Mengejar Bintang

Mengejar Bintang
Bab 19


__ADS_3

 


SUASANA bising di pub tidak bisa menyaingi kegalauan di hati Luki. Dalam beberapa hari ini, hidupnya berubah kacau. Semua gara-gara kehadiran ibu tirinya dan Laura. Luki melihat orangorang disekitarnya yang terlena oleh musik dan minuman keras. Pikirannya kembali pada masamasa dia bermain bersama ibunya ditaman. Sampai sekarang, di usianya yang sudah dewasa, Luki masih belum bisa menerima bahwa ibu kandungnya telah tiada. Mamanya adalah wanita pertama yang paling dia cintai. Karena papa selalu sibuk di kantor, Luki selalu di tinggal berdua dengan mama.


Luki masih mengingat kelembutan tangan mama ketika menyentuh keningnya, pelukan hangatnya, dan senyumannya. Dia juga ingat ketika wajah mama menjadi pucat karena penyakitnya. Walaupun kebanyakan anak di bawah lima tahun jarang yang bisa mengingat dengan jelas, kenangan akan mama tidak pernah hilang sampai sekarang dari benak Luki.


Luki tidak pernah mencintai wanita lain setelah itu. Masa kuliahnya di AmErika dihabiskan dengan berpesta dan berganti-ganti pasangan. Tidak pernah ada wanita yang berhasil bertahan dengannya lebih dari tiga bulan. Dia beberapa kali drop out dari universitas bukan karena tidak mengikuti pelajaran, tapi lebih untuk membuat ayahnya kesal, sebagai hukuman karena saat mama meninggal papa sedang berada di luar negeri. Dan setahun kemudian, tiba-tiba papa menikahi pengasuhnya, hati Luki hancur. Luki berhasil mengusir ibu tirinya, tetapi papa malah mencoba mencari ibu tirinya. Sejak saat itu hubungan mereka tidak pernah harmonis.


Ketika papa memintanya kembali kerumah, Luki tidak pernah mengindahkannya. Saking marahnya, papa menyebut Luki sebagai anak tidak berguna yang tidak memiliki sebuah gelar pun. Luki menantang balik papa dengan masuk sekolah bisnis di Harvard dan lulus dengan predikat memuaskan hanya untuk menunjukkan bahwa dia bisa mendapatkan gelar apa pun yang dia inginkan. Sayangnya Luki tidak akan menggunakan gelarnya untuk membantu perusahaan papa. Hal itu membuat papa senewen. Berbagai macam cara dicoba papa untuk memaksa Luki pulang, tapi tidak berhasil. Akhirnya setelah serangan jantung yang membuat papa berbaring tidak berdaya dirumah sakit, Luki baru menyadari dia tidak tega melihat papa sendirian dan langsung pulang secepatnya.


Luki memutuskan untuk berdamai sementara dengan papa dan bekerja di perusahaan dengan syarat hanya untuk satu tahun. Setelah satu tahun, papa tidak akan memaksanya untuk bekerja lagi. Kini,baru enam bulan, ada dua wanita yang masuk untuk mengacaukan kehidupannya.


Luki mengambil dompet dari saku celananya dan membayar minumannya. Suasana hatinya masih kacau, tapi dia memutuskan untuk pulang ke apartemennya. Dia memasuki mobilnya yang di parkir di depan pub,dan baru hendak menyalakan mobilnya saat mobil lain menabrak bagian pinggir kanan belakang mobilnya.


Hatinya makin kesal. Dia keluar dari mobil. "Kau tidak melihat mobilku?!" Bentaknya. "Lampu mobilku sampai penyok begini. Ayo ganti rugi!"


Si pengemudi mobil lain yang berwajah bengis balas membentak. "Enak saja. Mobilku rusak. Kau yang ganti rugi!"


Luki tahu orang tersebut yang bersalah. Mesin mobilnya sama sekali belum dinyalakan. Melihat tampang orang tersebut yang menyeramkan dengan tato disekujur tubuh, kebanyakan orang akan takut. Tapi Luki tidak takut, karena dia yakin dia tidak bersalah.


"Mobilmu yang menabrakku. Aku bahkan belum menyalakan mesin mobilku. Kalau kau mau cari peekara, lebih baik kita selesaikan dengan bantuan polisi saja," Luki menantang orang tersebut.


Si pria bertato kesal setengah mati. "Apa kau tidak tahu siapa aku?"


Teman si pria bertato yang berada didalam mobil keluar, dan dua teman lainnya yang mengendarai sepeda motor mendekat.


"Aku tidak peduli kau siapa. Kau menabrak mobilku. Kau harus membayar ganti rugi," Luki bersikukuh. Suasana hatinya yang jelek semakin bertambah parah dengan kejadian ini.


Si pria bertato tertawa tertawa pendek. "Kau harus tahu siapa aku. Aku ketua preman daerah sini. Kau pasti punya uang. Mobilmu bagus begitu. Kau pasti orang kaya. Kau akan membayar ganti rugi untuk mobilku. Sekarang juga."


Luki menatap sang ketua preman dengan kesal. "Aku tidak akanembayar sepeser pun pada orang brengsek sepertimu."


"Kau berani menghinaku?" Tanya sang ketua preman kesal. Anak buahnya mulai mengambil ancang-ancang untuku mendukunh bosnya.


Luki melihat orang-orang di depannya.("empat lawan satu") katanya dalam hati sambil memgepalkan kedua tangan.("aku pernah mengalami perkelahian yang lebih buruk. Mungkin aku bisa mengeluarkan semua amarahku dalam perkelahian kali ini. Bagus juga. Sudah lama aku tidak berkelahi)".


Sang ketua preman menyerang Luki lebih dulu. Luki menunduk menghindari tinju yang mengarah ke mukanya, lalu menyerang balik dengan menjotos hidung si ketua preman sampai berdarah. Anak buah si ketua preman kaget, dan langsung maju melawan Luki. Tapi ketiganya bernasib sama. Luki menggerakkan kepala untuk meregangkan ototnya.


Melihat perkelahian di pinggir jalan, orang-orang berhenti untuk mengerumuni daerah sekitar pub. Manajer pub keluar dan mulai menelepon kantor polisi. Saat ke empat preman tersebut berdiri kembali, mereka terpaksa mundur. Sudah terlalu banyak orang yang melihat mereka. Sebentar lagi polisi pasti datang.


Luki kembali ke mobilnya dan menyalakannya. Sesaat sebelum pergi dari pub, dia memundurkan mobilnya dan menabrak bagian depan mobil si ketua preman,lalu malambaikan tangannya dari pintu kaca mobil.


Si ketua preman kesal bukan main melihat tingkah Luki. Dia menyuruh salah seorang anak buahnya yang mempunyai sepeda motor mengikuti Luki dari belakang.

__ADS_1


"Ikuti dia," teriak si ketua preman pada anak buahnya. "Jangan sampai lepas! Aku ingin tahu dimana orang brengsek itu tinggal. Dia akan menyesal nanti karena telah menghina dan menghajarku. Tidak seorangpun yang boleh luput dari amarahku. Pergi!!!" Si anak buah langsung mengikuti perintah bosnya.


 


************************


Laura memasuki kamar mama dengan perlahan. Ia menyalakan lampu dan duduk di tempat tidurnya. Seminggu berlalu sejak ia bertemu ayah kendungnya. Laura sudah menyebutnya papa. Keriganya sering makan bersama, tapi selalu tanpa Luki. Malam ini Laura menyuruh mama untuk makan berduaan dengan papa. Keduanya butuh waktu untuk berbaikan dan bercerita tentang kehidupan mereka selama 25 tahun berpisah.


Laura menyayangkan ketidak hadiran Luki, tapi ia juga tahu Luki butuh waktu untuk menerima mereka sebagai keluarga. Laura hanya berharap waktu tersebut tidak terlalu lama. Mungkin malam ini ia bisa membujuk mama untuk tidur dengannya dikamar ini. Di waktu-waktu mendatang kemungkinan besar mama akan sibuk oleh papa. Saat Laura bangkit dari tempat tidur mama, tanpa sengaja tangannya menyenggol sebuah kotak cokelat. Isi kotak tersebut berceceran keluar.


Laura mengambili kartu-kartu yang tercecer di lantai. Tangannya berhenti setelah mengambil beberapa kartu. Pandangannya terfokus pada salah satu kartu ucapan yang terbuka amplopnya. Dengan penasaran Laura membuka kartu tersebut. Ternyata sebuah kartu ulang tahun dengan gambar badut dan balon yang menghiasi depannya. Ketika melihat isinya, Laura tertegun. Selesai membaca satu kartu itu, Laura mengambil kartu yang lain dan membacanya. Tak berapa lama kemudian semua kartu sudah dibacanya.


Laura merapikan semua kartu tersebut, meletakkannya kembali ke dalam kotak dan membawa kotak tersebut keluar dari rumahnya.


 


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Luki menyalakan lampu ruang tamu apartemennya. Sore tadi dia sudah mendapatkan hasil tes DNA Laura. Dia belum membukanya. Dia tidak bisa menghentikan rasa gundah yang bersemayam di hatinya sejak hasil tes itu berada ditangannya.


Setelah memandangi amplop cokelat tersebut beberapa saat, Luki akhirnya merobek amplop tersebut dan melihat hasilnya. Dia perlu tahu apakah Laura benar-benar putri kandung ayahnya. Kalau bukan, Luki akan melakukan segala cara untuk membuat Laura dan ibunya tidak pernah bertemu dengan papa dan dirinya lagi. Tapi kalau iya....itulah masalahnya. Luki tidak tahu apa yang harus dilakukannya.


Tak berapa lama kemudian dia meremas hasil tes tersebut. Ketakutan terburuknya sudah terbukti. Laura anak kandung papanya. Adik tirinya.


Bel pintu apartemennya berbunyi. Luki berdiri dan membukakan pintu. Wajah si adik tiri muncul di sana. "Mau apa kau kemari lagi?" Tanyanya kesal. Sudah beberapa hari ini Laura selalu berusaha menemuinya. Sekeras apa pun Luki mengusirnya, Laura selalu kembali lagi keesokan harinya.


Luki menggeleng. "Tidak." Tangan Luki bersiap-siap menutup pintunya lagi, tapi Laura menghentikannya. "Dengarkan aku dulu. Aku ingin memberimu sesuatu. Setelah itu aku akan pergi."


Luki tersenyum kecut. "Apa yang mau kau bErikan? Masakanmu? Supaya aku bisa menerimamu sebagai adikku?"


Laura membErikan kotak cokelat di tangannya pada Luki. "Bukalah dan baca kartu-kartu di dalamnya. Mamaku menyayangimu. Dia tidak pernah melupakanmu. Setiap tahun mama membeli kartu ulang tahun untukmu. Beri mamaku kesempatan untuk menyayangiku sekarang. Buat mamaku menjadi keluargamu." Air mata Laura mengalir di pipi.


Luki tidak tersentuh. Dia mengambil kotak cokelat tersebut dari tangan Laura. "Baik, aku sudah mengambilnya. Sekarang kau pergi. Aku tidak mau melihatmu lagi."


Pintu apartemen ditutup. Laura berjalan lemas. Ia menekan tombol lift dengan perlahan. Tak lama kemudian lift tersebut membawanya kelantai bawah.


 


***************************


Dragon memperhatikan apartemen Luki Rafael dengan tajam. Sedah satu minggu dia mengawasi Luki keluar masuk apartemennya. Setelah menyuruh anak buahnya membuntuti orang yang menabrak mobilnya, keesokannya dia tahu segalanya tentang orang tersebut. Namanya Luki Rafael. Putra konglomerat Charles Rafael, pemilik Rafael Group. Hal itu tidak membuat Dragon takut. Hidupnya sudah keras sedari kecil. Hanya yang kuat yang bisa bertahan.


Tidak ada yang tahu siapa nama asli Dragon. Dia sudah dibuang sejak kecil, tanpa tahu siapa orangtuanya. Dia tumbuh menjadi pribadi yang keras dan kejam. Karena kekejamannya, dia berhasil menjadi ketua preman di tempatnya. Dia sangat menyukai gambar naga dan menato suluruh bagian tubuhnya dengan gambar tersebut. Saat itulah nama Dragon lahir. Hanya menyebut namanya saja, orang-orang di daerahnya sudah ketakutan. Tidak ada yang berani padanya. Sampai minggu kemarin, ketika dia dicundangi oleh seorang pria kaya yang menabraknya.

__ADS_1


Seorang gadis keluar dari apartemen Luki. Dragon mengenal gadis itu. Setiap hari gadis itu menemui Luki Rafael di apartemennya. Dragon berasumsi gadis itu pacar Luki. Dragon melihat jalanan yang sepi. Kesempatan yang bagus. Sebentar lagi gadis tersebut akan menyeberang jalan. Dragon menyalakan mobilnya dan mulai menginjak pedal gas kuat-kuat.


 


************************


Luki melempar kotak pemberian Laura tanpa antusiasme. Di dalamnya terdapat tumpukan kartu. Dia mengambil salah satu kartu tersebut dengan asal-asalan. Sebenarnya dia tidak ingin melihatnya, tapi air mata Laura sedikit membuatnya tergerak. Laura memiliki warna mata yang sama dengan papa. Tatapannya tadi seakan mengingatkan Luki pada tatapan papa yanh sedih. Jadi Luki memutuskan untuk melihat salah satu kartu tersebut.


Kartu bergambar kue ulang tahun. Luki membuka kartu tersebut.     elamat  ulang tahun yang ketujuh. Luki, maaf tante tidak bisa bersamamu. Tante berharap kau baik-baik saja. Tahun ini seharusnya gigimu mulai tanggal, bukan? Kunjungan ke dokter gigi pasti sangat mengErikan. Pasti, sakit sakit sekali ketika gigi pertamamu dicabut. Tante berharap tangan tante bisa memberimu kekuatan untuk menghadapinya. Tante merindukanmu, Luki.


Luki tertegun. Ibu tirinya menulis kartu tersebut untuk dirinya 25 tahun yang lalu. Kartu tersebut sudah sedikit menguning. Penasaran, Luki membuka salah satu kartu yang lain.


#Selamat ulang tahun yang ketujuh belas, Luki. Sekarang kau sudah dewasa. Tinggimu pasti sudah melebihi tante.


Apakah ada gadis yang kau sukai? Tante harap gadis itu menyukaimu juga.


Papamu pasti membelikanmu mobil. Hati-hati menyetir jangan ngebut. Tante berharap, tante bisa menemanimu kursus menyetir mobil.


Luki membuka satu kartu ucapan lagi. Kali ini yang terbaru.


#Selamat ulang tahun yang ke 31, Luki.


Mungkin kau sudah punya istri dan anak sekarang. Tante berharap kau selalu menyayangi mereka. Keluarga merupakan hal terpenting di dunia.


Jangan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bekerja, luangkanlah waktu dengan keluarga. Kau tidak akan mau melewatkan kesempatan bersama dengan putra/putrimu.


Tante berharap bisa melihat wajah mereka saat ini. Tante akan memanjakan mereka dan tidak keberatan kalau kau menitipkan mereka pada tante.


Jantung Luki berdetak kencang. Dia telah salah mengira. Ibu tirinya benar-benar menyayanginya.


 


*****************************


Di depan apartemen, Laura memperhatikan lampu lalu lintas di atas kepalanya. Ketika lampu bergambar orang menyeberang berubah menjadi hijau, Laura melangkah maju. Terdengar suara mobil dari sebelah kanan Laura. Lampu mobil tersebut menyorot wajah Laura, sesaat membutakannya. Lalu Laura merasa tubuhnya melayang kemudian jatuh terempas. Kaki kanannya terasa sakit sekali.


Sebelum menutup mata, Laura melihat pengemudi mobil yang menabraknya tersenyum puas. Mobil tersebut melaju meninggalkan Laura yang tergeletak sendirian.


Mata Laura berkedip perlahan. Hal terakhir yang dilihatnya adalah kerlipan bintang-bintang di langit malam, lalu segalanya menjadi gelap.


 


**********************

__ADS_1


Dragon sangat puas. Dengan tenang diambilnya jas hitam dari belakang mobilnya, lalu dengan sengaja mengubah penampilannya. Dia mengenakan kacamata. Dengan berpura-pura hendak mengunjungi seseorang. Dragon memasuki kompleks apartemen Rafael. Dia memarkir mobilnya di sebelah mobil Luki lalu menulis sesuatu di selembar kertas besar dan menyelipkannya di depan kaca mobil Luki.


Dragon tersenyum lebar. Tugasnya sudah selesai. Luki Rafael akan berpikir dua kali untuk meremehkannya lagi.


__ADS_2