
Mereka semua memakan makanannya dan tanpa di ketahui Dito diam - diam mencuri pandang pada gadis cupu yang berbeda di sebelah mejanya itu.
" Ck... Selera mu rendah sekali... " kata Denis pelan tapi masih bisa di dengar Dito.
" Sepertinya dia berbeda, entah kenapa dia yang seperti itu membuat daya tarik tersendiri " sahut Dito yang juga pelan sambil memakan makanannya.
" Ck... itu perasaan mu saja, jangan terlalu di perhatikan, takutnya nanti kamu yang tertarik padanya " kata Denis lagi.
" Kita lihat saja nanti, kalau sampai dia bisa mencuri hatiku, aku tidak masalah. " kata Dito lagi dengan santainya.
" Apa matamu buta, gadis seperti itu mana cocok dengan mu " kata Denise yang sedikit tidak terima dengan ucapan saudara kembarnya itu.
" Hmm... kau tidak tahu saja, karena biasanya sesuatu yang indah terkadang tidak selalu langsung terlihat. " sahut Dito dengan santainya.
" Ck... Terserah kau saja lah. " kata Denis lagi sambil geleng-geleng kepala karena tidak habis pikir dengan jalan pikiran saudara kembarnya itu.
Tidak lama, gadis cupu itu berdiri meninggalkan tempat duduk karena makanannya sudah selesai dan langsung pergi berlalu begitu saja dari hadapan mereka.
__ADS_1
Dan Dito kembali melihat ke arah gadis cupu itu sebentar, setelah itu menundukkan pandangannya, entah apa yang di pikirannya Dito, yang jelas berhubungan dengan gadis cupu itu.
Tidak lama setelah gadis cupu itu pergi, si kembar selesai juga dengan makanannya. lalu mereka berdiri akan kembali ke kelas mereka lagi.
Ketika si kembar berjalan melewati taman, langkah Dito dan Denis langsung terhenti ketika melihat seseorang.
" Ampun kak, hiks hiks hiks... jangan kak sakit... " jerit gadis itu yang sedang di hajar oleh beberapa orang.
" Rasakan itu dasar cupu sialan, ku peringatkan kamu sekali lagi, jangan pernah mendekati si kembar, kalau sampai aku melihatmu mendekati mereka, ku pastikan kau akan mendapatkan yang lebih dari ini huuuh... " kata perempuan itu saking kesalnya dan melampiaskan kekesalannya dengan menjambak rambut gadis cupu itu.
Melihat itu awalnya Dito dan Denis tidak perduli, tapi karena orang yang mereka maksud untuk adalah mereka berdua membuat Dito dan Denise meradang.
Apalagi Dito ia tidak dapat menahan diri melihat gadis lemah dan sederhana itu di siksa oleh sesamanya, hanya karena mereka.
Tanpa menunggu lama lagi si kembar langsung menghampiri pembullyan yang terjadi tepat di depan matanya.
" Berhenti... Apa - apaan ini, lepaskan dia " kata Dito yang langsung menarik gadis cupu itu sehingga terlepas dan orang yang membully nya.
__ADS_1
Mereka yang berjumlah empat orang yang membully gadis cupu itu sangat terkejut.
" Kak Dito, kak Denis ini... ini tidak... " kata mereka yang bingung harus menjawab apa.
Sedangkan gadis cupu itu tak kalah terkejutnya karena tiba-tiba saja mereka muncul menolongnya.
" Tidak apa haaah... Apa maksud kalian melakukan ini HAH... mau sok berkuasa, mau seenaknya saja, memangnya siapa kalian... " kata Dito yang begitu sangat kesal melihat semua itu.
" Apa kalian tidak berpikir, kalau setelah kalian melakukan itu kalian bisa saja langsung di penjara karena yang kalian lakukan sudah masuk kasus penganiyaan. " kata Denis juga yang tak kalah geramnya melihat pembulyan yang terjadi.
" Bagaimana ini Ros, aku tidak mau masuk penjara " kata salah satu dari ke empat perempuan yang membully tadi.
" Aku juga tidak tahu..., maafkan kami kak, kami tidak akan mengulanginya lagi... ayo kita pergi sekarang " Sahut perempuan yang bernama Rosa itu. Dan langsung mengajak semua temannya pergi dari situ.
" Dasar perempuan tidak tahu diri, memangnya siapa dia beraninya melakukan semua itu, tidak punya hati sama sekali " kata Denis yang masih saja merasa kesal melihat tingkah mereka.
Sedangkan Dito langsung mendekati gadis cupu itu setelah Rosa dan teman - temannya pergi.
__ADS_1