Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
terungkap 2


__ADS_3

tiba tiba pundaknya ditepuk seseorang dari belakang


"Aji loe baik baik aja kan" ucap orang itu yang tak lain adalah Lintang


"gue baik baik ajalah,emang ada apa sih" Aji berusaha menutupi segala rasa sakit hatinya


"dah jangan sok kuat loe di depan gue" ucapan Lintang itu sedikit membuat hati Aji merasa layu ia seakan kehilangan semangat hidup,


"gue emang pengecut ya Lin,gue selalu takut ngungkapin rasa ini" keluh Aji yang masih tetap berusaha tegar


"iya ama loe juga bodoh nyerah sebelum perang" Lintang bersuara dengan sedikit mengejek "Bhinneka juga kan belum jadi istri tuh kepala sekolah,trus kenapa loe nyerah perjuangin dong" lanjut Lintang


"tapi apa gue bisa secara loe tau gue nggak sebanding ama tuh kepala sekolah" Aji berkecil hati


" eh kalau Bhinneka itu cewek matre dah dari dulu dia punya pasangan,,lagian loe tau kan Bhinneka dah banyak nolak pernyataan cinta dari playboy playboy karna ia pengen jatuh cinta sekali seumur hidup" ungkap Lintang yang tampa permisi meminum kopi Aji


"tapi Lin,," Aji masih bingung


"dah nggak usah tapi tapi an segala,bosen gue dengerinnya,,nih gue kasih tau lamaran tuh kepsek belum deterima jadi loe masih ada kesempatan,manfaatin ok" ucap Lintang sambil memakan kentang goreng yang ada dihadapan nya


"baiklah,,semangat" Aji pun sekarang lebih ceria ia seakan membuang rasa sakit hatinya,saat ia ingin meminum kopi,ia sontak terkejut melihat kearah gelas


"eh buset dah baru juga gue pegang nih cangkir dah habis aja tuh kentang dipiring juga habis" ucapnya,namun saat ia mengangkat wajahnya ia melihat Lintang sudah berjalan keluar kafe "Lintang" teriaknya tapi diacuhkan malah dia mendapat lambaian tangan


_____


adzan isya' berkumandang Bhinneka bergegas mengambil wudhu lalu menunaikan ibadah sholat isya' setelah ia mengucap salam ia pun lalu mengangkat kedua telapak tangannya berdoa kepada sang maha pencipta


"ya Allah berikan lah hamba petunjuk untuk menetapkan pilihan hamba ini ya Allah" doa Bhinneka diakhiri tetesan air mata


_______

__ADS_1


pagi pun menyapa suasana ramai sudah terdengar di SMA ARINDAYU ,,,para murid,guru dan staf sudah mulai berdatangan tak terkecuali Yusuf dan Aldi,


"bos ini profil beberapa calon kepala sekolah yang direkomendasikan" Aldi menaruh beberapa berkas ke atas meja Yusuf,namun Yusuf yang sedari tadi duduk itu hanya terdiam


"bos,,hallo,," Aldi mencoba menyadarkan Yusuf namun Yusuf masih terdiam dalam lamunanya,karna Aldi sudah merasa jengkel ia pun menjaili Yusuf


"bos ada Bhinneka di luar" bisik Aldi seketika Yusuf pun berdiri


"suruh masuk aja Di" ucap Yusuf yang mendapat tawa ejekan dari Aldi


"hahahaha aduh Suf dari tadi aku ajak ngomong di diemin e waktu dibisikin nama cewek langsung sadar" perkataan Aldi yang langsung mendapat sorotan tajam dari Yusuf


"awas kamu Di bikin orang salah tingkah aja,emang ada apaan sih" Yusuf dengan aura jengkelnya


"nih berkas di baca trus coba tentuin pilihan,lagian nglamunin apa sih ampe fokus amat" Aldi yang sudah duduk di hadapan Yusuf mencoba mencari tau alasan atas sikap Yusuf


"ah nggak ada apa apa,dah sana balik ke mejamu aja" Yusuf mencoba merahasiakan perasaan yang dari kemarin mengganggu pikirannya


"master apa kamu tuh baiknya disebut penyebar mantan,dah tua masih aja playboy" ledek Yusuf


"ah kamu tu nggak asyik,lagian aku punya banyak mantan juga bukan salah ku mereka aja yang selalu maksa aku untuk jadi pacarnya" bantah Aldi


"dah nggak sah dibahas lagi males aku dengerinnya" ucap Yusuf


Yusuf dan Aldi pun melanjutkan tugasnya masing masing


______


wakfu tak terasa cepat berlalu jam istirahat pun tiba Bhinneka dan kawan kawannya berjalan menuju kantin,sesampai dikantin mereka pun memesan minuman namun tetap masalah makanan Bhinneka lah yang menjadi juru kuncinya


"Aji ngapain sih dari tadi dikelas diem aja,lagi pms loe" tegur Dika

__ADS_1


"apaan sih Dik,lagian gue juga biasa biasa aja kok lo protes aja" bantah Aji ya meski hati Aji masih merasa gundah,ia sedari tadi melirik Bhinneka meski yang di lirik tak menyadari


"oh ya besuk rabu jangan pada lupa hadir di acara ortu gue soalnya ada yang mau diumumin" tegur Lintang sambil mengambil makanan


"emang ada apaan sih Lin,sampai kita berlima dibeliin baju yang sama warnanya" tanya Indi


"besuk itu keluarga gue ama keluarga Immanuel mau ngumumin ikatan pertunangan gue ama Immanuel sekalian nentuin tanggal pemberkatan" jawab Lintang


tiba tiba ada sautan dari arah samping


"siapa yang mau nikah" suara itu membuat Lintang dan kelima temannya menoleh ternyata suara itu diucapkan oleh Yusuf yang sudah berdiri di samping meja mereka sedari tadi


"eh pak Yusuf,,hehe silahkan duduk" Lintang mencoba mengalihkan pembicaraan,


"ok saya duduk disini,ngomong ngomong panggil saya kakak saja jangan bapak soalnya saya merasa jadi tua" Yusuf mencoba bercanda sedikit untuk menetralkan suasan,saat lainnya tertawa mendengar ucapan itu,Yusuf perlahan menatap wajah Bhinneka namun tatapan itu membuat Bhinneka jadi salah tingkah


Aji yang menyadari sedikit terusik,namun ia tetap mencoba netral,


"eh nih minuman dah dateng" Samuel menyodorkan satu demi satu minuman yang mereka pesan


" ini makanan buatan siapa,boleh saya coba" yanya Yusuf yang tertarik dengan box makanan yang ada di hadapannya


"itu buatan Bhinneka enak lho kak rasanya bakal ketagihan deh" ucap Indi sambil menaduh sebuah pisang coklat kedalam mulut Yusuf


"Indi jangan gitu nggak sopan" tegur Bhinneka


" nggak apa ini dah biasa kok" Yusuf mencoba membela Indi


" sip emang kakak gue begini 👍" ucap Infi penuh semangat


"oh ya tadi emang siap yang mau nikah,kamu Ndi? bukannya masih dua bulan lagi habis kelulusan" ucap Yusuf membuat tatapan mata tertuju pada Indi

__ADS_1


__ADS_2