
" aduh kemana ya tuh anak, " Dika terlihat kebingungan
Belum sempat ia melanjutkan langkahnya mencari sang sahabat, tiba-tiba Indi mendekat tanpa berucap ia langsung menggandeng tangan sang suami mengajaknya menyapa kerabat Indi yang baru datang dari Italia
" Bhin mungkin memang ini saat nya buat kamu dan Aji bertemu. " Lintang mencoba menyadarkan
" ya mungkin memang ini saatnya,,, "
" saatnya apa? " pertanyaan yang menyela kalimat Bhinneka tersebut sontak membuat Lintang dan Bhinneka menolehkan kepala mereka mencari tau suara siapa itu
Setelah mengetahui siapa orang yang duduk dihadapan mereka, seketika hanya perasaan canggung yang Bhinneka rasakan,
" ya ampun ini bener Aji, ustad kita! tambah tampan saja kamu bikin aku pangling aja " Lintang mencoba mencairkan suasana
" jangan merayu diriku nanti bisa besar nih kepala, eh putri cantik siapa namanya ya, sini kenalan sama kakak,, " Aji mengulurkan tangan kanannya ke arah Dilara,
" kakak? hallo,, jangan lah merasa muda terus pantasnya kau dipanggil eyang kali, " goda Lintang
" iya iya dan kamu eyang uyut " jawaban Aji itu menabur keceriaan diantara ketiga sahabat tersebut
Bhinneka hanya tersenyum, sebenarnya ia ingin bertanya tentang kabar Aji yang telah lama tak ia jumpai, namun ada rasa takut dalam hatinya, ia takut jika pertanyaan sederhana itu hanya menjadi pintu masuk sebuah luka, Lintang yang sedari tadi memperhatikan tingkah Bhinneka dan Aji mencoba memahami dan mengira-ngira apa yang tengah dipikirkan kedua sahabatnya itu
" siapa ini namanya Bhin " Aji memulai percakapan
" oh, namanya Dilara, ayo sayang salim ama om Aji dia teman umi " Bhinneka membujuk sang putri agar menerima uluran tangan Aji
" aduh cantik amat, mata ama hidungnya mirip ama kak Yusuf ya, " ucapan Aji setelah bersalaman dengan Dilara
" iya, katanya kebanyakan kalau anak pertama akan lebih mirip ayahnya " Bhinneka menanggapi
Lintang yang melihat akhirnya kedua sahabatnya bisa berbincang seperti dulu pun merasa senang sebuah senyuman terpasang di wajahnya,
" umi kita pulang yuk, kak Bashir mencari kita " Yusuf tiba-tiba datang
__ADS_1
" kak apa kabarnya, " Aji mencoba menyapa
" eh, ini Aji ya, alhamdulillah baik, kamu sendiri " jawab Yusuf
" alhamdulillah baik juga, " Aji menjawab sambil bersalaman dengan Yusuf
Setelah berbincang-bincang akhirnya Yusuf dan Bhinneka berpamitan sambil meminta ijin untuk pulang terlebih dahulu kepada sang pemilik rumah serta sahabat mereka dengan alasan keluarga mencari, Dilara yang sedari tadi di gendongan sang ibu pun hanya terdiam
" Lin,, aku benarkan " tanya Aji
" iya aku yakin perlahan kita akan bisa seperti dulu, sudahlah beri Bhinneka waktu pasti dia pun ingin kita tetap bersahabat, ya sudah yuk ke sana sepertinya acara akan selesai. " Lintang pun mengajak Aji berjalan ke arah ruang tengah dimana sang MC hendak mengakhiri acara
DI DALAM MOBIL
" abi, bolehkah aku berteman dengannya " tanya Bhinneka yang duduk sambil memangku Dilara
" maksud umi ama Aji, " jawab Yusuf yang langsung mendapat anggukan dari sang istri
Penjelasan sang suami itu membuat hati Bhinneka semakin bersyukur karena telah dipertemukan dengan seorang imam yang bisa memimpin langkah dirinya di dunia dijalan yang terbaik
HALU KAFE
Lintang sedang menikmati secangkir kopi sambil mendengarkan curhatan sang sahabat yang sudah lama tak ia jumpai
" aku selalu berpikir optimis, bahwa suatu saat nanti kita akan duduk bersama lagi meski akan ada orang lain disamping kita. " Lintang mencoba memberi motifasi positif kepada Aji
" iya Lin aku pun selalu berharap dan berdoa kita akan menjumpai momen tersebut. " Aji menanggapi ucapan Lintang
Perbincangan tersebut pun tak berlangsung lama karena Lintang pulang setelah mendapat telepon dari Hugo putra nya
Waktu pun silih berganti,, sekarang selain mengelola kafe, Aji perlahan diberi kepercayaan oleh sang ayah untuk mengelola perusahaan milik keluarga mereka, tumpukan berkas, staf yang keluar masuk ruangan bergantian ada yang melaporkan data, merekomendasikan ide-ide baru, ada juga yang hanya mencari simpati atau sang sekertaris yang mengingatkan jadwal-jadwal pertemuan atau rapat perlahan sudah seperti makanan sehari-hari yang harus Aji habiskan
Petang pun menyapa, Aji yang berjalan keluar kantor perlahan melangkahkan kakinya mendekati mobil yang telah siap mengantarkan dia pulang, perjalanan itu awalnya berlangsung dengan lancar namun saat mobil itu hendak melewati tikungan tiupan peluit pak polisi menghentikan laju mobil tersebut, pak supir tanpa ragu membuka jendela menanyakan apa yang tengah terjadi kenapa laju mobil diberhentikan, pak polisi pun tanpa ragu dengan nada pelan menjawab
__ADS_1
" maaf kalau mengganggu perjalanannya, didepan sedang ada kecelakaan, sekarang tim sedang mengevakuasi korban jadi jalannya bergantian dulu, "
Penjelasan sang polisi pun ditanggapi dengan sopan, tak berselang lama pak polisi pun mengarahkan kendaraan kendaraan agar melintasi tikungan tersebut sesuai dengan arahan-arahan yang diberikan
Aji hanya terdiam sambil melihat beberapa orang mengevakuasi korban serta mengamankan TKP, mulai dari para petugas medis, para polisi lalu tak terkecuali beberpa warga yang tengah membantu,
saat melintasi area TKP dengan laju pelan pandangan Aji sempat terfokus dengan adegan seorang petugas medis yang berteriak-teriak mengarahkan rekan-rekan nya dalam memberikan pertolongan pertama kepada beberapa korban yang dievakuasi di tepi jalan
Malam pun datang terlihat Aji tengah membaca beberapa lembar kertas yang ada dihadapannya seketika suara ketukan pintu menghentikan gerak tangannya
Ternyata sang ibu yang mengetuk pintu, setelah membuka pintu Aji pun meminta sang ibu untuk duduk tak jauh dari dirinya,
" kerjaan mu masih banyak nak " tanya ibu
" oh enggak bentar lagi selesai kok, memang ada apa bu? " Aji membalas
" em gini ibu mau mengenalkan kamu ke salah satu putri temen ibu, tenang aja ini bukan perjodohan kok, ya hitung-hitung kamu nambah temen gitu, mau kan. " ucap ibu
Aji pun terdiam sejenak mendengarkan ucapan sang ibu, dengan perlahan ia mencoba memahami perkataan ibunya tadi,
" baiklah kalau itu pinta ibu tapi ingat ya bu aku nggak mau ada pemaksaan didalam pertemuan nanti " jelas Aji
Sang ibu pun tersenyum ia pun keluar dari kamar putranya sambil memberitahukan dimana dan kapan acara pertemuan tersebut
Setelah selesai merapikan berkas, Aji pun meregangkan otot tangannya, ia bersandar di kursi hitam yang ia duduki smbil memikirkan ucapan ibu nya tadi
" sudah lah ikutin alurnya saja, hitung-hitung nyenengin hati orang tua " ucap Aji
Seketika dering nada handphone membuyarkan pikirannya, ternyata Fikri teman komunitas fotografi yang menelepon, tanpa ragu ia pun langsung menjawab panggilan tersebut, salam pun terdengar dilanjutkan dengan bertukar kabar
" bagaimana, kamu kan sudah pulang, ya hitung-hitung temu kangen lah sudah lama kita nggak bertemu " ucap Fikri
" baiklah akan aku usahakan untuk datang aku juga rindu " jawab Aji
__ADS_1