
Keesokan harinya, Sesil menemui Delon di apartemen adik sepupunya tersebut. Dia datang langsung dari diskotik, setelah semalaman Sesil dihajar oleh Leon.
Sesil menceritakan semua yang dia alami kepada Delon sambil terisak, hingga membuat pemuda berwajah blasteran yang selalu mengejar Bintang, menjadi geram.
"Kurang ajar sekali si Riko! Berani-beraninya dia berurusan dengan keluargaku!" Kedua tangan Delon mengepal sempurna.
"Pokoknya, kamu harus membalas perbuatan mereka ke aku, De. Aku enggak terima diperlakukan seperti ini," ucap Sesil masih terisak.
"Tenang saja, Sister. Aku pasti akan membalas perbuatan mereka padamu, termasuk Om Hadi!" balas Delon yang diliputi amarah.
"Kamu harus bisa mendapatkan Bintang, entah bagaimana caranya, De. Setelah kamu berhasil mendapatkannya, buat dia benar-benar jatuh ke dalam pelukanmu dan setelah itu campakkan dia!" pinta Sesil, emosional.
Delon mengangguk. "Jangan khawatir, Sis. Kamu tahu betul siapa aku, kan? Aku pasti akan membuang Bintang setelah gadis itu puas aku nikmati." Delon tersenyum smirk.
Sesil pun ikut tersenyum, merasa puas karena Delon akan membantunya membalaskan dendam pada Riko, Bintang dan mantan calon suaminya.
Sejenak, Sesil melupakan kesedihan dengan apa yang baru dialaminya semalam. Sesil melupakan bahwa bisa saja dia tertular penyakit kelamin dari Leon.
Sesil kemudian mendekati Delon dan hendak memeluk adik sepupunya tersebut. Namun, Delon seperti menghindar hingga membuat Sesil kembali bersedih.
"Kenapa, De? Kenapa kamu menghindar dariku? Apakah se-menjijikkan itu diriku di matamu, De?" tanya Sesil dengan mata berkaca-kaca.
"Bukan seperti itu, Sis," sangkal Delon yang sejujurnya takut kalau-kalau Sesil tertular penyakit kelamin dari lawan mainnya semalam.
"Lantas, kenapa kamu menghindar?" cecar Sesil. "Aku kangen tahu sama kamu, De," rajuk Sesil yang kembali mendekat.
"Sis, sebaiknya kamu cek kesehatan dulu dan memastikan bahwa kamu baik-baik saja," pinta Delon yang akhirnya bersedia dipeluk oleh Sesil, meski dengan perasaan was-was.
"Ya, setelah ini aku akan ke rumah sakit, tapi biarkan aku memelukmu seperti ini dulu," mohon Sesil seraya mendekap erat tubuh kekar Delon.
__ADS_1
Delon pasrah dan membiarkan saja kakak sepupunya tersebut mencari ketenangan dan kenyamanan dengan menyembunyikan wajah di dadanya yang bidang.
Cukup lama Sesil memeluk Delon hingga dirinya merasa cukup tenang. "Terimakasih, De. Kamu selalu ada untukku," ucap Sesil yang kemudian duduk di sofa empuk di kamar mewah Delon.
"De, beri aku sesuatu yang bisa membuat pikiranku menjadi tenang," pinta Sesil, setelah beberapa saat.
Delon yang tadinya ikut duduk tak jauh dari Sesil, segera beranjak menuju almari pendingin dan mengambil dua botol minuman beralkohol tinggi favorit mereka berdua.
Pemuda berwajah blasteran tersebut membukakan botolnya dan kemudian memberikan satu botol kepada Sesil.
Delon juga membuka botol miliknya dan mereka berdua kemudian bersulang sebelum menenggak minuman yang dapat menghangatkan tubuh dan membuat seseorang menjadi terlena itu.
"Lagi, De. Masak cuma satu," tagih Sesil ketika minuman dalam botolnya hampir habis.
Patuh, Delon segera beranjak dan kembali menuju almari pendingin.
Pemuda itu kemudian mengambil beberapa botol sekaligus untuk Sesil dan juga untuk dirinya karena Delon juga butuh ketenangan setelah mendengar berita buruk yang menimpa kakak sepupu sekaligus teman kencannya tersebut.
Wanita muda terkekeh senang, seolah tidak memiliki beban apapun dalam hidupnya. Sepertinya, Sesil sudah mulai mabuk setelah menghabiskan hampir empat botol kecil minuman beralkohol tinggi.
"Sudah, Sis," larang Delon yang juga sudah mulai oleng, ketika Sesil hendak mengambil botol kelima.
"Tapi aku mau lagi, De," rajuk Sesil sambil berusaha merebut botol yang berada dalam genggaman Delon.
"Cukup, kamu sudah banyak minum!" tolak Delon. "Tidurlah di ranjang, biar aku tidur di sini," titah Delon kemudian.
Pemuda itu merasakan seluruh tubuhnya mulai menghangat dan berada sedekat ini dengan Sesil membuat Delon mulai terangsang. Apalagi Sesil terus menempel pada Delon dan berusaha untuk merebut minuman yang dia bawa.
Delon bergeser dan berusaha untuk terus menjauh dari kakak sepupunya tersebut.
__ADS_1
Sementara Sesil terus merangsek, ingin merebut botol berisi minuman yang membuatnya ketagihan. "Aku mau lagi, De."
Sesil akhirnya berhasil merebut botol tersebut, setelah dia duduk di pangkuan Delon.
Buru-buru, wanita bermata kebiruan yang sama persis dengan mata Delon tersebut segera menenggak botol kelima hingga tandas tak bersisa.
"Nikmat banget, De," ucap Sesil, puas. Dia pandangi botol kosong tersebut dengan tersenyum lebar.
"Apa kamu mau, De? Masih ada rasanya di mulutku," tawar Sesil yang kemudian langsung menyerang bibir Delon.
Delon terkejut. Kesadaran pemuda itu yang masih sembilan puluh persen, membuat dia hendak menghindar. Namun, serangan Sesil yang tiba-tiba dan begitu liar, membuat pemuda tersebut kesulitan untuk melepaskan diri.
"Nikmati saja, De. Aku janji, hanya permainan bibir dan tidak lebih," ucap Sesil seraya menatap Delon dengan tatapan sayu.
Delon yang tak kuasa menolak keinginan Sesil, mengangguk setuju. "Oke, just kissing."
Sesil kembali melabuhkan ciuman di bibir Delon, tapi sang adik sepupun seolah tidak merespon.
Sesil yang sudah mulai on, semakin melu*mat dan berusaha memberikan kenikmatan pada Delon, seperti biasanya. Hingga membuat Delon lambat laun ikut menikmati permainan bibir Sesil dan kemudian membalas dengan tak kalah liar.
Tangan Sesil mulai nakal, membangkitkan gairah Delon. Dia juga mulai melucuti pakaiannya satu per satu.
"Kita nikmati pagi yang indah ini, De," bisik Sesil di telinga Delon.
Kamar mewah Delon kini di penuhi dengan suara desa*han manja Sesil dan suara lenguhan Delon yang sudah benar-benar bangkit gairahnya karena ulah nakal Sesil.
Delon melupakan bahwa bisa saja Sesil menularkan penyakit kepada dirinya karena saudara sepupu yang saat ini ada di bawah kungkungannya, baru saja berhubungan dengan seorang pengidap penyakit kelamin menular.
Delon benar-benar sudah dikuasai nafsu bira*hi. Dia tidak dapat lagi mengendalikan diri, akibat minuman beralkohol tinggi dan juga sentuhan nakal Sesil.
__ADS_1
πππππ tbc ...