
Kedua tamu itu kini sudah duduk di kursi ruang tengah kantor, sebelum duduk Sanja mengambil nampan berisi beberapa cup air mineral dan beberapa irisan kue diatas piring.
Sanja pun mempersilahkan kedua tamu nya tersebut untuk menikmati hidangan tersebut,
" maaf jika hidangannya sederhana " ucap Sanja kemudian ia pun duduk di kursi depan kedua tamunya.
" begini, aku mau minta bantuan yayasan mu untuk menjadi tim acara anniversary agensi nya Sammuel,," ucap sang pria pertama yang tak lain adalah Aji
" maaf kak,tapi kami kan bukan EO kok disuruh jadi tim acara anniversary,,agensi pula" Sanja terlihat kebingungan
" gini lho mbak,agensi ku pengen ngadain acara amal untuk anniversary tahun ini, nah aku sebagai penanggung jawab agensi berharap yayasan mbak bisa membantu " jelas Sammuel angkat bicara
" oh begitu,,kalau niatnya seperti itu, saya usahakan yayasan ini akan membantu " jawab Sanja
" tuh,,nggak usah muter-muter ngomong nya,biar cepat langsung ke intinya aja," ucap Sammuel sambil menepuk pundak kanan Aji
Aji langsung menolehkan kepalanya menatap dingin Sammuel, perbincangan pun berlangsung dengan membahas bagaimana program acara,dimana acara itu akan diselenggarakan sampai siapa saja yang akan mendapat hadiah dari agensi tersebut.
Sedangkan di rumah Berliana terlihat sang pemilik rumah tengah bercanda gurau dengan sang tamu di ruang tengah.
Kak Olin berjalan mendekati mereka hendak berpamitan karena dari tadi ia sudah disuruh pulang oleh sang kakak.
Berliana pun memperbolehkan kak Olin untuk pulang, rasa ingin tahunya tentang hal yang membuat Olin tak lagi galau pun sudah ia ketahui, Berliana sangat bersyukur karena ia akan menjadi model lagi di agensi baru,apalagi ternyata agensi yang merekrut dia ialah agensi yang masih didalam lingkup usaha Aji, orang yang ia kenal juga.
Olin pun keluar dari rumah itu tanpa menutup pintunya, sebenarnya dalam hati ia amat sedikit bingung, sebenarnya siapa laki-laki yang akan Berliana pilih, karena menurut Olin bahwa Berliana seakan tengah mempermainkan dua hati,
" sebenarnya siapa yang kau pilih? " tanya Olin dari dalam hati saat hendak keluar dari pintu gerbang.
Namun Olin tidak terlalu menghawatirkan apa yang tengah Berliana lakukan,karena menurut dia itu adalah hal pribadi sang model,dan Olin baru akan ikut campur, jika entah itu Berliana maupun kedua pria itu melakukan tindakan yang tak pantas untuk dilakukan.
Suara mobil Olin terdengar telah menjauh dari rumah Berliana, di saat itulah Berliana mengutarakan apa yang tengah ia rahasiakan dari Tinto.
__ADS_1
Sontak Tinto terkejut mendengar ucapan - ucapan Berliana tersebut, dalam hati ia begitu bingung kalimat apa yang harus ia lontarkan kepada gadis yang ada dihadapannya itu. Sedangkan Berliana hanya terdiam menatap wajah Tinto, sedikit tertulis di wajah sang gadis bahwa ia mengharapkan tanggapan yang bisa membuat dia bahagia.
Kembali lagi ke yayasan, terlihat Sanja masih menulis apa saja yang ingin agensi Sammuel lakukan di acara anniversary besuk. Setelah selesai mencatat poin-poin penting,
" baiklah kalau begitu saya akan membuat rincian kegiatannya," ucap Sanja
" oh iya ini uang yang bisa anda gunakan untuk membeli beberapa kebutuhan yang diperlukan,dan jika masih kurang kamu bisa menelepon ku atau Aji " ucap Sammuel sambil menyodorkan amplop berisi beberapa lembar uang seratus ribu dan limapuluh ribu
" baik kalau begitu akan saya hitung dulu dan saya abadikan sebagai bukti penerimaan"
Sanja pun akhirnya menghitung perlahan uang yang Sammuel berikan tadi,setelah selesai ia pun meminta tolong kepada Aji untuk mengabadikan penyerahan uang dari Sammuel ke pada Sanja menggunakan telepon genggam Sanja.
Rapat singkat itu pun selesai, sekarang Aji dan Sammuel berjalan keluar gedung yayasan setelah mereka berpamitan kepada Sanja dan beberapa pegawai yayasan tersebut.
.........
Hari berganti seakan cepat, tak terasa telah sampai ke hari anniversary agensi yang di awasi oleh Sammuel.
Ya,,di kedai tersebut akan dilaksanakannya acara anniversary agensi Sammuel,acara akan berlangsung 3 jam lagi dengan tema berbagi itu indah.
Nanti akan hadir 3 panti asuhan yatim-piatu yang berada di kota tersebut,disana nanti anak-anak yatim piatu akan di ajak bersenang-senang,dari mulai bermain,menyanyi,berdoa dan tak lupa menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh pihak fast food.
" sudah bereskan semuanya," ucap seorang pria dari arah belakang
" eh,,,iya pak dari mulai pengisi acara,hadiah dan makanan pun sudah siap kita hanya tinggal menyesuaikan masalah tempat saja, " balasan kepada pria tadi yang tak lain adalah Sammuel
" baiklah kalau begitu,tak salah Aji merekomendasikan yayasan ini kepada ku" ucap Sammuel menatap kagum pada Sanja
Mereka berdua pun melanjutkan perbincangan,dari mulai kenapa hiasan ini yang dipilih, kenapa anak-anak itu yang di undang dan yang terpenting adalah tentang anggaran yang telah dikeluarkan.
Sammuel pun mencoba memahami ucapan Sanja,dengan sesekali ia membaca laporan pelaksanaan yang Sanja berikan padanya tadi.
__ADS_1
Setelah paham dengan apa yang dimaksud oleh Sanja, Sammuel pun pergi meninggalkan Sanja dengan alasan ingin menelepon saudaranya yang ingin hadir dalam acara tersebut.
Waktu bergulir dengan cepat, begitu juga,tak terasa acara pun akan segera dimulai, namun sebelum acara hiburan dan acara inti terlaksana, host pun mengajak semua yang hadir di acara tersebut untuk membaca doa sesuai keyakinan mereka masing-masing, dengan harapan agar semua kebaikan dikabulkan dan sang Pencipta.
Acara pun berjalan seperti yang ada dalam bayangan Sammuel maupun Sanja.
Tiga jam telah berlalu,acara itupun telah selesai, acara telah terlaksana dengan bagus. Sekarang di kedai itu hanya terlihat beberapa anggota yayasan, sebagian pegawai agensi, beberapa model dan publik figur dan tak lupa Aji beserta Tinto pun juga ada.
•flashback on
Terlihat Aji dan Tinto berada dalam satu mobil, dengan menggunakan pakaian santai namun tetap sopan dan berkelas, mereka berdua hendak mendatangi acara anniversary agensi Sammuel.
Sebenarnya Tinto masih merasa bingung dengan sikap yang akhir-akhir ini Aji perlihatkan, namun sekali lagi Tinto tak punya keberanian untuk menanyakannya.
" bang Gino,,tolong berhenti di toko kemarin sebentar,ada yang ingin aku ambil" ucap Aji kepada sang sopir
" baik pak " jawab sang supir
Rasa ingin tau Tinto pun muncul,dan semakin menjadi besar ketika mobil yang ia tumpangi telah sampai di tempat parkir sebuah toko yang jarang sekali Aji masuki.
Sebenarnya bos ku ini,ingin mengambil apa? apakah ini ada kaitannya dengan anniversary agensi hari ini? kedua pertanyaan itu muncul di dalam benak Tinto namun lagi-lagi ia tak berani mengucapkannya.
•flashback off
Perlahan kedai fast food itu semakin sepi,sekarang disana hanya ada beberapa orang. Dari yayasan hanya terlihat Sanja dan seorang perempuan, dari pihak agensi hanya terlihat Sammuel, sekertaris nya, Berliana dan juga Olin, sedangkan dari pihak investor hanya terlihat Aji dan Tinto.
Berliana berjalan menjauh dari area kedai menuju ke arah taman kecil di samping kedai, Aji yang melihat kepergian Berliana setelah keluar dari kamar mandi langsung berjalan mengikuti langkah gadis yang sudah menjadi dambaan hatinya itu.
Terlihat Berliana tersenyum sambil menundukkan wajahnya kala Aji mengintip dari balik mobil yang tak jauh dari tempat sang gadis duduk.
Setelah menghela nafas panjang, Aji mencoba memberanikan diri berjalan mendekati Berliana, kotak kecil berwarna biru ada di genggaman tangan kanan Aji, sebuah senyum termanis Aji coba keluarkan namun kala ia melangkah memutari mobil, langkahnya seketika berhenti, ia terkejut dengan pemandangan yang ada di depan matanya.
__ADS_1