Mengejar Bintang

Mengejar Bintang
Syok Terapi untuk Delon


__ADS_3

⭐⭐⭐⭐⭐


Sepulang dari kediaman Hadinata, Surya yang sudah berganti pakaian karena memang ada beberapa pakaian ganti miliknya yang ditinggal di rumah Bintang, langsung menuju kafe untuk bertemu dengan dua sahabatnya.


Ya, Riko dan Gio tadi memberikan kabar bahwa mereka berdua sudah tidak di rumah Surya, tetapi menunggu sahabatnya itu di kafe untuk mengadakan perpisahan kecil-kecilan sebelum Surya dan Gio terbang ke Ausie besok dan Riko berangkat ke ibukota.


Surya melajukan mobil Gio dengan kecepatan sedang, ketika di tikungan jalan yang cukup sepi mobilnya dipepet oleh dua mobil lain dan diberhentikan dengan paksa di tepi jalan.


"Siapa mereka?" gumam Surya, was-was.


Surya diam di tempat duduknya dan tak ingin turun, meski pengemudi yang ada di depannya sudah menyuruh Surya untuk turun dengan isyarat tangan.


Surya menanti, siapa lagi yang akan turun dari mobil tersebut karena seseorang nampak membukakan pintu bagian belakang.


Sambil menanti apa yang akan terjadi, tangan Surya meraih ponsel dari atas dashboard dan kemudian mengirimkan pesan lokasi pada dua sahabatnya, disertai pesan suara.


"Cepat kemari, aku butuh bantuan! Ada yang menghadang jalanku!"


Netra Surya membola kala melihat sosok yang baru saja turun dari mobil.


"Delon, apa maunya dia? Kenapa dia menghadang aku?" tanya Surya pada dirinya sendiri.


Rupanya, setelah Surya berhasil menyelamatkan Bintang dari tangannya, Delon terus mengawasi kemana kekasih Bintang itu pergi.


Delon mencari kesempatan untuk dapat menghabisi Surya dan begitu dia melihat Surya keluar dari rumah Bintang barusan, Delon yang selalu memantau kekasih Bintang itu dari kejauhan beserta beberapa anak buahnya, langsung mengejar.


"Turun!" teriak seorang anak buah Delon sambil mengetuk pintu jendela kaca di sisi kanan Surya dengan keras.


Surya masih terdiam. Melihat jumlah anak buah Delon yang cukup banyak, Surya tak ingin mati konyol jika turun saat ini juga. Dia sengaja mengulur waktu, setidaknya sampai posisi Riko dan Gio sudah cukup dekat.


Kebetulan kafe tempat mereka bertiga janjian, tidak terlalu jauh dari lokasi dimana Surya di hadang Delon dan anak buahnya yang kesemuanya berbadan kekar.


Ya, sebagai putra pengusaha kelas kakap, tak sulit bagi Delon untuk menemukan orang-orang yang bersedia di bayar untuk melakukan apapun yang dia perintahkan, termasuk mencelakai seseorang.


Kaca mobil tersebut terus di gedor, bahkan Delon pun ikut mendekat dan berteriak. "Turun kamu!" Tangan Delon sambil menuding ke arah Surya.


Kondisi jalan yang cukup jauh dari lampu penerangan jalan dan senja yang telah tergantikan dengan kegelapan, membuat beberapa mobil lain yang melintas tak begitu memperhatikan apa yang sedang terjadi dengan tiga mobil yang berderet tersebut.

__ADS_1


Delon terus menggedor dengan keras, hingga akhirnya setelah cukup lama berdiam diri dan memperkirakan bahwa bantuan akan segera datang, Surya pun membuka pintu mobil.


Bogem mentah langsung dia terima dari arah belakang begitu Surya menapakkan kakinya di aspal, hingga sempat membuat tubuhnya oleng.


Delon hendak menambahkan, tetapi Surya dapat menepis tangan Delon.


"Kalau berani, jangan keroyokan!" seru Surya.


Delon terkekeh. "Katakan saja, apa pesan terakhir kamu sebelum nyawamu melayang, Surya."


Baru saja Delon selesai bicara, terdengar suara sirine mendekat.


"Shi*t! Pandai juga kamu, masih sempat menghubungi polisi!" umpat Delon dengan kesal karena lagi-lagi, rencananya terpatahkan.


Delon dan anak buahnya langsung kocar-kacir. Mereka buru-buru kembali ke dalam mobil dan tancap gas, meninggalkan Surya seorang diri.


Baru saja mobil mereka berlalu, Riko dan Gio yang mengendarai motor Surya, berhenti tepat di samping kekasih Bintang tersebut.


Sementara mobil polisi yang bersama Riko dan Gio, terus mengejar mobil Delon dan anak buahnya.


"Kamu tidak apa-apa, kan, Sur?" tanya Gio yang langsung melompat turun dan memegang lengan Surya.


"Delon? Jadi pelakunya dia?" tanya Riko setelah memarkirkan motornya.


Surya mengangguk, membenarkan.


"Benar-benar ya, tuh, anak! Kita enggak bisa mendiamkannya saja, Sur. Kita harus melanjutkan laporan kita, kalau perlu, sekalian runutannya dengan kasus penculikan Bintang tadi!" ucap Riko dengan geram.


Gio mengangguk, setuju.


"Kami tadi langsung ke kantor polisi dan memperdengarkan pesan suara kamu sama petugas. Jadi, ayo kita kembali ke sana dan memberikan laporan secara lengkap," ajak Gio.


"Biar aku yang nyetir, kamu istirahat saja," lanjutnya yang kemudian naik ke bangku pengemudi.


Surya hanya bisa menurut dan kemudian masuk dari sisi kiri.


Mobil Gio segera melaju yang diikuti Riko dari belakang untuk menuju ke kantor polisi terdekat.

__ADS_1


"Cerdas juga kalian tadi sempat kepikiran lapor polisi," ucap Surya setelah beberapa saat mobil melaju.


"Kalau saja kalian tadi hanya datang berdua, mungkin kita bertiga sudah terkapar di atas aspal," lanjutnya.


"Memangnya, seberapa banyak mereka?" tanya Gio, menoleh sekilas ke arah sahabatnya.


"Sekitar lima belas orang dan kesemuanya, berperawakan tinggi besar layaknya algojo," balas Surya yang sempat menghitung jumlah pasukan Delon, sebelum dirinya memutuskan untuk turun dari mobil tadi.


Gio mengangguk-angguk.


Tak lama kemudian, mereka tiba di kantor polisi.


Melangkah pasti, Surya memasuki kantor pengayom masyarakat tersebut yang diikuti oleh Gio dan Riko.


Kedatangan mereka bertiga disambut oleh petugas jaga yang tadi sempat melihat kedatangan Riko dan Gio, sebelum kemudian kedua sahabat Surya tersebut buru-buru pergi bersama beberapa orang petugas.


"Ada apa, Mas? Bagaimana, tadi?" tanya petugas tersebut seraya mengedarkan pandangan ke arah luar kantor.


"Rekan-rekan Bapak masih mengejar pelaku," ucap Riko yang seolah mengetahui apa yang dipikirkan petugas jaga tersebut.


"Kami ke sini mau memberikan laporan lengkap mengenai penghadangan rekan kami barusan," lanjutnya.


"Baik, silahkan, Mas." Petugas tersebut bersiap mengetikkan laporan dari Surya.


Surya kemudian menceritakan bagaimana kejadiannya dan menghubungkan kejadian barusan dengan kasus penculikan Bintang yang dilakukan oleh Delon, tetapi berhasil dia gagalkan bersama Riko.


"Jika Bapak butuh bukti lain, Bapak bisa menghubungi pihak security apartemen tempat Delon berada dan juga dokter Viona, tetangga Delon di apartemen. Nenek viona-lah yang menolong menyadarkan Bintang dari pingsannya akibat pengaruh obat bius," lanjut Surya.


"Kenapa kalian tidak melaporkan kasus penculikan sejak tadi siang?" cecar petugas berseragam coklat tersebut dengan tatapan menyelidik.


"Kami pikir, Delon tidak akan mengulang kesalahannya lagi, Pak, tapi ternyata kami salah. Lagipula, Delon itu putra dari pemilik saham terbesar di perusahaan papanya Bintang, jadi Om Hadi lebih memilih jalan damai," balas Surya.


Petugas tersebut mengangguk, mengerti.


"Baiklah, laporan dari kalian akan segera kami tindaklanjuti," ucap petugas tersebut, membuat Surya merasa sedikit lega.


Meski Surya tidak yakin, polisi akan dapat memenjarakan Delon mengingat dia adalah putra seorang pengusaha besar di kota tersebut, tetapi setidaknya syok terapi sudah diberikan pada Delon.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟 tbc ...


__ADS_2