Mengejar Bintang

Mengejar Bintang
Berpesta Bersama Bintang


__ADS_3

⭐⭐⭐⭐⭐


Delon mengajak maminya dan juga Bintang melewati jalur lain untuk menuju ke parkiran, jalan yang lebih dekat sehingga mereka tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa sampai di parkiran khusus mobil.


Sementara Surya dan kedua sahabatnya, melintasi jalan yang sama dengan jalan yang dilalui oleh kebanyakan orang.


Surya terus berlari dengan kencang, dia tak peduli meski puluhan pasang mata menatapnya dengan penuh tanya. Surya juga melupakan kedua orang tuanya yang masih berada di sana.


Sementara Riko dan Gio mengikuti Surya dan ikut berlari bersama sahabatnya tersebut.


"Surya, itu mobil Delon, kan?" Gio berseru seraya menunjuk arah pintu gerbang di mana mobil Delon hampir keluar dari gerbang sekolah.


"Iya, benar," balas Surya.


"Rik, ikut aku!" ajak Surya yang terus berlari menuju ke motornya.


"Gio, sebaiknya kamu balik ke sana dan tolong katakan sama Bunda, aku lagi ada sedikit urusan," pinta Surya menaiki motor sport miliknya.


"Oke," balas Gio.


"Rik, aktifkan GPS. Setelah ini aku susul kalian," pinta Gio, sebelum motor Surya meninggalkan tempat tersebut.


Riko hanya mengacungkan jempol tanda setuju.


Motor sport Surya segera meninggalkan area parkir sekolah, untuk mengejar mobil Delon.


"Delon mau bawa Bintang kemana ya, kira-kira? Kenapa dia ambil arah ke kiri, bukannya rumah Delon arah ke kanan?" tanya Riko yang suaranya tertelan angin, saking kencangnya motor Surya melaju.


"Pasti dia mau bawa Bintang ke suatu tempat, bukan ke rumahnya," ucap Riko, membalas pertanyaannya sendiri.

__ADS_1


Surya tak menghiraukan apa yang dikatakan Riko. Selain karena suara Riko tidak terdengar dengan jelas, fokus Surya hanya pada Bintang.


Kekasih Bintang itu terus melajukan motor sport-nya, Surya bahkan semakin menambah kecepatan agar bisa segera menyusul mobil Delon yang belum juga terlihat olehnya.


"Rik, ambil ponselku di kantong dan cek keberadaan Bintang dimana," pinta Surya yang kemudian memelankan sedikit laju motornya.


Surya khawatir, Delon mengambil jalan pintas dan bukan jalan utama, sehingga dia susah dikejar.


Riko segera mengambil ponsel Surya dan kemudian mengaktifkan GPS untuk mencari keberadaan Bintang, melalui GPS Tracking.


"Nanti di depan ada perempatan, dia ambil kanan, Sur!" seru Riko sambil mengamati layar ponsel milik Surya.


Sementara di dalam mobil Delon. "Bintang terus bertanya dengan heran karena sudah ada beberapa klinik yang dilewati begitu saja oleh kakak tingkatnya itu.


"Kak, sebenarnya kita mau bawa mommy-nya Kakak kemana, sih?" Dahi Bintang berkerut dalam. Apalagi Bintang juga melihat bahwa Mami Catherine sepertinya sudah membaik karena wanita paruh baya tersebut selalu memasang wajah full senyum.


"Kakak sudah melewati beberapa klinik, loh," lanjut Bintang yang dengan perasaan cemas.


"Kak Delon 'kan bisa tinggal telepon dokternya dan kita nunggu di rumah orang tua Kakak saja. Kenapa harus jalan berlainan arah sampai sejauh ini?" cecar Bintang yang tetap merasa tidak puas dengan jawaban Surya.


"Mommy lagi berantem sama papa, makanya Mommy menghindar dan ingin istirahat sejenak di tempat lain," balas Delon, mengarang cerita.


Mami Catherine hanya tersenyum kecil mendengar jawaban sang putra.


"Bintang turun di depan aja, deh, Kak. Dari tadi 'kan Bintang udah enggak mau ikut, tapi Kakak memaksa dan mendorong Bintang masuk ke dalam mobil," pinta Bintang seraya protes.


"Enggak bisa, Dik. Kamu harus ikut," tolak Delon.


"Ikut kami saja, Nak Bintang. Kami enggak akan melakukan macam-macam, kok, sama kamu," bujuk Mami Catherine seraya tersenyum hangat pada Bintang.

__ADS_1


Bintang menghela napas panjang.


Gadis itu kemudian mengambil ponsel dari dalam tas dan menghubungi seseorang, tetapi baru saja teleponnya terhubung mommy-nya Delon tanpa diduga langsung merebut ponselnya.


"Kita akan berpesta Nak Bintang. Jadi, jangan rusak momen indah kita nanti dengan hadirnya orang lain," ucap Mami Catherine pelan, tetapi penuh penekanan setelah mematikan ponsel Bintang.


Apa yang barusan Bintang lihat dan dengar, membuat Bintang semakin takut. Apalagi tatapan mata mommy-nya Delon saat menatap Bintang, nampak mengerikan.


Bintang terdiam. Gadis berkulit putih seputih susu tersebut terus berpikir, bagaimana caranya agar dia bisa lolos dari anak manja dan maminya tersebut.


'Aku harus bagaimana sekarang? Satu-satunya alat untuk bisa menghubungi Kak Surya, disita oleh Mami Catherine,' bisik hati Bintang, sedih.


'Kak Surya, apa kakak sedang mencariku sekarang?' Bintang melihat jam di pergelangan tangan kanannya dan dia yakin, kalau saat ini semua orang pasti sudah bubar dari Aula.


"Mom, Bintang boleh ya, pinjem ponsel sebentar. Bintang cuma mau mengabari papa kalau Bintang ikut sama kalian," rajuk Bintang dengan memasang wajah memelas.


"Tidak perlu, Sayang. Biar nanti anak mommy yang menghubungi papa kamu," tolak Mami Catherine dengan tegas.


Bintang menelan ludah, kecewa. Gadis itu kemudian melihat ke arah luar jendela kaca, menimbang seandainya dia nekat turun dengan cara melompat, seberapa berbahaya-kah bagi dirinya.


Nekat, Bintang membuka handle pintu, tetapi pintu tersebut ternyata terkunci secara otomatis.


Delon dan Mami Catherine yang mengetahui maksud Bintang, menjadi geram.


"Bikin dia tidur saja, Mom, daripada menyusahkan kita. Lagian, lebih enak bawa dia ke unit di saat dia tidak sadar, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan orang-orang!" titah Delon pada sang mami.


Wanita paruh baya yang dipanggil dengan sebutan mommy yang seharusnya memiliki hati lembut dan penuh kasih, menurut saja pada anak kesayangannya dan Mami Catherine tanpa rasa iba langsung membekap Bintang dengan sapu tangan yang telah diolesi dengan obat bius. Sapu tangan yang sepertinya telah disiapkan sejak awal.


Benar-benar rapi dan sudah direncanakan dengan matang, apa yang dilakukan oleh ibu dan anak laki-lakinya tersebut.

__ADS_1


Sementara Delon terus melajukan mobilnya dengan menambah kecepatan karena ingin segera sampai di apartemen miliknya dan berpesta bersama Bintang, sang gadis pujaan yang sudah lama dia idam-idamkan.


🌟🌟🌟🌟🌟 tbc ...


__ADS_2