Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
niat


__ADS_3

waktu silih berganti tak terasa senja telah menanti,,nampak tiga laki-laki dan dua perempuan sedang berbincang-bincang,,


"jadi menurut kakak-kakak semua bagaimana,apakah rencana saya ini cocok atau tidak" tanya Aji sedikit formal


"kalau aku setuju -setuju saja tapi yang sedikit kurang itu di tema acara" ucap Lili teman Bhinneka


"lantas apa ada usulan tema" jawab Aji


"gimana kalau bermain dengan anak yatim" usul Jalu teman Bhinneka juga


"kurang pas kayaknya" ucap Bhinneka


mereka berlimapun terdiam mencari judul yang cocok


"gimana kalau bergembira bersama saja,yang masalah anak yatimnya jangan diungkit biar tidak memojokkan perasaan mereka" usul Adam


"emang kenapa Dam,kan biar orang luar pada tau acara kita itu untuk siapa" ucap Jalu


"apa yang menjadi niat kita dalam hal kebaikan biar Allah aja yang tau,nanti kalau kita ngumumin ke orang-orang bisa-bisa kita jadi takabbur dan merendahkan orang lain" jelas Adam


"iya ya kok aku sampai lupa" ucap Jalu


"nih diminum jus nya biar seger tuh pikiran" Lili sedikit meledek,Jalu pun hanya tersenyum


"oh iya sampai lupa saya,silahkan di nikmati dulu makanan dan minuman alakadarnya ini" ucap Aji sambil mengarahkan tangan ke beberapa minuman dan makanan yang sudah ia siapkan


"kalau gini ala kadarnya terus yang istimewa gimana ya" ucap Jalu


"dah nggak usah dipikirin,tinggal makan aja banyak tanya " ucap Lili


"ngapain sih ngajak ribut kamu,ayo sini aku ladenin" Jalu menanggapi


Aji hanya tersenyum melihat tingkah dua temen Bhinneka itu,ia jadi teringat keempat sahabatnya yang sering ribut,siapa lagi kalau bukan Lintang dengan Samuel atau Dika dengan Indi


perbincangan pun masih berlanjut hingga suara adzan terdengar,

__ADS_1


"alhamdulillah masih bisa denger suara adzan,yuk kita sholat mahgrib dulu" ucap Adam


" disini aja,dilantai dua ada mushola kecil kalian bisa gantian atau berjamaah,disana juga aku sediain mukena,sarung dan songkok juga" ucap Aji


"ya udah yuk kita berjamaah aja" pinta Lili


akhirnya mereka naik ke lantai dua,langsung mengambil air wudhu lalu sholat berjamaah,setelah selesai sholat Adam dan Jalu segera pulang karena ada jadwal rapat anggaran di masjid,sedangkan Lili dan Bhinneka masih di kafe menikmati makanan yang sudah disediakan oleh Aji


"ayo dimakan,ini salah satu contoh menu yang ingin aku hidangkan di acara besok," ucap Aji sambil menyodorkan makanan hasil masakan chef handalan di kafenya tersebut


"eemm ini mah enak pake buanget,pasti anak-anak suka" Lili menyanjung


"iya bener enak,rasanya juga pas kalau kita berikan ke anak-anak" imbun Bhinneka


"alhamdulillah,jadi nggak sabar nunggu hari H nya" ucap Aji,mereka bertiga pun menikmati hidangan yang sudah ada di hadapan mereka,setelah selesai Bhinneka dan Lili pun mengundurkan diri,saat Bhinneka hendak keluar kafe Aji menghentikan langkahnya


" Bhinn,,"ucap Aji dan Bhinneka pun menoleh


" iya" jawab Bhinneka


"oh iya sama sama tenang aja kan sesama umat NYA kita harus saling tolong menolong" jawab Bhinneka


" ya dah sana pulang keburu malam,hati-hati di jalan " ucap Aji,Bhinneka pun mengangguki ucapan Aji dan bergegas menyusul Lili yang sudah siap di motor matic biru miliknya


____________


"tumben diem aja tuh anak" gumam kak Bashir "aku kerjain ah" niatan kak Bashir itu diiringi senyum jahil di wajahnya,,kak Bashir pun mangambil sapu dan perlahan berjalan mendekati Yusuf,dari arah samping Yusuf kaka bashir lalu mencolek perut adik iparnya itu dengan perlahan,namun Yusuf masih diam saja,saat percobaan yang kedua Yusuf baru bereaksi dengan cepat Yusuf memegang gagang sapu,


"ngapain sih kak ngrusak suasana aja" ucap Yusuf


"hehehe habis dari tadi duduk diem aja,emang mikirin apaan sih" tanya kak Bashir mendekati Yusuf dan duduk di sebelahnya


"gi mikirin strategi perjuangan biar menang" jawab Yusuf,kak Nashir sedikit terheran


"ha perjuangan,,emang mau ikut perang di jalur gaza kamu" ucap kak Bashir

__ADS_1


"bukan gitu" ucap Yusuf


"lalu gimana emang mau dapetin apaan sih" kak Bashir mulai penasaran,tiba-tiba kak Syifa perlahan mendekati mereka berdua,


" perjuangin cintanya tuh pa" ucap kak Syifa membuat kedua pria uang ada dihadapannya pun menoleh mencari sumber suara


"oh iya sampai lupa aku,trus gimana dia nrima lamaran kamu nggak" kak Bashir langsung bertanya tanpa basa basi lagi


" eeemmm,,dia ngajakin aku buat taarufan aja dulu buat lebih mantepin hati ma pikiran katanya" jawab Yusuf kak Syifa menanggpi ucapan adiknya dengan senyum di lanjutkan ucapan


" ya di waktu ini kamu tunjukin ke dia kalau kamu beneran mau jadiin dia pendamping hidupmu,"


" ngasih syarat yang aneh aneh nggak dia," kak Bashir


" alhamdulillah nggak aneh-aneh apalagi yang berat cuman,," Yusuf pun menceritakan semua syarat yang Bhinneka ajukan,sontak hal iti membuat kedua kakaknya menjadi tambah yakin jika wanita yang membuat Yusuf galau akut seperti ini adalah wanita yang benar-benar pas dijadikan pendamping hidup adik mereka itu


________________


*rumah keluarg**a Barbaros*


nampak papa Barbaris mama Suci dan Friska sedang menikmati hidangan makan malam,tiba tiba Friska bersuara


"pokoknya papa dan mama harus cari cara gimana biar perjodohan aku ama Yusuf bisa terlaksana" sontak ucapan Friska menghentikan aktifitas makan disitu,papa Barbaras langsung meletakkan sendok dan garpu setelah mengelap mulutnya ia langsung menatap wajah putri semata wayangnya itu


"kamu itu ngomong apa,lagian kita nggak punya hak masalah perjodohan ini,kan kamu tau sendiri itu hanya perbincangan yang tidak direncana" ucap papa Barbaros


"tapi pa,apa papa nggak mau menjatuhkan keluarga om Andi,kalau papa mau ya ini salah satu caranya dengan masuk ke dalam keluarganya " Friska menjelaskan


"Friska,papa sekolahkan kamu sampai jauh itu buat jadi modal kamu biar bisa hidup yang baik daei hasil yang baik juga,bukan untuk menjadikanmu orang yang nggak beradap,ngerti" ucapan papa Barbaros diikuti dengan rasa amarah


"tapi pa,," belum selesai Friska bicara papanya itu berdiri


" inget ya Friska jangan pernah berfikiran jahat karna bisa saja apa yang kamu rencanakan itu bisa jadi balik menyerangmu" papa Barbaros berbalik badan hendak mrninggalkan meja namun sebelum pergi ia menoleh ke arah istrinya


" lihat,karena terlalu kau manja putri kita bisa begini" lalu papa Barbaros pun pergi,mama Suci pun terdiam

__ADS_1


"tenang ma aku bakal tunjukan ke papa kalau apa yang aku lakukan itu benar" ucap Friska


__ADS_2