Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
kejutan


__ADS_3

" sewot amat loe,gue mau,,,," belum sempat Lintang melanjutkan kalimatnya tiba-tiba gguubraak bunyi yang berasal dari gebrakan meja membuat Lintang dan Aji terkejut,mereka bersua langsung menoleh kesamping mencari tau siapa yang melakukannya,saat pandangan mereka menatap seketika orang itu berteriak


" hhhuuuuaaaa" teriakan Indi di ikuti tangisan


" apaan sih loe Ndi dateng-dateng langsung nangis aja" tanya Lintang


" Dika, " jawab Indi


" hem terus Dika kenapa" tanya Lintang lagi


" Dika jatuh dari motor dibelokan sebelah rumah gue,katanya sekarang dirumah sakit hhhuuuwwwaaa" jawab Indi


" apa,rumah sakit mana ayo cepet kita kesana" Aji berdiri dengan rasa terkejut ia ingin segera melihat keadaan sahabatnya itu,sedangkan Lintang menahan Aji


" ya udah ayo kita kesana dan nggak usah keburu-buru,bisa bahaya entar" ucap Lintang dengan santai lalu Indi dan Aji pun menvikuti langkah Lintang keluar


__________________


*T**empat Pemakaman Umum*


Bhinneka dan Yusuf tak lupa mengucap salam saat masuk ke pemakaman mereka pun lalu berjalan menuju je makam kedua orang tua Bhinneka setelah sampai mereka membersihkan makam dan selanjutnya menaburkan bunga serta menyirami kedua makam itu dengan air mawar,


setelah itu mereka berdua bersama memanjatkan doa al - fatihah dan berharab kedua orang tua Bhinneka mendapat tempat terbaik di sisi Allah


" ayah ibu perkenalkan aku Yusuf lelaki yang akan menikahi putri kalian,semoga kalian disana bahagia atas apa yang akan kami laksanakan" ucap Yusuf menatap kedua nisan yang ada dihadapannya Bhinneka pun tersenyum mendengar ucapan Yusuf itu


saat Bhinneka hendak berdiri,handphone nya berbunyi saat Bhinneka melihat nama siapa yang tertera di layar ia segera mengangkat panggilan itu


" assallammualaikum tumben telfon ada apa" ucap Bhinneka ia pun mendengarkan penuturan orang yang menghubunginya itu,dengan tenang Bhinneka terus mendengarkan,


" baiklah gue akan kesana ,,hem iya,, waalaikummus salam" ucap Bhinneka yang langsung menutup panggilan itu


" kak ayo kita kerumah sakit" ajak Bhinneka sambil mengajak Yusuf keluar pemakaman


" heh siapa yang sakit " tanya Yusuf

__ADS_1


" entar juga kakak tau yuk keburu sore" Bhinneka dan Yusuf pun keluar pemakaman dan langsung naik mobil menuju rumah sakit


____________________________


rumah sakit ARINDAYU


Indi masih menangis sambil menatap Dika yang tertidur diatas ranjang rumah sakit divonis koma oleh dokter sedangkan Lintang mencoba menenangkan suasana hati sahabatnya itu,terlihat Aji dan Samuel duduk di kursi panjang tak jauh dari ranjang itu,Yusuf dan Bhinneka yang baru saja masuk ruangan inap itu sedikit terkejut melihat keadaan Dika


" Lin gue nggak mau ditinggal Dika,kalau Fika nggak bangun-bangun gue juga mau kayak dia aja" ucap Indi


" ngoming apasih loe,jangan sembroni dah diem jangan nangis bentar lagi juga bangun nih anak" ucap Lintang yang membuat Infi semakin menangis


" Indi sekarang lebih baik kita berdoa aja biar Dika segera sadar" bujuk Bhinneka mendekati sahabatnya itu


" tuh dengerin omongan ustadzah kita,jangan cuma nangis aja," ucap Samuel langsung mendapat pelototan dari Indi


" bas bangun dong,katanya mau sehidup semati ama aku,jadi bangun dong bas jangan tinggalin aku" ucap Indi sambil duduk disamping ranjang,saat Indi menundukkan kepala terdengar nada panjang dari alat elektrokardiogram sontak jerit tangis keluar dari mulut Indi namun tak berlangsung lama tiba-tiba ia mendengar seorang berbicara


" andaikan aku harus mati hari ini,,aku akan meminta Allah untuk membukakan mata ku sebentar agar dapat melihat wajah wanita yang aku sayangi untuk terakhir kalinya sambil berucap Will you marry me " kalimat itu terucap dari mulut Dika yang langsung melepas alat alat kedokteran yang sedaritadi tertempel didadannya sontak membuat Indi terkejut,, Indi langsung memeluk Dika sedangkan semua orang yang ada dalam ruangan hanya tertawa melihat tingkah pasangan itu


" ih sakit bi entar aku mati beneran kalau kamu pukul terus" ucap Dika langsung memegang kedua tangan Indi


" kenapa kalian tertawa jangan bilang ini udah direncanain" Indi menarik tangannya dari Fika langsung menatap satu persatu orang yang ada di dalam ruangan itu


" hehehe maaf,gue cuma disuruh ama tuh anak" ucap Lintang mengarahkan matanya ke arah Dika


" gue juga" ✌ ucap Samuel


" sama" lanjut Aji


" maaf ya Indi " Bhinneka tak ketinggalan sedangkan Yusuf hanya mengankat kedua bahunya sambil tersenyum menatap Indi sedangkan Indi hanya menunjukkan wajah cemberutnya Dika pun menenangkan Indi dengan rayuannya,drama rumah sakit pun berakhir dengan canda tawa


________________________________


detik berganti menit,menit berganti jam,jam berganti hari

__ADS_1


Lintang sedang membawa rombongannya ke villa milik tunangannya,setelah sampai mereka pun beristirahat diruang tangah villa itu


" haduh pegel amat nih pantat" ucap Samuel


" hidih baru segitu dah ngeluh aja,liat yang lain aja nggak ngedumel" jawab Lintang


" ya iyalah kalian enak cuma duduk santai,nah gue harus konsen nyetir," gerutu Samuel sedangkan yang lain hanya tersenyum menahan tawa mendengarkan,ya Samuel mendapat tugas menjadi sopir saat kalah suit dengan Yusuf Aji dan Dika


" kenapa sih nggak bayar sopir aja atau nyuruh salah satu sopir loe buat jalanin tuh minibus" tanya Samuel yang sedang mengambil sebotol air mineral diatas meja


" ah nggak seru kalau ada sopir,itung itung dapet pelayanan sepesial dari sang model" celetuk Dika yang diiringi senyuman


" au ah" Samuel sedikot marah


" udah udah jangan berantem nih gue kasih tau cewek cewek tidurnya ama gue di kamar sebelah kanan sedangkan cowok cowok tidur di dua kamar sebelah kiri,sekarang daripada ngedumel lebih baik kita beresin pakaian masing masing trus siap siap makan siang dah disiapin tuh ama mbok tinem penjaga villa" jelas Lintang lalu mereka ber tujuh pun segera memasuki kamar masing-masing


________________________


" kamu sudah lama jadi temannya Bhinneka" tanya Yusuf yang baru saja keluar dari kamar mandi


" oh iya sudah dari masa mos" jawab Aji ya Aji dan Yusuf tidur dikamar yang sama


" wah berarti sudah cukup dekat ya" ucap Yusuf


" ya bisa dibilang begitu,kita sering ikut lomba bertema agama dari dulu,dan karena itu juga kita jadi deket" Aji mencoba menjelaskan,Aji lanjut bertanya " em kalau boleh tau kenapa bapak,,eh maksud ku kenapa kakak bisa menyukai Bhinneka," pertanyaan itu membuat Yusuf terdiam sebentar lalu wajahnya menengok ke arah Aji


" apa mungkin dia memendam perasaan ke Bhinneka" gumam Yusuf dalam hati


" em,,ada waktu saat aku bertemu Bhinneka dan dalam pertemuan itu sekejap membuat pandanganku terhadap wanita sedikit berbeda,bisa juga disebut cinta pada pandangan pertama" Yusuf mencoba menjelaskan tanpa ada maksud merendahkan Aji


terdengar ketukan pintu dari arah luar


" kepada penghuni kamar ini diharap segera keluar karena sudah dinanti untuk makan bersama oleh penghuni lain" ucap Lintang dengan gaya bicara seperti pramugari


" iya bentar" Aji pun menjawab dengan suara sedikit keras

__ADS_1


__ADS_2