Mengejar Bintang

Mengejar Bintang
Menjijikkan!


__ADS_3

⭐⭐⭐⭐⭐


"Papa sudah melihat rekaman itu Sayang," ucap Pak Hadi ketika fokus Bintang tertuju pada layar laptop di hadapan. "Dan papa percaya sama kamu," lanjutnya, membuat netra Bintang berbinar bahagia.


"Benarkah?" tanya Bintang, hampir tak percaya. "Terimakasih, Papa," ucap Bintang yang kemudian menghambur, memeluk sang papa.


"Tidak perlu berterimakasih, Sayang. Papa yakin kamu tidak seperti yang mereka tuduhkan," balas Pak Hadi, seraya menciumi puncak kepala sang putri, dengan penuh rasa sayang.


Cukup lama ayah dan anak gadisnya itu saling berpelukan, seolah melepaskan kerinduan yang telah sekian lama terabaikan karena tak saling memberikan perhatian.


Ya, Pak Hadi merasa telah kembali menjadi ayah yang baik untuk putrinya. Ayah yang selalu ada untuk Bintang, setelah beberapa waktu kemarin dirinya disibukkan dengan pekerjaan dan dengan hadirnya Sesil dalam kehidupannya.


Begitu pula dengan Bintang yang sibuk di sekolah, dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dia ikuti dan juga kedekatannya dengan Surya yang cukup menyita waktu kebersamaannya dengan sang papa.


"Bintang sayang sama Papa," ucap Bintang yang masih berada dalam dekapan papanya.


"Jangan tanya sebesar apa rasa sayang dan cinta papa sama kamu, Bintang. Bahkan jika papa disuruh memilih, papa akan memilih kamu dibanding dunia dan seisinya," bisik Pak Hadi, membuat Bintang berkaca-kaca.


Pelukan keduanya terurai ketika terdengar pintu diketuk yang kemudian disusul dengan hadirnya Toni dan Riko ke ruangan presiden direktur tersebut.


"Selamat sore, Om Hadi," sapa Riko dengan sopan. Sahabat Surya tersebut kemudian menyalami Pak Hadi dan mencium punggung tangan papanya Bintang.


"Selamat sore, Nak Riko. Ayo, silakan duduk," balas Pak Hadi yang kemudian mempersilahkan Riko untuk duduk di sofa.


"Bin, baru pulang?" tanya Riko setelah dirinya duduk di samping asisten Toni.


"Iya, Kak Riko," balas Bintang seraya tersenyum pada sahabat dari kekasihnya.


"Kak Riko dari rumah atau habis nganterin Bunga?" tanya Bintang kemudian, penuh selidik.


"Bunga hari ini enggak sekolah, Bin. Lagi enggak enak badan katanya," balas Riko.


"Bunga sakit? Sakit apa, Kak?" tanya Bintang, khawatir. "Kok, Kak Surya tadi pagi enggak cerita apa-apa, ya?" lanjutnya dengan dahi berkerut dalam.

__ADS_1


"Surya enggak dikasih tahu sama Bunda, Bin, karena Bunda khawatir jika nanti Surya jadi kepikiran sama si Bunga," balas Riko.


"Kamu 'kan tahu sendiri, kayak apa sayangnya Surya sama adik semata wayangnya itu," lanjut Riko seraya menatap Bintang.


"Sama kamu, apalagi," imbuhnya, membuat Bintang tersenyum, tersipu malu.


Ya, Surya memang sangat care sama Bunga. Hingga sewaktu Riko hendak mendekati sang adik, Surya sampai mewanti-wanti sama sahabatnya yang suka ceplas-ceplos jika berbicara tersebut, agar jangan pernah sekali-kali menyakiti hati sang adik.


Riko juga tahu persis, bagaimana sayangnya Surya sama Bintang. Dua tahun mereka menjalin kedekatan dan selama itu pula, Surya belum pernah sekalipun mengecewakan ataupun menyakiti hati Bintang.


Bahkan, kekasih Bintang itu selalu ada untuk sang gadis dan selalu bersedia menemani kemana pun Bintang hendak pergi.


Bintang mengangguk-angguk, membenarkan ucapan Riko.


"Oh ya, Nak Riko. Ada apa Nak Riko menemui om? Sepertinya ada hal penting yang akan Nak Riko sampaikan?" tanya Pak Hadi, menghentikan obrolan keduanya.


Riko mengangguk dan kemudian membetulkan posisi duduknya, sebelum mulai berbicara.


"Saya tidak memiliki tujuan lain, selain demi Bintang dan ketenangan keluarga Om ke depan nanti," lanjut Riko.


"Katakan Nak Riko, ada apa?" tanya Pak Hadi dengan dahi berkerut dalam.


Begitu pula dengan Bintang. Mendengar namanya dibawa-bawa, Gadis berkulit putih itupun bertanya-tanya dalam hati.


Sementara Toni yang duduk di samping Riko, diam menyimak.


"Ini ada kaitannya dengan rencana Delon dan Mbak Sesil yang ingin menghancurkan hubungan Bintang dan Surya, Om," balas Riko.


"Bintang pasti sudah menunjukkan pada Om bukan, rekaman video sewaktu Delon dan Mbak Sesil sedang berbicara dengan gadis yang tiba-tiba datang dan memeluk Surya di bandara kemarin? Gadis itu orang suruhan mereka berdua, Om, untuk membuat keruh hubungan Bintang dan Surya," lanjutnya seraya menatap Bintang.


Bintang mengangguk, membenarkan.


"Papa sudah melihatnya, Kak. Hanya saja, Mbak Sesil berhasil meyakinkan Papa kalau dia terpaksa terlibat. Dia dibawah tekanan maminya Delon," terang Bintang, membuat Pak Hadi menghela napas panjang.

__ADS_1


"Karena itulah, Om, Riko atas permintaan Surya diminta untuk menyelidiki Mbak Sesil. Ada motif apa sebenarnya dia mendekati Om Hadi?" Riko kembali menatap papanya Bintang.


Riko sengaja menyampaikan bahwa dia dimintai tolong oleh Surya agar Pak Hadi tidak perlu merasa malu pada bundanya Surya. Hal ini sesuai dengan permintaan bundanya Surya, sebelum Riko meminta ijin untuk menemui papanya Bintang.


"Dan sebelum kesini, Riko dapat laporan dari orang suruhan Riko bahwa Mbak Sesil saat ini sedang berada di diskotik," lanjut Riko seraya membuka ponsel miliknya.


Riko mencari kiriman video dari orang suruhannya dan kemudian menunjukkan pada Pak Hadi.


"Om bisa lihat sendiri apa yang dilakukan oleh Mbak Sesil di belakang Om Hadi," imbuh Riko.


Pak Hadi tertegun melihat video Sesil yang tengah dicumbui oleh seorang pemuda berwajah oriental di sofa, di tempat yang cukup temaram dengan iringan musik bising dari diskotik tersebut.


Rupanya, orang yang menelepon oppa pengelola diskotik yang kemudian memesan Sesil, adalah orang suruhan Riko dan dia mengambil gambar Sesil ketika sedang dicumbui oleh oppa-oppa tampan itu.


Tak cukup sampai di situ, orang suruhan Riko juga telah memasang CCTV tersembunyi di kamar yang dijadikan sebagai tempat untuk bersenang-senang bersama Sesil.


Dia juga mengirimkan video mesum ketika dirinya dan Sesil telah berada di kamar tersebut dengan tanpa sehelai benang pun.


"Om bisa geser video yang selanjutnya," pinta Riko dan Pak Hadi pun menurut saja.


Dibukanya kiriman video kedua dan netra Pak Hadi membulat sempurna kala melihat video tersebut. Video, di mana sang calon istri tengah menari liar tanpa busana, atas permintaan orang suruhan Riko.


"Disanalah Mbak Sesil saat ini berada, Om, dan kemungkinan sampai pagi mereka berdua akan berada di sana. Jika Om Hadi ingin menangkap basah Mbak Sesil, saya rasa ini adalah waktu yang tepat," saran Riko, kemudian.


Pak Hadi menyerahkan ponsel Riko yang kemudian direbut oleh Bintang yang juga ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh Sesil. Sementara Pak Hadi memijat pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut, nyeri.


Bintang menutup mata setelah sekilas melihat video tersebut dan kemudian menyerahkan kembali ponsel milik Riko. "Menjijikkan!" umpat Bintang.


"Bagaimana, Om?" desak Riko, sesaat kemudian.


Pak Hadi menatap sang putri dan Toni bergantian.


🌟🌟🌟🌟🌟 tbc ...

__ADS_1


__ADS_2