Mengejar Cinta Gadis Cupu

Mengejar Cinta Gadis Cupu
Episode 31


__ADS_3

Setelah waktu istirahat habis, mereka langsung kembali ke kelas masing-masing, begitu juga dengan Sean, Flo dan Nisa.


" Syukurlah kalian berdua tidak apa-apa, lain kali hati - hati lagi, kalau ada apa-apa hubungi aku, aku pasti akan membantu " kata Sean yang lega karena kedua temannya itu tidak apa-apa setelah menghadapi beberapa preman tadi pagi.


" Iya kak, kami juga akan lebih waspada sekarang karena setelah berteman dengan kak Sean, sepertinya nanti bukan cuma Helena, tapi para kaum hawa yang lainnya pasti akan iri dengan kami " kata Nisa yang juga di anggukan Flo sebelum mereka masuk ke dalam kelas masing-masing.


" Kalian ini ada - ada saja, memangnya siapa aku hingga sampai segitunya bagi kalian para kaum hawa " kata Sean dengan pedenya sambil merapikan Krah bajunya agar terlihat cool.


" Yeeee... Jangan kepedean gitu juga kali kak, biasa saja kali. " kata Flo yang memutar bola matanya malas melihat tingkah Sean yang sedikit lebay menurut Flo.


" Gara - gara muka kakak yang seperti artis Korea Lee min hoo itu, sehingga membuat kaum hawa klepek - klepek kecuali kita berdua. " kata Nisa yang juga jengah melihat gaya sahabat laki - laki mereka itu barusan.

__ADS_1


" Wiiiiihhhh... Terimakasih pujiannya neng, ya sudah kalau begitu Abang Lee min hoo masuk dulu, dah kaum hawa... " kata Sean yang di buat selebay mungkin.


" Huuh... dasar kak Sean, cepat masuk sana, sebelum kami juga ikut kena virus klepek - klepek seperti yang lainnya. ' kata Nisa yang juga di anggukan Flo yang mendorong Sean agar cepat masuk kedalam kelasnya dan Sean pun menurut saja tidak keberatan sama sekali di perlakukan seperti itu oleh kedua gadis itu.


Setelah Sean masuk, kedua gadis remaja itu langsung menuju ke kelas mereka sendiri, tapi sebelum pergi Flo sempat melihat lagi perempuan yang bernama Helena itu menatap mereka penuh kebencian sampai mengepalkan tangannya di atas meja, melihat keakraban mereka bertiga.


" Sepertinya kita harus lebih waspada lagi Nis, kayanya perempuan yang bernama Helena itu benar - benar sangat marah dan kesal karena kita berdua berteman dengan kak Sean " kata Flo setelah mereka sampai di kelas mereka dan sudah duduk di Kursi masing-masing.


" Kamu benar Flo, dan mulai sekarang kita haru selalu berdua ya, Karena jujur aku sedikit takut, karena biasanya orang kalau lagi marah akan melakukan apapun sampai ia merasa puas meluapkan kemarahannya. " kata Nisa yang memang sedikit takut dengan semuanya.


Kemudian mereka melanjutkan kembali pelajarannya sampai waktu pelajaran sekolah berakhir hari ini.

__ADS_1


Setelah waktu sekolah berakhir mereka langsung keluar sekolah itu dan pulang ke rumah masing-masing.


Begitu juga dengan Sean dan yang lainnya, dan sebelum keluar kelas meninggalkan ruangan itu, Sean langsung menghampiri Helena yang masih bersiap untuk pulang.


" Helena aku mau bicara " kata Sean yang tidak basa basi lagi.


" Apa yang mau kamu bicara kak Sean ?" tanya Helena dengan gaya lugunya.


" Apa benar kamu sudah menyuruh para preman untuk melukai Flo dan Nisa, dan apa kamu juga yang sudah mengunci Flo di toilet kemarin ?" tanya Sean yang langsung pada tujuan pertanyaannya.


" Memang ada buktinya aku melakukan itu, jangan asal tuduh sembarang ya kak, untuk apa juga aku melakukan itu pada mereka, keterlaluan seenaknya saja menuduh sembarang " kata Helena menyanggahnya.

__ADS_1


" Jangan berkilah Na, katakan saja, aku hanya mau tahu, kalau benar kamu yang melakukannya, kenapa kamu melakukan semua itu... biar apa... kita ini berteman Na, kalau bisa jangan sampai melakukan kekerasan seperti itu, kita masih sekolah, setidaknya jangan berbuat sesuatu yang akan berimbas pada sekolah kita nanti " kata Sean yang menasehati temannya dari kecil itu, meskipun Sean dan Helena berteman sejak kecil sampai sekarang tapi tidak membuat mereka sangat dekat karena Sean memberi batasan pada semua temannya kecuali Flo dan Nisa.


Mendengar itu Helena hanya diam saja, dan tanpa di ketahui Sean Helena mengepalkan tangannya sangat kuat karena menahan rasa amarahnya yang semakin besar pada kedua gadis remaja itu, akibat di tegur Sean sekarang.


__ADS_2