
Mendengar yang di katakan oleh kepala sekolah itu membuat Flo sangat geram, terlebih lagi Sean, ia sudah sangat kesal pada orang yang tidak bisa berbuat adil.
Sedangkan Nisa sekuat tenaga menahan air matanya karena sangat takut dengan keadaan seperti ini.
" Baiklah saya akan memanggil orang tua saya, dan maaf jika setelah ini bukannya saya yang keluar dari sekolah ini tapi mungkin anda dan anak anda lah yang keluar, karena tidak pantas untuk Anda menduduki jabatan sebagai kepala sekolah kalau anda tidak bisa berbuat adil meskipun itu menyangkut putra anda. " kata Flo sudah saking geramnya sehingga tidak ada rasa hormat lagi yang Flo rasakan pada orang yang menjabat sebagai kepala sekolah itu.
" Hmm... beraninya kamu bicara seperti itu, memangnya siapa kamu sehingga mengatakan kalau saya yang akan keluar dari sekolah ini, kamu masuk ke sekolah ini saja melalui beasiswa, sangat tidak pantas bagimu mengatakan seperti itu, dasar anak tidak tahu diri " kata kepala sekolah itu juga saking geramnya terhadap Flo.
Sedangkan kelima siswa dan para orang tua mereka hanya tersenyum sinis saja memandang Flo yang mereka anggap sebagai orang yang tidak ada artinya.
" Cukup... Disini saya lah yang memiliki wewenang untuk memutuskan, jadi sudah saya putuskan, karena mereka berdua tidak bersalah jadi saya membebaskan mereka, tapi saya minta kedepannya jangan lagi ada kekerasan seperti ini, kalau tidak saya tidak akan segan - segan lagi untuk mengeluarkan siswa yang memang terbukti bersalah. " kata Alan yang juga sudah sangat geram melihat kepala sekolah yang bertindak tidak adil di depan matanya.
Mereka semua langsung terdiam mendengar apa yang di katakan Alan, sedangkan kepala sekolah itu sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena itu keputusan dari asisten pribadi pemilik sekolah ini.
__ADS_1
" Dan kalian berdua saya minta panggil orang tua kalian ke sini sekarang, karena kejadian ini harus di saksikan oleh orang tua masing-masing, agar kedepannya orang tua kalian bisa menasehati kalian semua agar tidak terjadi lagi seperti ini lagi " kata Alan lagi dengan tegasnya.
" Mm... maaf Pak, orang tua saya saat ini berada di luar kota sehingga tidak bisa ke sini sekarang " kata Nisa sambil tertunduk.
Mendengar itu Flo kasihan dengan temannya itu.
" Pasti sudah terjadi sesuatu, apa yang sudah terjadi padamu Nisa... " kata Flo dalam hati sambil memperhatikan temannya itu.
" Kamu, apa kamu juga akan memberi alasan seperti temanmu ini... " kata Alan sambil menatap mereka semua dengan tatapan tajam.
" Kamu tenang saja ya Nis, ada orang tua ku kita akan baik - baik saja. " kata Flo pelan sambil mengusap punggung temannya itu.
Baiklah panggil orang tua mu sekarang " pinta Alan yang juga di anggukan oleh yang lainnya.
__ADS_1
Karena mereka ingin tahu siapa orang tua dari anak yang mereka anggap sangat tidak tahu diri itu.
FLO langsung mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi orang tuanya.
" Halo Bun, papah sama Bunda di minta ke sekolah sekarang. " kata Flo menghubungi orang tuanya.
" Baiklah kami akan ke sana sekarang, tunggu Bunda sama papah ya, sepertinya harus kami juga yang turun tangan, tunggu saja di sana " sahut Naya dari sebrang sana yang terdengar sangat geram.
" Baiklah kami tunggu bunda " kata Flo yang langsung mematikan ponselnya setelah selesai menghubungi orang tuanya.
" Bagaimana, apa orang tua mu bisa datang sekarang ?" tanya Alan sedangkan yang lainnya. hanya diam saja mendengarkan.
" Iya bisa Pak, tunggu saja mereka dalam perjalanan sekarang. " sahut Flo yang sudah pasrah karena sebentar lagi identitasnya akan terbongkar di hadapan mereka semua.
__ADS_1
Sedangkan kepala sekolah itu tersenyum sinis, dalam pikiran kepala sekolah itu orang tua Flo miskin dan tidak mampu dari kampung pasti akan malu berada di tengah mereka semua dan itu akan menjadi kesempatan untuknya merendahkan orang tua dari siswa yang sudah melawan putranya itu.