Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
tidak terasa


__ADS_3

setelah kejadian Indi yang hampir hanyut,Lintang pun mengajak teman- temannya kembali ke villa sesampainya di villa mereka segera menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri,setelah semua bersih rapi dan wangi mereka pun menikmati sarapan bubur ayam yang sudah disediakan


" Lin di deket belokan tadi ada petunjuk perkebunan bunga deh kayaknya" tanya Samuel


" heeh emang ada perkebunan bunga disitu" jawab Lintang


" milik Immanuel bukan" tanya Dika


" bukan,dulu katanya mau dibeli ama Immanuel tapi yang punya nggak mau nglepasin soalnya disana tersimpan banyak kenangan sedih maupun bahagia tu pemilik ama istrinya" jawab Lintang


" ih so sweet amat tuh bapak" ucap Indi


" jadi penasaran gue,kesana yuk entar sore" usul Dika


" boleh seru juga buat tempat selfi" ujar Lintang


'" nyesel gue nggak bawa bebeb " keluh Samuel


" terus biar para wartawan ngekorin kita gitu" ujar Lintang


" ya bukan salah gue dong kan gue niatnya liburan ma pacaran" bantah Samuel


" pacaran di pikirin aja,,mending loe pikirin mau ngampus dimana besuk" ucap Aji


" ih loe Ji kayak bokap gue aja cerewet amat" ucap Samuel


" di kasih saran bukannya makasih ini mah bantah aja" keluh Aji


" udah-udah ribut aja sih kalian" ucap Dika


" kak Yusuf kok diem aja sih" tanya Indi


" em gak kenapa kenapa mungkin karena sering jalanin etika makan yang nggak boleh sambil bicara jadi kebiasaan deh" jelas Yusuf


" formal amat kak" tanya Dika


" ya begitulah," jawab Yusuf


sarapan pun selesai mereka lalu bersantai di ruang tengah biasa disebut ruang keluarga,dengan suasana yang bevitu akrab mereka bercada dan bergurau


tak terasa waktu begitu cepat berjalan adzan dzuhur pun terdengar sudah dikumandangkan,setelah sholat berjamaah selesai Bhinneka dan ke empat orang lainnya mengahampiri Lintang dan Samuel yang asyik berbicara


" ngomongin apaan sih,serius amat" tanya Indi yang pertama kali mendekat


" mau tau loe,,bayar dulu dong" jawab Samuel

__ADS_1


" nih 500" ucap Indi sambil menodongkan uang koin 500 an yang dia temukan waktu membuka lemari kemaren


" ini mah cuma cukup beli,,,," ujar Samuel sambil melirik Lintang 😏


" Cendol dawet, cendol dawet seger


Cendol cendol dawet dawet            


Cendol cendol dawet dawet


Cendol dawet seger piro, lima ngatusan


Terus gak pake ketan


Ji ro lu pat nem pitu wolu... " Samuel dan Lintang menyanyikan iringan lagu yang lagi viral meski dengan logat yang amburadul karena mereka bukan asli jawa


" wah nggak nyangka kalian sobat ambyar ternyata" ucap Dika yang baru saja duduk disamping Indi sedangkan Indi hanya terdiam kebingungan dengan apa yang dibicarakan


" kok diem sih bi" tanya Dika


" habis kalian nyanyiin lagu apaan sih,gue nggak tau " Indi balik bertanya


" whaaat jadi loe nggak tau,aduh ngomong dong dari tadi" ucap Samuel dengan diikuti tawa darinya,,Dika pun dengan perlahan mencoba menjelaskan lalu Indi pun sedikit memahami,Samuel dan Lintang pun akhirnya menyetel lagu PAMER BOJO dari Didi Kempot,mereka berdua bernyanyi sambil berjoged dan itu membuat suasana menjadi ramai lagi


___________________________


" wah cantik amat" ujar Indi terkagum melihat pemandangan yang ada dihadapannya


" iya bi,cantik amat tapi tenang tetep cantikan kamu kok yang ada dihati ku" Dika mengluarkan rayuan


" ih bikin iri aja" keluh Samuel dan karena ucapannya itu keenam orang yang ada di dekatnya pun tertawa akhirnya sore itu mereka nikamti dengan bersenang senang divkebun bunga itu


___________________________________


saat makan malam terdengar dering handphone ternyata itu milik Yusuf dan Yusuf pun menjauh dari meja makan dan menerima panggilan itu tak berselang lama Yusuf kembali


" maaf sepertinya aku harus kembali ke kota sekarang,terjadi sedikit kendala dikantor,nggak apa-apa kan" ujar Yusuf


" kok bisa kak,ya sudah kalau masalah kerjaan memang nggak bisa ditunda" ujar Indi di jawab dengan anggukan


" ya kalau gitu hati-hati kak" ucap Dika akhirnya Yusuf masuk kamar sekejap ia keluar dengan membawa tas berisi baju dan laptop miliknya,Yusuf pun mengucapkan salam saat ia hendak membuka pintu Bhinneka memanggilnya


" kak Yusuf sebentar" ucap Bhinneka


" ada apa Bhinn" Yusuf menghentikan langkahnya dan berbalik badan menatap wajah Bhinneka

__ADS_1


" em aku cuma mau ingetin kakak buat hati-hati soalnya sudah malam juga" ucap Bhinneka sedikit malu


" ih iya makasih dah ingetin,ya sudah sana balik lagi ke anak-anak doain aja biar aku selamat sampai tujuan,kalau gitu dah ya assallammualaikum"


" waalaikummus salam " jawab Bhinneka lalu Yusuf pun keluar dan melajukan mobilnya untuk kembali ke kantor


sedangkan Aji yang berada di balik tembok hanya terdiam mendengar percakapan Bhinneka,Lintang yang melihat lalu mencoba mendekat ia pun menepuk bahu Aji


" udah nggak usah galau move on dong," Lintang memberi semangat


" berat Lin ternyata," ucap Aji


" ya gimana lagi,mungkin Tuhan baru ngasih ujian ke loe biar hidup loe tambah baik lagi" ucap Lintang


Aji pun hanya tersenyum menanggapi ucapan Lintang kemudian Bhinneka datang,Lintang pun langsung mengajak mereka berdua naik ke balkon untuk menikmati pemandangan langit dimalam hari,sesampainya di balkon nampak Indi Dika dan Samuel sudah menunggu,malam itu pun berlalu dengan kebahagiaan


_________________________


SMA ARINDAYU


tak terasa waktu begitu cepat hari kelulusan pun telah tiba,sekolah sudah ramai para wali kurid berdatangan ingin menyaksikan acara kelulusan,aula utama sekolah disulap menjadi lebih indah panggung berdiri kokoh dengan background dan hiasan warna-warni,bunga-bunga nan cantik tertata rapi di bagian depan,


" wah nggak kerasa udah lulus aja kita" ucap Lintang yang menggunakan kebaya berlengan panjang berwarna ungu dengan bawahan rok batik pendek


" iya kayaknya baru kemaren kita ikut acara mos eh udah nerima ijazah aja hari ini" lanjut Dika yang menggunakan baju adat berwarna sama dengan Indi yaitu biru muda sedangkan Samuel berdiri disamping Lintang terlihat gagah dengan kemeja berwarna maroon dengan sedikit motif batik dan celana panjang hitam


" eh kak ada yang lihat kak Aji ama kak Bhinneka nggak" tanya salah satu osis yang mendekati keempat anak itu,


" eh iya kita mah nggak sadar tuh kemana dua bocah" ucap Lintang


" lha itu mereka di samping panggung" ucap Dika sambil menunjukkan dimana kedua sahabatnya berdiri


Aji dan Bhinneka diminta untuk membuka acara perpisahan itu dengan bersholawat,semua tamu undangan dan para murid pun duduk dengan tenang menikmati acara yang sebentar lagi dimulai tak terkecuali tamu khusus ya itu keluarga ARINDAYU yang sudah duduk di barisan terdepan


dua orang osis yang ditunjuk sebagai pembawa acara pun membuka acara tersebut dengan tenang dan ceria


" Bismillahirrahmanirrahim,


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,


Selamat Pagi,


Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,


Om Swastiastu,

__ADS_1


Namo Buddhaya,


Salam Kebajikan,,perkenalkan nama saya Kiki Artodimojo biasa dipanggil Ki-Jo dan teman saya,,," ucap Ki-Jo mempersilahkan temannya memperkenalkan diri


__ADS_2