Mengejar Cinta Gadis Cupu

Mengejar Cinta Gadis Cupu
Episode 22


__ADS_3

Setelah urusan di kantor polisi itu selesai, dan ibu tiri Nisa juga mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya selama ini. Sekarang Nisa sudah bebas, dan saat ini Dirga dan keluarganya serta Alan dan putranya juga Nisa yang hanya orang asing di situ saat ini sudah berkumpul di meja makan di salah satu restoran.


" Memangnya kamu sungguh tidak mengetahui dimana ayahmu sekarang Nak ?" tanya Dirga di sela makan mereka.


" Iya, Nisa sama sekali tidak tahu dimana ayah sekarang semenjak enam bulan yang lalu berpamitan pada Nisa untuk bekerja di luar kota dan sampai sekarang tidak pernah memberi kabar apalagi pulang " Sahut Nisa dengan sedihnya sambil menunduk.


" Kasihan sekali kamu Nak, dan kami sudah menyelidiki semuanya, ternyata ayahmu sekarang... Maaf jika ini kabar buruk untuk mu, tapi kamu harus tahu, bahwa sekarang ayahmu sudah tidak ada lagi di dunia ini, beliau sudah meninggal dalam kecelakaan enam bulan yang lalu tepatnya setelah pergi seperti yang kamu katakan tadi " kata Dirga lagi yang baru dapat informasi dari anak buahnya tentang keluarga Nisa.


" Apa ayah sudah meninggal, tidak ayah... hiks hiks hiks... ayah maafkan Nisa Yah, Nisa belum bisa jadi anak yang berbakti, maafkan Nisa Yah hiks hiks hiks... " jerit Nisa yang sangat terkejut mendengar semuanya.


" Sabar Nis, ini sudah takdir, ingat kamu tidak sendiri sekarang aku akan selalu ada untuk mu, jadi kuatkan hatimu ikhlaskan semuanya ya " kata Flo yang langsung memeluk sahabatnya itu.

__ADS_1


Nisa hanya menangis dalam pelukan Flo, ia tidak menyangka dengan semuanya dan ibu tirinya Juga sangat tega tidak memberitahunya tentang kabar ayahnya itu.


Dirga, Naya, Nadiya, Alan dan Sean hanya diam saja melihat dan mendengar semuanya, mereka sangat kasihan dengan keadaan gadis remaja yang seumur hidupnya tidak pernah merasa bahagia dan mendapat kasih sayang dari keluarganya, dan hanya penderitaan yang ia terima dan jalani selama ini.


" Sabar ya nak, kalau kamu mau, mulai sekarang kamu tinggal bersama kami, kami akan dengan senang hati menerima mu dalam keluarga kami, kamu mau ya nak, bunda tidak tega melihat mu seperti ini " kata Naya yang langsung memeluk kedua gadis remaja itu sambil menatap suaminya meminta ijin.


Dirga yang di tatap Naya seperti itu pun langsung mengerti, dan langsung mengangguk menyetujui apa yang Naya katakan barusan.


" Benar, mulai sekarang kamu adalah anggota baru keluarga kami, jadi jangan sedih lagi ya Nak, kami akan selalu ada untuk mu. " kata Nadiya yang juga sangat kasihan dengan gadis remaja yang sudah sebatang kara ini, apalagi sekarang gadis ini sudah menjadi sahabat dari cucu sulungnya itu, jadi sekalian saja mereka menjadikan Nisa sebagai keluarga mereka.


Setelah perut mereka terisi, mereka langsung pulang karena harinya sudah hampir gelap dan Alan serta putranya pun juga langsung pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Dirga dan keluarganya termasuk Nisa yang sekarang menjadi keluarga mereka semua pulang untuk membersihkan diri dan beristirahat.


Sesampainya di rumah, kedatangan mereka langsung di sambut oleh si kembar dengan banyak pertanyaan, karena si kembar begitu sangat mengkhawatirkannya mereka semua.


" Kalian semua baik - baik saja, bagaimana dengan pelakunya apa sudah di atasi, jadi ini yang namanya kak Nisa teman yang kak Flo ceritain...?" tanya si kembar bergantian.


Mendengar itu mereka semua tersenyum, lalu Naya pun menjelaskan semuanya, karena kedua putra kembarnya itu tidak akan berhenti bertanya kalau semuanya belum jelas.


Nisa sangat bahagia, ia tidak menyangka di balik derita yang ia rasakan selama ini, dan ia terima dengan sabar dan ikhlas. Akhirnya tuhan memberikan kebahagiaan hangatnya sebuah keluarga yang Nisa dambakan selama ini, dan sudah di kabulkan tuhan melalui sahabatnya ini.


Sedangkan Dirga dan keluarganya menyambut hangat Nisa menjadi keluarga baru mereka dan Flo langsung membawa sahabatnya itu masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


" Mulai sekarang kamu akan tinggal di sini selamanya ya Nis, sekarang kita bisa melanjutkan sekolah kita dengan tenang " kata Flo saat mereka sudah berada di kamar.


" Terimakasih banyak Flo, berkatmu sekarang hidupku bahagia meski tanpa adanya orang tua, tapi dari kalianlah sekarang aku merasa memiliki keluarga terimakasih sudah menerima ku apa adanya dalam- keluarga ini " kata Nisa dengan tulus, dan langsung mendapat pelukan dari Flo.


__ADS_2