanannya" ucap Lintang


Bhinneka,Indi dan Lintang sudah selesai menata menu sarapan lengkap dengan minuman dan buah ( pokoknya 4 sehat 5 sempurna dah hehehe 😁)


terdengar ketukan pintu dari arah luar dan Lintang yang membuka pintunya dari dalam


"pagiiii,,asyik dari luar dah kecium aroma lezat yang bikin perut gue tambah nggak sabar" ucap Samuel yang tanpa permisi langsung berjalan ke arah meja makan

__ADS_1


"main nylonong aja loe,sini bayar karcis dulu" gertak Lintang


"eh emang siapa loe nyuruh nyuruh,Indi ma Bhinneka yang punya rumah aja nggak bawel eh loe malah bikin ni telinga gue bisa tuli" Samuel membela diri


"oh loe nantangin gue,,ok gue trima sini loe" Lintang menantang Samuel


Samuel pun menerima tantangan itu perlahan mereka berjalan saling berhadapan dan dengan cepat masing masing pun mengangkat tangannya lalu menyembunyikan di balik punggung masing masing,setelah bertatapan wajah dalam hitungan detik


satu,,,dua,,,tiga,,,dan hyak



akhirnya suit itu di menangkan oleh Lintang (hehehe cuman adu suit kok ,kan nggak kan nyakitin temen)


Samuel pun hanya menampakan wajah cemberutnya,,Dika dan Aji yang berjalan pelan di belakang Lintang sedari tadi hanya menahan tawa melihat tingkah laku kedua sahabatnya itu,


Samuel dan Lintang masih bersaudara meski rentang jarak persaudaraanya jauh,bisa dikatakan mereka menjadi kakak adik dengan Lintang yang diposisi kakak,,dari kecil mereka sudah dekat mulai dari sekolah yang sama,jadi pemuda pemudi di gereja yang sama bahkan ibu masing masing dari mereka pernah bilang kalau waktu kecil mereka pernah ngompol bersama


"udah udah berisik aja dari tadi pada mau sarapan nggak,," Bhinneka mengajak teman temannya untuk segera duduk di kursi dan menikmati hidangan yang ada


Aji sedikit melirik wajah cantik nan manis milik Bhinneka wanita yang begitu layak dijadikan istri idaman,tangan Lintang menyenggol tangan Aji sambil tersenyum sedikit,,Lintang mencoba mengejek sahabatnya itu

__ADS_1


memang hanya Lintang sahabat dekatnya yang mengetahui perasaan Aji untuk Bhinneka,


Lintang pun tanpa sengaja mengetahui apa yang sahabatnya itu rasakan


__ADS_2