Mengejar Bintang

Mengejar Bintang
Apakah Hasil Tes Kesehatan Ini, Asli?


__ADS_3

⭐⭐⭐⭐⭐


Sesil dengan penuh perhatian menyusul Bintang dan ikut masuk ke dalam toilet. Dia juga mencari simpati dengan memijat tengkuk Bintang.


Setelah semua isi di dalam perut Bintang terkuras habis, gadis berkulit putih yang wajahnya kini terlihat sangat pucat tersebut kemudian segera keluar dari toilet dengan diiringi Sesil.


"Sayang, kamu muntah lagi?" tanya Pak Hadi dengan tatapan penuh khawatiran.


"Mas, dari awal 'kan aku sudah bilang sama Mas, tapi Mas Hadi tidak mempercayaiku," sahut Sesil.


"Delon mau bertanggung jawab, Mas. Apalagi yang Mas Hadi pertimbangkan?" Sesil memberikan kode pada Delon dengan isyarat matanya.


"Benar, Om. Delon akan menikahi Bintang, selain agar anak yang ada dalam kandungan Bintang memiliki ayah, Om juga tahu 'kan, kalau Delon sangat sayang pada putri Om," timpal Delon.


Mendengar perkataan Sesil dan Delon, Bintang mengerutkan dahi. "Pa, Bintang tidak hamil seperti yang mereka katakan, Pa. Bintang akhir-akhir ini sering muntah dan sakit kepala karena ternyata Bintang terkena ...."


Bintang bermaksud mengatakan pada sang papa mengenai penyakit yang baru saja dia ketahui setelah menjalankan serangkaian pemeriksaan, tetapi Sesil memotong ucapannya dengan cepat.


"Jangan dengarkan apa kata putrimu, Mas. Kalau Mas tidak percaya, Mas bisa lihat sendiri hasil pemeriksaan ini dan Mas silahkan tanya pada Bintang, apakah tadi dia melakukan pemeriksaan di rumah sakit Permata?" Sesil menyodorkan selembar kertas putih yang diambilnya dari dalam tas.


Pak Hadi mengambil kertas tersebut dan segera melihat deretan huruf yang tertera di sana.


Sementara Bintang semakin mengerutkan dahi. "Jadi, yang tadi merebut hasil tes kesehatanku mereka? Apa alasannya?' batin Bintang bertanya-tanya.


"Mas bisa baca ini, kan?" Sesil mendekat dan kemudian menunjuk tulisan hasil dari pemeriksaan Bintang.


Tangan Pak Hadi bergetar, membaca tulisan tersebut.


"Hasilnya positif, Mas. Bintang positif hamil anak Delon,' lanjut Sesil, meyakinkan.


Pak Hadi menatap tajam pada sang putri.

__ADS_1


"Pa, mereka pasti sudah memalsukan hasil tes kesehatan Bintang, Pa," sangkal Bintang.


"Jadi benar, kamu tadi ke rumah sakit Permata?" cecar Pak Hadi dengan tatapan yang menyimpan amarah.


Bintang mengangguk, lemah. "Tapi bukan itu hasilnya, Pa. Kalau Papa tidak percaya, Papa bisa cek langsung ke rumah sakit Permata dan tanyakan pada Dokter Prima. Dia yang tadi menangani dan menjelaskan semua hasilnya pada Bintang."


"Ayo Mas, kita ke rumah sakit! Silahkan Mas buktikan sendiri kebenarannya," ajak Sesil dengan antusias.


"Benar, Om. Kalau Om ragu dengan hasil pemeriksaan tersebut, silahkan Om cek langsung ke rumah sakit," timpal Delon.


Sementara Asisten Toni yang sedari tadi menyimak, menatap Bintang penuh iba.


Laki-laki yang usianya tidak jauh berbeda dengan Pak Hadi tersebut kemudian mendekati tuannya. "Maaf, Tuan. Sebaiknya, Tuan Hadi mendengarkan penjelasan Nona Bintang terlebih dahulu," sarannya.


Pak Hadi menghela napas panjang, mencoba mendengarkan apa kata asistennya.


"Pak Hadi, saya rasa apa yang dikatakan Sesil dan Delon, ada benarnya. Agar Pak Hadi tidak ragu, sebaiknya Pak Hadi langsung ke rumah sakit saja untuk membuktikan sendiri kebenarannya." Suara Pak Marcus yang ikut angkat bicara, membuat Pak Hadi kembali goyah.


Ditambah kejanggalan-kejanggalan selama beberapa hari ini, di mana sang putri sering mengeluh pusing kepala dan muntah, sama persis seperti mendiang istrinya ketika hamil Bintang.


"Pa," panggil Bintang seraya menatap sang papa dengan tatapan entah.


"Jika memang terbukti putri Anda mengandung cucu saya, tentu saya sangat senang dan berharap mereka berdua bisa menikah secepatnya," lanjut Pak Marcus, membuat Pak Hadi semakin gamang.


"Bagaimana, Om?" desak Delon. "Sebelum saya berubah pikiran dan menolak menikahi putri Om. Om tentu tidak ingin orang-orang di luar sana tahu bukan, kalau putri Om hamil di luar nikah?" Delon mencoba mengintimidasi. Dalam hati, pemuda berwajah blasteran tersebut tertawa senang.


"Pa, semua itu tidak benar!" sanggah Bintang kembali.


"Kita ke rumah sakit sekarang!" ajak Pak Hadi kemudian.


Bintang hanya bisa pasrah mengikuti kemauan sang papa, seraya berharap semoga jalan kebenaran terbuka di sana.

__ADS_1


Asisten Toni yang hendak ikut ke rumah sakit, dicegah oleh Pak Marcus.


"Pak Toni, sebaiknya kita lanjutkan pembicaraan yang tadi," pintanya yang kemudian menatap Pak Hadi, meminta persetujuan.


Pak Hadi mengangguk dan memberikan isyarat pada Toni asistennya.


Bersama Delon dan Sesil, Bintang dan papanya kemudian meluncur ke rumah sakit Permata untuk membuktikan semua kebenaran mengenai hasil pemeriksaan kesehatan Bintang.


Sepanjang perjalanan, Pak Hadi dan putrinya hanya terdiam. Sementara Sesil terus memprovokasi papanya Bintang tersebut, agar segera menikahkan Bintang dengan Delon.


"Kalau mereka menikah secepatnya, setidaknya Mas tidak akan malu sama rekan-rekan bisnis Mas," desak Sesil.


"Benar, Om. Setelah menikah nanti, untuk sementara waktu sampai Bintang melahirkan, kami bisa tinggal dulu di rumah grandma di luar, agar orang-orang tidak mengetahui kehamilan Bintang," timpal Delon seraya tersenyum licik, menatap Bintang yang duduk di bangku belakang melalui pantulan rear vision mirror.


Bintang hanya bisa menghela napas panjang. Percuma juga jika dia menyangkal karena bukti tertulis dengan kop resmi rumah sakit, sudah dipegang sang papa.


Sementara Pak Hadi juga tidak menanggapi celoteh Delon dan Sesil. Dia hanya ingin segera sampai ke rumah sakit dan mendengar sendiri penjelasan dari dokter di sana.


Tak berapa lama, mobil yang dikendarai Delon berbelok ke rumah sakit Permata.


Mereka berempat segera turun, setelah Delon memarkirkan mobil di tempat yang tersedia.


"Kita ke bagian informasi, Mas," ajak Sesil seraya menggandeng tangan Pak Hadi.


Entah karena bingung atau memang masih ada rasa, papanya Bintang itu membiarkan saja Sesil menggandeng tangannya.


Sementara Bintang menyimpan kekesalan dalam hati.


"Maaf Sus, apakah hasil tes kesehatan ini asli dan dikeluarkan oleh rumah sakit ini?" tanya Pak Hadi dengan tidak sabar kepada petugas yang berjaga di bagian informasi, seraya menyodorkan lembar kertas putih yang tadi dia terima dari Sesil.


🌟🌟🌟🌟🌟 tbc ...

__ADS_1


__ADS_2