Mengejar Cinta Gadis Cupu

Mengejar Cinta Gadis Cupu
Episode 43


__ADS_3

" Ya tuan indahnya... " gumam Nisa sambil memandang kesana kemari melihat setiap sudut restoran itu sampai...


Bukkkhhh...


" AW... shiiiith... " jerit Nisa saat menabrak punggung Evan karena terlalu asik berjalan sambil melihat kesana kemari sampai tidak menyadari lagi l


kalau mereka sudah sampai dan berhenti berjalan, sehingga Nisa tertabrak punggung pria di depannya itu.


" Kamu tidak apa-apa Nona ?" tanya Evan mendengar jeritan Nisa yang menabraknya.


" Tidak apa-apa Mas, lain kali kalau berhenti bilang ya jadi tidak nabrak lagi " sahut Nisa sambil mengusap-usap keningnya.


" Iya, kamu juga harus lebih hati - hati lagi ya, sakit ya... " kata Evan yang mengalah dan membantu mengusap kening Nisa.


Hingga sesaat keduanya sama - sama terpanah karena bertemu pandang satu sama lain.


" Eehhhmm... " dehem menejer restoran itu yang langsung mengagetkan mereka berdua.


" Eh... maaf Nona, saya hanya membantu " kata Evan yang langsung salah tingkah.


" Tidak apa-apa Mas, saya juga sudah tidak kenapa - kenapa " sahut Nisa yang juga sama salah tingkah di buatnya.


Sehingga mereka berdua sangat malu pada menejer yang masih berada di antara mereka.

__ADS_1


" Silahkan tuan Nona, kita sudah sampai dan semuanya sudah siap, mari silahkan duduk. " ucap menejer itu yang juga jadi salah tingkah karena merasa tidak enak sudah mengganggu pelanggan yang ada di hadapannya ini.


" Oh iya terimakasih Pak " kata Nisa dan Evan bersamaan sehingga membuat menejer restoran itu langsung tersenyum hangat melihat kekompakan keduanya.


Kemudian Evan dan Nisa langsung duduk di kursi yang sudah di hadapannya itu, sedangkan menejer restoran tadi langsung memerintahkan pelayannya untuk melayani pelanggan spesial mereka ini.


Yah restoran itu sudah di boking Evan hanya untuk makan berdua dengan gadis pujaan hatinya ini, untung sang pemilik hati langsung menerima tawarannya untuk makan bersama hingga semua rencana yang sudah di siapkan Evan berjalan dengan lancar.


Setelah pelayanan siap menghidangkan semua, lalu menejer dan para pelayan restoran itu meninggal mereka berdua untuk menikmati hidangannya.


" Wah... ini mah mewah sekali, tidak menyesal saya ikut makan bersama Anda, terimakasih ya Mas, sering - sering saja begini hehehe... " ucap Nisa yang sangat senang sekarang.


" Sama - sama, saya juga berterima kasih pada kamu karena bersedia menemani saya makan, ayo silahkan Nona dimakan. " kata Evan yang juga tak kalah senangnya karena di sambut baik niat baiknya oleh pujaan hatinya ini.


Dan tanpa malu-malu Nisa menikmati semua makanan, karena baru pertama kalinya menikmati makanan khas Jepang itu.


Evan yang melihat Nisa makan dengan lahapnya, membuat Evan sangat senang karena perempuan yang ada di hadapannya ini apa adanya dan sikapnya pun tidak di buat - buat, sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk Evan.


****


Sementara Evan dan Nisa makan siang bersama di restoran bintang lima.


Saat ini seseorang sedang sibuk mempersiapkan kepindahannya kembali ke Indonesia, siapa lagi kalau bukan Sean yang saat ini tengah sibuk menghubungi orang kepercayaannya.

__ADS_1


" Cepat urus semua berkas kepindahan ku, aku mau melanjutkan kuliah ku di sana saja " kata Sean saat menghubungi orang suruhannya.


" Pokoknya saya tidak mau tahu, harus secepatnya kalian urus, haaah... rasanya aku sudah tidak sabar untuk kembali ke Indonesia berkumpul bersama orang tua dan pujaan hati. " kata Sean lagi dan langsung di iyakan oleh orang dadi sebrang telpon sana.


Setelah selesai dengan telponnya Sean bergegas mengurus semua kepulangannya ke Indonesia .


***


Di tempat lain, tepatnya di bandara internasional Flo sudah tiba dan langsung di sambut keluarganya yang sudah menunggunya.


" Bunda, omah, twins boy, papah ku yang tampan... " Teriak Flo yang langsung menghampiri keluarganya yang sudah menunggunya.


" Sayang... " sahut Nadiya, Naya dan Dirga yang langsung memeluk Flo bergantian karena sama - sama kangen, padahal hanya seminggu Flo pergi liburan, tapi sudah sangat lama bagi mereka.


" CK... tidak usah berteriak juga kali kak, malu tahu ini bukan hutan... " ucap Denis yang sedikit terganggu dengan teriakan kakak perempuannya itu.


" Benar, baru juga seminggu, gayanya kaya seperti setahun tidak bertemu saja " kata Dito juga melihat kehebohan keluarganya itu di tempat umum.


" Biarin, kangen tahu, perdana ini berpisah " kata Flo sambil memeluk bundanya.


" CK... kaya anak kecil saja " kata Denis lagi yang juga di anggukan Dito


Mendengar itu Flo pun memanyunkan bibirnya sedangkan para orang tua hanya tersenyum saja melihat mereka.

__ADS_1


__ADS_2