
Acara perpisahan tersebut berlangsung dengan sangat meriah dan semuanya berjalan dengan lancar, tanpa ada kendala sedikitpun.
Acara ditutup dengan penampilan group band yang digawangi oleh Surya sebagai vocalis sekaligus memegang gitar, Gio sebagai bassist, Riko sang penggebuk drum dan dua teman lainnya yang memegang gitar akustik dan keyboard.
Penampilan Surya sangat memukau, hingga hampir semua siswi berdiri untuk memberikan applaus ketika lagu pertama usai dibawakan dengan sangat apik oleh kekasih Bintang tersebut.
Sementara dari tempatnya duduk, Bintang tersenyum lebar kepada Surya yang selalu melemparkan senyuman ke arahnya dan sesekali mengedipkan sebelah matanya.
"Kamu enggak takut, jika kalian nanti berjauhan, Bin?" tanya salah seorang teman cewek Bintang yang juga mengagumi penampilan Surya
Bintang hanya tersenyum tipis. "Kami saling percaya dan itu adalah kunci dari kelanggengan sebuah hubungan, bukan?' balas Bintang, bertanya.
Gadis berkaca mata minus tebal tersebut mengangguk, membenarkan. " Kalian memang pasangan serasi. Semoga hubungan kalian tetap berlanjut hingga nanti menua bersama," doanya dengan tulus.
"Makasih, Fit," balas Bintang seraya memeluk bahu Fitri, teman sebangku Bintang.
Dari atas panggung, terdengar suara Surya menggema memenuhi ruangan yang kedap suara tersebut.
"Ini adalah persembahan terakhir dari kami. Kalaupun jika nanti kita berpisah, itu hanyalah raga dan bukan hati kita karena hati kita masih akan tetap saling terpaut, saling menyayangi sebagai saudara satu almamater."
Tepuk tangan kembali terdengar sangat meriah, mengiringi intro dari sebuah lagu lawas yang biasa dinyanyikan dikala momen perpisahan seperti saat ini.
Lagu 'Kemesraan' ciptaan Franky Sahilatua dan Johny Sahilatua yang dipopulerkan oleh penyanyi legendaris Iwan Fals, di tahun 90-an.
'Suatu hari
Dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi'
'Burung camar terbang
Bermain diderunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita'
'Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
__ADS_1
Mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu'
Semua mata tertuju ke arah Surya dengan penuh kekaguman dan mereka semua kemudian berdiri untuk ikut menyanyikan reff-nya.
'Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu'
'Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Jiwa ku tentram
Bersamamu'
Tak sedikit dari mereka yang meneteskan air mata, terutama kaum hawa. Mereka larut dalam pesan yang disampaikan oleh lirik lagu tersebut.
Surya kemudian membungkuk hormat dan tersenyum lebar mengakhiri performanya di atas panggung, tepuk tangan meriah kembali menggema di udara, sangat puas dengan penampilan group band yang digawangi Surya CS yang memang sudah diakui kepiawaiannya.
Hanya satu orang yang memasang wajah masam dan dia adalah Delon.
"Ck, cuma segitu doang, dikagumi dan dikasih apresiasi!" ucap Delon dengan sangat kesal dan pemuda itu melampiaskan kekesalannya dengan berjalan keluar terlebih dahulu dari deretan siswa kelas tiga, sebelum mereka semua yang seangkatan maju ke panggung untuk saling bersalaman.
Ya, sejak awal masuk ke sekolah tersebut, Delon tidak pernah suka jika Surya dipuji dan dipuja. Dia selalu iri dengan apapun yang dimiliki oleh Surya.
Pesona Surya di lapangan, kecerdasan Surya di berbagai olimpiade ilmu science, dan kepiawaian Surya dalam bermain musik. Terutama, Delon tidak suka dengan keberhasilan Surya dalam menaklukkan hati Bintang.
Delon kemudian mendekati papa dan maminya.
"Pa, Mom, sekarang aja, deh, ngomong sama Bintang," pinta Delon.
__ADS_1
"Papa enggak mau, Delon. Dari waktu itu papa sudah bilang sama kamu, jika kamu suka dengan seseorang, gunakan cara yang gentlemen, bukan cara-cara yang licik!" tegas sang papa, menolak.
"Ck, papamu ini memang tidak dapat diandalkan, De. Biar mommy saja yang bicara sama gadis cantik itu." Mami Catherine langsung beranjak dan diikuti oleh Delon.
Sementara Pak Marcus hanya bisa geleng-geleng kepala, menyayangkan sikap istrinya yang selalu memanjakan Delon.
Kesempatan baik di saat Surya dan teman-teman seangkatannya masih sibuk di depan sana untuk saling bersalaman, berfoto-foto dan bergembira ria bersama sebelum akhirnya benar-benar berpisah, Delon memanfaatkannya dengan mendekati Bintang yang sedang duduk seorang diri menanti sang kekasih hati.
"Halo, Sayang," sapa maminya Delon yang langsung merentangkan kedua tangan, siap memeluk Bintang.
Bintang kemudian berdiri dan tersenyum pada wanita paruh baya bermata biru tersebut. "Halo, Mom," balas Bintang yang kemudian memeluk maminya Delon.
"Sayang, ikut mommy, yuk! Mommy mau ngadain party kecil-kecilan untuk merayakan kelulusan Delon di apartemen Delon," ajak Mami Catherine seperti yang diminta Delon.
Sengaja, Delon ingin menggelar pesta di apartemen karena dia memiliki rencana untuk bisa mendapatkan Bintang. Tak perduli jika caranya salah karena yang terpenting bagi pemuda anak mami tersebut, Bintang bisa dia miliki seutuhnya.
"Maaf, Mom. Bintang tidak bisa karena Bintang sudah ada janji dengan seseorang," tolak Bintang dengan halus.
"Come on, Baby. Sekali ini saja, Bintang ikut mommy. Sama teman-teman Bintang 'kan sudah sering, tapi kalau sama mommy, belum pernah 'kan?" desak Mami Catherine.
Bintang menggeleng. "Maaf mommy, Bintang benar-benar tidak bisa," tegas Bintang yang kembali menolak.
"Aduh, De. Kepala mommy tiba-tiba pusing." Mami Catherine nampak kesakitan seraya memegangi kepalanya.
"Bertahan, Mom. Delon akan bawa Mommy ke dokter," ucap Delon yang nampak panik.
"Mom, Mom Catherine tidak apa-apa, kan?" Bintang ikutan panik.
"Sakit sekali, Sayang," balas Mami Catherine seraya menatap sendu pada Bintang, membuat Bintang merasa tidak enak hati.
"Mari, Mom. Bintang antar sampai mobil," ajak Bintang yang segera beranjak.
Dari depan sana, Surya yang baru menyadari bahwa sang kekasih tak lagi ada di tempat duduknya, mengedarkan pandangan.
Kekasih Bintang itu segera keluar dari kerumunan teman-temannya seraya menyeret tangan kedua sahabatnya, ketika melihat Bintang sudah mencapai ambang pintu bersama Delon dan Mami Catherine.
"Kita ikuti mereka!" seru Surya di tengah hiruk pikuk siswa siswi di dalam Aula tersebut.
Surya terus berlari mengejar Bintang yang ikut bersama pemuda yang diketahui sangat terobsesi pada Bintang, diikuti oleh Riko dan Gio yang masih bingung dan belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
'Beib, tunggu aku. Aku enggak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu.'
πππππ tbc ...
__ADS_1