Mengejar Bintang

Mengejar Bintang
Wanita Bercadar


__ADS_3

⭐⭐⭐⭐⭐


Waktu terus berlalu, hubungan Bintang dan papanya kembali menghangat dan hal itu membuat Bintang sangat senang.


Riko juga sudah berangkat ke ibukota, untuk melanjutkan studinya di sana.


Sebelum pergi, dia menyempatkan diri berpamitan dengan Bintang dan Pak Hadi di kediaman megah keluarga Hadinata.


_____


"Om, tolong jaga Bintang dengan sungguh-sungguh karena bisa saja Delon dan Sesil mencari kesempatan untuk menyakitinya," pinta Riko sore itu, sebelum dirinya berangkat.


"Iya, Nak Riko. Om akan sungguh-sungguh mengawasi Bintang dan memastikan keamanan putri om," balas Pak Hadi.


"Selain dua orang suruhan om, om juga meminta sama Pak Jaya untuk ikut mengawasi Bintang," lanjutnya.


Ya, setelah kejadian hari itu, Pak Hadi kemudian menambah satu bodyguard untuk menjaga Bintang.


Kini, ada dua orang kepercayaan Pak Hadi, juga Pak Jaya yang selalu menjaga dan mengawasi kemana pun Bintang pergi, termasuk ke sekolah.


"Terimakasih banyak karena selama ini, Nak Riko, Nak Surya dan Nak Gio sudah menjaga Bintang dengan baik, di saat om terlena dengan urusan pribadi om sendiri," imbuhnya dengan netra berkaca-kaca.


Pak Hadi kemudian menatap sang putri dengan tatapan penyesalan yang mendalam.


"Sudah, Pa. Papa jangan merasa bersalah gitu." Bintang kemudian memeluk sang papa dengan erat.


Pak Hadi membalasnya dengan membelai lembut surai hitam Bintang.


"Beruntung ya, Pa. Semuanya belum terlambat," lanjut Bintang, setelah melerai pelukannya.


"Kamu benar, Nak," balas Pak Hadi.


"Om tidak tahu, apa jadinya jika Nak Riko tidak menjebak dia dan om tidak tahu kebenaran tentangnya. Pasti om jadi menikah dengan wanita itu," lanjut Pak Hadi seraya menatap Riko.

__ADS_1


Riko mengangguk-angguk. "Sudah menjadi tugas Riko untuk menjaga Bintang selagi Riko belum berangkat ke ibukota, seperti janji Riko pada Surya, Om," balas Riko.


Pak Hadi tersenyum bahagia. "Persahabatan kalian memang benar-benar luar biasa. Saling mendukung, saling menjaga dan saling menyayangi layaknya saudara. Om salut sama kalian bertiga, Nak Riko," puji Pak Hadi dengan tulus.


"Makasih, Om. Ini semua, berkat Surya. Dia yang merangkul dan membimbing saya dan Gio yang dulunya suka berantem, hingga kami bisa menjadi seperti sekarang ini," balas Riko.


Mendengar jawaban Riko, Pak Hadi menjadi semakin kagum pada sosok Surya, pemuda yang selama ini menjalin kedekatan dengan Bintang.


____


"Apa Nak Surya setiap hari kasih kabar sama kamu, Sayang?" tanya Pak Hadi, ketika mereka berdua tengah menikmati makan malam di luar.


Pak Hadi sengaja mengajak Bintang untuk makan malam di luar, agar Bintang tidak suntuk setelah hampir dua minggu putrinya itu seperti dibatasi ruang geraknya.


Ya, Pak Hadi tidak mengijinkan Bintang untuk keluar rumah jika tidak ada hal yang sangat urgent, meskipun Bintang telah memiliki pengawal pribadi.


"Iya, Pa," balas Bintang. "Kenapa, Pa?" lanjutnya, bertanya.


"Andai sejak awal papa tahu kalau ada pemuda seperti Delon yang mengejar-ngejar kamu, papa pasti ijinkan kamu untuk pindah bersama Nak Surya," ucap Pak Hadi.


Pak Hadi tersenyum. "Dari cerita Nak Riko waktu itu, papa yakin kalau Nak Surya tidak akan berbuat macam-macam pada putri papa yang cantik," balas Pak Hadi.


Bintang mengangguk, setuju. 'Papa benar. Kesempatan untuk melakukan itu selalu ada dan terbuka lebar, tapi Kak Surya selama ini tidak pernah kurang ajar pada Bintang.'


Bintang tersenyum sendiri kala mengingat momen di mana Surya seolah hendak menindih tubuhnya, tetapi Surya kemudian berguling dan tertawa lepas saat dia berhasil mengalahkan nafsunya sendiri.


Bintang juga teringat, bagaimana berkali-kali Surya seperti hendak mencium bibirnya, tetapi selalu saja berakhir di pipi dan kekasihnya itu mengatakan agar Bintang senantiasa menjaga diri, hati dan cintanya hanya untuk Surya.


'Bintang akan ingat itu, Kak. Menjaga hati, menjaga diri, hanya untuk kakak seorang,' batin Bintang yang tiba-tiba menjadi rindu akan hadirnya sosok Surya.


"Pa, kalau Bintang menikah muda, apa Papa tidak keberatan?" tanya Bintang tiba-tiba, membuat sang papa terkejut


Pak Hadi yang sedang menikmati makanannya, tersedak. Sigap, Bintang menyodorkan segelas air putih pada sang papa.

__ADS_1


"Maaf, jika pertanyaan Bintang membuat Papa kaget," sesal Bintang.


Pak Hadi menghela napas panjang. "Tidak apa-apa, Nak. Jujur, papa tidak pernah menyangka kamu akan bertanya seperti itu," balas Pak Hadi yang kemudian melanjutkan makannya kembali.


Begitu pula dengan Bintang, gadis berkulit putih itu pun kembali menikmati makanannya.


Sepanjang menghabiskan makan malam tersebut tidak ada lagi perbincangan. Bintang pun tak berani menanyakan kembali, mengenai pernikahan seperti yang sempat dia lontarkan tadi.


"Mau kemana lagi, Sayang?" tanya Pak Hadi setelah Bintang menghabiskan jus jeruknya.


"Pulang saja ya, Pa. Bintang capek," pinta Bintang yang tiba-tiba merasakan kepalanya sedikit pening.


"Tidak pengin beli sesuatu, gitu? Baju, tas atau sepatu mungkin?" tawar Pak Hadi yang sedang ingin memanjakan sang putri.


Bintang menggeleng seraya tersenyum. "Tidak perlu, Pa. Baju yang dibeliin Papa waktu itu bahkan ada yang belum Bintang pakai. Sepatu dan tas juga masih bagus, kok," tolak Bintang.


"Belum pengin ganti laptop? Ada seri terbaru, loh." Pak Hadi yang masih ingin berjalan-jalan dengan putrinya, memberikan iming-iming.


Bintang tetap menggelengkan. "Tidak, Pa. 'Kan waktu itu, baru ganti," kekeuh Bintang menolak.


Dia hanya ingin pulang sekarang dan segera beristirahat karena rasa pusing di kepalanya langsung akan mereda, jika Bintang sudah beristirahat.


"Ya, sudah kalau begitu," ucap Pak Hadi akhirnya menyerah dan tak ingin lagi memaksa sang putri.


Ayah dan anak gadis tersebut kemudian segera beranjak. Namun, baru saja mereka berjalan beberapa langkah, Bintang dengan tergesa lari menuju ke toilet.


"Bintang, mau kemana, Sayang?" tanya Pak Hadi seraya mengejar Bintang.


Pak Hadi merasa lega, ketika melihat Bintang masuk ke dalam toilet wanita.


"Aku pikir, ada apa?" Pak Hadi kemudian melangkah menuju bangku, tak jauh dari toilet untuk menunggu Bintang keluar dari sana.


Sementara seorang wanita yang mengenakan cadar, terlihat mengikuti langkah Bintang masuk ke dalam toilet.

__ADS_1


Entah siapa wanita bercadar itu karena semenjak tadi, dia selalu melihat ke arah Bintang dan papanya yang sedang menikmati makan malam.


🌟🌟🌟🌟🌟 tbc ...


__ADS_2