
Yusuf sedikit malu,, ia sampai lupa kalau mereka masih dalam masa pendekatan,
"baiklah kalau begitu aku bakal berangkat duluan namun jangan ragu menghubungi aku jika terjadi masalah dimanapun itu" ucap Yusuf seraya berpamitan
"insyaAllah" jawab Bhinneka,mereka berduapun berpisah meski mungkin nanti di sekolah bisa bertemu lagi
_____________
kantin sekolah
"semoga hasil ujian gue nggak buruk" ucap Lintang dengan wajah sedikit frustasi
"lebay amat loe,,nyantai dikit baru latihan juga" Samuel menanggapi ucapan Lintang,, tanpa rasa bersalah ia lalu meminum es jeruk milik Lintang
"tapi walaupun latihan tetep harus yang bener siapa tau entar soalnya beneran keluar waktu ujian" Bhinneka mengingatkan
__ADS_1
saat Lintang ingin mengambil minumannya ia sedikit kebingungan karena saat ia menoleh gelasnya sudah tidak di tempat ia meletakkannya tadi,lebih terkejut lagi Lintang melihat gelas minumannya di pegang oleh Samuel
"eh loe main nyruput aja,inget ya gue ini kakak loe,hormatin dong" tegur Lintang
"hormat grak" Samuel pun memberi hormat kepada Lintang sontak tindakan mereka berdua menjadi hiburan bagi teman temannya
"udah udah brisik amat sih kalian,ples deh sehari aja nggak berantem,bisa nggak sih" Indi menatap kedua sahabatnya itu
"iya nyonya Dika" ucap Lintang dan Samuel,ucapan itu diikuti dengan membungkukan badan seakan Indi adalah majikan mereka,tindakan konyol tersebut membuat Bhinneka Aji dan Dika tertawa,sedangkan Indi merasa jengkel meski hatinya bahagia karena teman temannya sudah mengakui hubunganya dengan Dika
dengan wajah yang sedikit ditekuk Indi bersikap manja pada Dika
"iya maaf pak ustad,kita sering kelupaan" ucap Dika sambil tersenyum,mereka berenam pun menikmati waktu istirahat dengan canda dan tawa
waktu terus berputar tak terasa sudah waktunya pulang,Samuel dan Lintang pulang bersama lagi,Indi pun pulang bersama dengan Dika,,Bhinneka berjalan menuju parkiran bersama Aji,
__ADS_1
" Bhinn,kafe gue mau ngadain syukuran sederhana nih terus mau ngundang anak yatim gitu,kira kira loe ada kenalan nggak yang bisa bantu" tanya Aji
"oh ya,alhamdulillah kalau loe punya niatan kayak gitu,bentar kayaknya gue ada beberapa kenalan yang sering ngurusin bantuan ke anak yatim,gimana kalau ntar sore gue ke kafe buat ngenalin" jawab Bhinneka
"siip itu,ok kalau gitu gue tunggu,e tapi emang loe nggak ada jadwal ngajar" Aji khawatir jika permintaanya mengganggu aktifitas sahabatnya itu
"allhamdulillah nggak kok,ok kalau gitu ntar kalau dah mau berangkat ke kafe gue kabarin loe" ujar Bhinneka
"baik kalau gitu gue tunggu,ya dah hati hati dijalan" ucap Aji dan mereka berdua pun berpisah
tak jauh dariparkiran nampak seorang pria menatap Aji dan Bhinneka dari tadi,ya orang itu tak lain adalah Yusuf,sedangkan Aldi yang dibelakang Yusuf sedikit kebingungan dengan sikap Yusuf
"kenapa nih,cemburu ya" sindir Aldi
"apa sih,cemburu apa emang ada apa" Yusuf mencoba mengelak meski hatinya sedikit gelisah
__ADS_1
"pura pura aja terus" ledek Aldi yang berjalan meninggalkan Yusuf
"gue yakin nggak ada hal sepesial antara mereka,lagian juga mereka kan cuma ngobrol sambil jalan ke parkiran" ucap Yusuf dalam hati,ia pun segera menuju parkiran tapi tidak untuk mengendarahi mobilnya,,Yusuf mendekati motor dan menaikinya,ia sengaja memakai motor untuk bisa memantau kepulangan Bhinneka