Mengejar Cinta Gadis Cupu

Mengejar Cinta Gadis Cupu
Episode 42


__ADS_3

Tidak terasa seminggu sudah Flo liburan di negeri sakura Jepang itu, dan sekarang tiba saatnya untuk kembali ke negaranya untuk melanjutkan kembali pendidikannya.


" Pulang dulu ya Nis, hati - hati di sini, jangan lupa terus kasih kabar ya " kata Flo berpamitan sambil berpelukan dengan sahabatnya itu.


" Iya kamu juga hati - hati di jalan ya Flo jangan lupa kasih kabar juga kalau sudah sampai di sana " Sahut Nisa dengan mata yang berkaca-kaca karena mereka berdua akan terpisah.


" Kak Sean, sambil di awasi ya kak sahabat kita ini, aku tidak mau terjadi apa-apa padanya " kata Flo yang berpamitan pada Sean juga.


" Kamu tenang saja Flo, aku akan selalu menjaganya untuk mu, jadi tunggu aku di sana ya, dan ingat kamu juga jangan macam-macam di sana, ingat masih ada aku di sini " kata Sean juga sambil memberi kode pada Flo.


" Iya kak, ya ampun sahabat ku yang satu ini posesif banget sih, baiklah aku akan selalu ingat kata-kata mu, ya sudah aku berangkat dulu ya, dah Nisa dah kak Sean... " kata Flo sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam bandara, Nisa dan Sean menyahut dengan melambaikan tangan pada Flo dan juga di balas Flo dengan lambaian tangan, sampai Flo tidak terlihat lagi, baru Nisa dan Sean kembali ke apartemen mereka.


Setelah mengantarkan sahabat sekaligus pujaan hatinya, Sean langsung masuk ke dalam apartemennya, Nisa yang melihat itu pun mengerti, jadi Nisa tidak mempermasalahkannya.


Sementara Sean di dalam apartemennya, Nisa kembali pergi ke taman favoritnya dan duduk menyendiri di sana sambil melihat pemandangan taman yang sangat indah di depan mata.


" Sedang apa sendirian di sini ?" tanya seseorang yang baru saja datang dan langsung duduk di sebelah Nisa.

__ADS_1


" Astaga... Mas Evan... mengagetkan saja, tidak apa-apa hanya ingin bersantai saja sambil merasakan hembusan angin yang sangat menyegarkan. " sahut Nisa yang masih terkejut kedatangan Evan tiba - tiba.


" Kebetulan sekali, saya juga sama seperti kamu, bagaimana setelah ini kita nyari makan, sepertinya perut ku juga minta di isi " kata Evan


" Hmmm... bagaimana ya...?" sahut Nisa yang sedikit takut karena masih belum terlalu kenal dengan orang yang ada di sampingnya ini.


" Tidak usah terlalu banyak mikir, kamu jangan khawatir kita cuma makan ko, ayo cacing dalam perut saya sudah demo minta di isi. Daripada di sini sendirian mendingan temani saya makan, ayo... " ajak Evan Evan lagi.


" CK... kebiasaan anda selalu memaksa, haaah... baiklah karena anda memaksa saya akan temani anda makan, tapi dengan syarat, Anda harus mentraktir saya makan juga sebagai imbalan sudah menemani Anda. " sahut Nisa sambil tersenyum miring pada Evan.


" Hahahaha... Ya sudah ayo pergi " kata Nisa sambil tertawa mendengar ucapan formal Evan padanya.


Sedangkan Evan juga tersenyum karena merasa sangat bahagia bisa bersama gadis incarannya ini.


Tanpa menunggu lama lagi, mereka berdua langsung meluncur ke restoran untuk makan siang, dan tidak tanggung - tanggung Evan mengajak Nisa makan di restoran bintang lima yang ada di negara itu.


" Wah restorannya mewah sekali, tapi ko tidak ada orang ya... " kata Nisa heran sambil melihat kesana-kemari saat berada di depan restoran itu.

__ADS_1


" Ayo masuk... " ajak Evan yang melangkah lebih dulu dari Nisa.


" Eh eh... tunggu mas, restorannya sepi, jangan - jangan tidak buka lagi " kata Nisa yang langsung mengikuti Evan dari belakang sebelum masuk dalam restoran itu.


" Selamat datang tuan, silahkan masuk semua sudah kami sediakan " sapa menejer di restoran itu.


" Hmm... baiklah, ayo kita langsung masuk Nona " kata Evan yang langsung berubah datar saat bicara pada orang lain tidak seperti bicara pada Nisa.


Nisa pun langsung mengangguk setelah melihat perubahan nada suara dan raut wajah Evan saat pada orang lain.


Lalu mereka langsung masuk kedalam restoran itu di panduan oleh menejer restoran itu ke tempat yang sudah mereka sediakan.


Setelah masuk ke dalam restoran itu, Nisa langsung terkagum - kagum melihat bertapa mewah dan indahnya restoran itu, tanpa berkata apa-apa Nisa mengikuti saja kedua laki - laki di depannya itu berjalan memasuki setiap ruangan yang ada di restoran itu.


" Ya tuhan mewahnya... " gumam Nisa sambil memandang kesana kemari melihat setiap sudut restoran itu sampai...


Buukkhh...

__ADS_1


__ADS_2