
Lembaran baru itu terwujud semenjak dia, seseorang yang dipilih Tuhan mengganti amanah penanggung jawab atas kehidupannya. Berawal dari sebuah yang tidak disangka-sangka nyatanya Tuhan menakdirkan bersama. Shalinaz Reali Ausky benar-benar merasa bahagia dan hidupnya nyaris sempurna semenjak merajut rumah tangga sakinah bersama sang suami Akara Emir Hasan. Ditambah kehadiran Tsabina Quireen, semakin melengkapi kebahagiaan rumah tangga mereka.
"Mas, sarapan dulu!" ujar perempuan yang tengah menikmati perannya sebagai ibu baru itu.
"Alhamdulillah ... Umma buat apa hari ini?"
"Oatmeal pisang, ini tinggi serat Mas, bagus untuk kesehatan."
"Makasih sayang," ucapnya seraya menyambar pipi kiri istrinya yang tengah sibuk di meja makan.
Shali tersenyum, walaupun pagi-pagi sibuk melanda berperang dengan rasa lelah. Namun, semangat full bagai hati yang baru saja di-charge daya, perlakuan Aka yang manis selalu membuat moodnya manis sepanjang hari.
Sejak kemarin, perempuan berhijab instant biru tua itu, telah kembali masuk kuliah setelah mengambil cuti melahirkan.
Cukup sibuk dengan jadwal kuliah dan juga kepadatan aktivitas di rumah, sama sekali tak mengurangi rasa perhatian keduanya pada pasangan masing-masing. Baik Aka dan juga Shali saling memberi perhatian.
"Kamu repot sendiri aja, udah biar ini Mas nyiapin sendiri, tuh Tsabi rewel."
Shali yang tengah sibuk menyiapkan sarapan di ruang makan langsung bergegas ke kamar mendapati putrinya terbangun menangis.
"Us us ush ... sayang, mau ikut sarapan ya," ujar Shali menggendongnya. Bayi mungil yang semakin gembul itu terlihat anteng dalam pangkuan.
"Mas, jadwal makul aku hari ini padat banget, susternya malah cuti lagi, gimana dong!" Shali terlihat bingung sendiri di sela-sela mengunyah makanan.
Aka terlihat telaten menyuapinya sembari sarapan, sementara Shali sendiri sibuk memberi ASI putrinya.
"Kamu ada jadwal sampai jam berapa? Kebetulan hari ini aku juga penuh, nanti ada pertemuan dewan dosen dari luar di kampus. Gimana ya?"
"Duh ... masa aku harus bolos hari ini. Tsabi nggak mungkin 'kan dibawa."
"Titip Nana aja kali ya Mas, dia pasti bisa jagain Tsabi," ujarnya penuh solusi.
"Bukannya sekolah ya, emang Nana bisa?"
__ADS_1
"Dia libur Mas, kan baru aja tes. Setiap hari aku lihat main di bengkel suaminya. Udah gitu kalau bosen main ke sini, bisa kok dia sayang banget malah sering digemesin sama tuh bocah."
"Ya baiknya kamu aja, Dek, coba hubungi si Nana bisa nggak, kita kan harus berangkat," ujarnya tengah bersiap.
Mereka baru saja merampungkan sarapan seporsi jumbo berdua. Hampir di setiap kesempatan kala repot melanda. Aka selalu menempatkan istrinya pada posisi yang nyaman.
Beberapa menit kemudian, suara deru mesin motor menyapa rumah mereka. Rupanya bocah itu hadir cukup gesit dari prediksi Umma Shali yang sudah menunggu.
"I'm coming ... assalamu'alaikum ....!" sapa salam menggema. Di mana ada Nashwa, rumah serasa hidup karena suaranya mengudara ke mana-mana.
"Pagi Bu Ustadz, Pak Dosen Ustadz. Ah, ribed beud kebanyakan gelar!" kata gadis itu menyapa dengan gaya khasnya.
"Pagi aunty Nana cerewet, aku hari ini ikut aunty ya?" jawab Shali membahasakan untuk putrinya.
"Ya ampun ... tambah embul aja nih pipi, gumush banget sih!" Nashwa langsung membuai rusuh mengambil dari gendongan kakak iparnya.
"Mi, masuk, pinjam Nashwa hari ini ya?"
"Iya Kak, nanti aku bantuin pantau," jawab pria itu yang terdiam di ambang pintu.
"Serem amat Pak Dosen, ya kali aku cubitin karena gumush. Nanti aku ajarin main tiktok ya sama aunty kece ini. Hehehe."
Ketiga orang yang tengah berbincang menyorot Nashwa berbarengan. Wajahnya memperingatkan!
"Ampun ... kak, jangan lihatin aku kek gitu, suami serem amad!" celetuk Nashwa cengengesan melihat Azmi yang menggeleng pelan.
"Jangan rusuh Na, diajarin sholawatan baru bener. Nanti aku pulang rada siang, bisa sampai sore, stok susu di kulkas jangan lupa angetin ya," pesan Shali cerewet sekali.
"Iya iya siap Bu Ustadzah. Harap tenang bersama Nana semua aman nyaman terkendali asal transferan lancar! Hahaha."
"Dih ... belum juga kerja, sudah malak. Awas anak emas jangan sampai lecet! Tsabi sayang, sama aunty ya jangan rewel," pamit Shali diiringi Aka.
Kedua pasangan sibuk itu berangkat bersama, tersisa Azmi yang masih di tempatnya, padahal seharusnya dia berkegiatan hari ini.
__ADS_1
"Lucu ya Na? Kita juga bisa punya yang imut kaya gini," celetuk pria itu tiba-tiba. Duduk merapat di samping istrinya.
"Iya, Kak, lucu dan sangat menggemaskan. Selfie yuk, biar kaya keluarga kecil bahagia." Mereka mengabadikan moment hari ini bersama.
Hingga menjelang sore menyapa, terlihat Aka dan Shali memasuki rumahnya. Jangan tanyakan rumah yang nampak berantakan karena Nashwa hanya membantu menjaga Tsabi. Perempuan itu membuka kamar anaknya dan menemukan putri mereka tertidur diantara Azmi dan juga Nashwa.
"Dih ... sweet sekali, By, lihat deh!" tunjuk Shali menarik tangan suaminya yang baru saja menyambangi rumah.
"Hooh, syukurlah kalau mereka terlihat adem ayem. Alhamdulillah Azmi sabar, jadi makin sayang."
"Kamu juga sabar kok, Mas, aku juga makin sayang."
"Uh ... gemesh ... mumpung ada yang jagain dedek, cek kamar sebelah kosong."
"Emang nggak capek?"
"Capek aku ilang, kalau udah dimanja sama kamu. Ayo sayang!"
"Oke lah, Hayuuuk!!"
.
TAMAT
.
Hallo gaes akhirnya finish juga. Terima kasih semuanya yang sudah membersamai novel ini sampai end. Love you all
Yang penasaran sama kisah Azmi dan Nana merapat ya gaes ... seru banget pastinya.
Jangan lupa baca juga karya Asri Faris lainya yang masih on going " Terjerat Pesona Dokter Tampan"
See you di karya terbaru aku, nanti aku up di bab terakhir ini dan di novel aku yang masih on going.
__ADS_1
Salam sehat salam sayang 😍😍😍😍