
Motor melaju dengan kecepatan sedang, tubuh Shalin merapat pada punggung Aka yang membuat gadis itu merasa aneh dan tak biasa. Sementara Aka sendiri fokus menguasai stang. Sesekali melirik tangan istrinya yang masih bertaut, membuat seketika bibir itu membuat lengkungan.
Suasana dingin yang menyapa tubuhnya tak lagi dirasa, berganti dengan getar-getar indah yang menghangat pada relung hatinya. Saat motor tengah melaju di jalannya, tiba-tiba tetesan air dari langit itu menyapa keduanya.
"Dek, gerimis, berhenti sebentar ya ambil jas hujan." Aka menepikan motornya di depan ruko yang sudah tutup, berlindung dari air hujan yang tanpa permisi mengiringi perjalanan mereka. Seketika Shali turun dari motor, Aka segera mengecek bagasi motornya di bawah jok.
"Astaghfirullah ... Dek, aku lupa bawa jas hujan, gimana? Mana deras lagi," keluh pria itu menyesali.
"Ya gimana, orang hujannya deras gini terjang aja gimana?" tawar Shalin cukup nekat.
"Jangan, nanti kamu masuk angin!" ujar pria itu tak setuju.
"Nunggu agak kecil ya, semoga hujannya nggak lama."
Hujan tak kunjung reda, malam semakin merangkak, hawa dingin semakin menusuk sampai tulang. Angin yang berhembus menambah syahdunya malam ini.
Shalin bergeming, memeluk dirinya sendiri karena merasa dingin, Aka yang melihat itu langsung merangkum bahunya dan merapatkan pada tubuhnya.
"Kami kedinginan, maaf ya jadi gini ceritanya, gegara nggak bawa jas hujan," sesal pria itu menatap kasihan.
__ADS_1
Shalin hanya mengangguk sebagai respon, saat Aka memeluknya, gadis itu sama sekali tidak menolak. Sesungguhnya ia juga lapar karena melewatkan makan malam tadi, tetapi malang melintang terjebak hujan di tengah jalan.
Hampir pukul dua belas, mereka masih belum beranjak, hujan sudah mereda tetapi masih gerimis. Shalin juga sudah mengantuk parah, ia bahkan sempat terlelap dalam pelukan hangat suaminya.
"Mas, kapan pulangnya, aku ngantuk, lagian ini tinggal gerimis kita terjang aja ya," rengek gadis itu tak sabaran.
"Beneran nggak pa-pa, masih lumayan loh ini." Aka menengadahkan telapak tangannya ke udara.
"Iya, aku pingin ketemu sama kasur yang empuk, hangat, dan nyaman," ujar gadis itu sayu.
Pria itu akhirnya mengiyakan, sedikit gerimis mereka terjang. Kurang dari lima belas menit motor pria itu sampai di halaman perumahan elit itu. Shalin langsung turun begitu motor Aka terparkir di depan garasi rumahnya. Shalin menelepon kembarannya yang biasanya belum tidur jam segini, benar saja, Reagen masih stay di depan TV ruang tengah sedang menonton bola.
"Masuk Bang Aka, langsung ke kamar aja, mommy sama daddy juga pasti udah tidur," ujar Reagen pengertian.
Shali dan Aka langsung menuju kamar mereka, Shali sendiri langsung ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya yang lumayan basah. Sementara Aka nampak mengantri kamar mandi. Sejenak Aka tertegun melihat istrinya yang berpenampilan sangat seksi dengan kaus biasa dan hot pants.
"Apa Mas, kok malah bengong, kamu bersih-bersih dulu biar nanti aku carikan ganti," ujar Shali menginterupsi.
"Iya," jawab pria itu melewatinya ke kamar.
__ADS_1
Shali mencari pakaian Aka yang sempat tertinggal di rumah mommy, waktu itu Shali pernah meminjamnya dan juga ada yang sengaja ditinggal di sana. Gadis itu menyiapkan ganti untuk Aka di atas kasur, dengan dirinya yang sudah duduk lebih dulu dengan membungkus tubuhnya di atas kasur.
"Ya ampun ... dingin banget sih," gerutu Shali seraya menggosok telapak kaki dengan minyak putih.
Derit pintu kamar mandi yang mampir ke telinganya, mencuri atensi gadis yang belum genap dua puluh tahun itu. Gadis itu membuang muka malu mendapati suaminya bertelanjang dada.
"Itu ganti kamu di atas ranjang Mas," ujar Shalin masih tetap dengan posisinya.
"Makasih," jawab Aka mengambil ganti itu dan memakaianya begitu saja tanpa beranjak. Shali yang malu langsung merebah, dan menyembunyikan tubuhnya di bawah gelungan selimut yang tebal.
"Mas, aku tidur dulu ya, ngantuk," ujar gadis itu tanpa dosa.
Tidak harus menunggu lama, Shali langsung terlelap karena memang sudah mengantuk, gadis itu terlelap damai tanpa menunggu jawaban dari Aka.
"Dek, kamu beneran udah tidur?" Aka meneliti wajahnya yang terlihat lelah dengan mata terpejam.
"Night," ucapnya seraya mengecup pucuk kepalanya. Pria itu ikut masuk ke dalam selimut yang sama.
Sayangnya Aka tidak bisa langsung terlelap begitu saja, bahkan kantuk yang sempat melanda menguap begitu saja. Karena merasa dingin juga, Aka membawa istrinya ke dalam pelukan, yang terasa begitu hangat dan menentramkan.
__ADS_1
"Dek, aku peluk kamu ya, jangan kaget kalau besok bangun posisi kita lebih intim," ujarnya seraya merapatkan matanya.