Mengejar Cinta Gadis Cupu

Mengejar Cinta Gadis Cupu
Episode 19


__ADS_3

" Maksud kak Sean apa...?" tanya Flo dan Nisa bersamaan.


" Tadi... " perkataan Sean terhenti ketika pintu ruangan itu terbuka dan masuklah orang yang sudah membuat mereka seperti ini.


" Wah wah wah... CK ck ck sudah bangun rupanya, bagaimana lumayan kan, anak bau kencur saja mau menantang ku, seharusnya kalian itu sadar dari, anak kemarin sore saja sok, jadi rasakan sendiri akibatnya, untung tidak sekalian kalian ku antara pada malaikat maut, kalau saja urusan ku dengan anak tidak tahu diri ini selesai, sudah ku pastikan sekarang kalian bertiga sudah berada di neraka hahahaha... " kata ibu tiri Nisa itu dengan tersenyum puasnya melihat keadaan mereka bertiga yang sudah babak belur tak berdaya.


" Lepaskan mereka Bu, jangan sakiti mereka, Nisa rela menggantikan mereka dan berbuatlah yang ibu mau pada Nisa, Nisa akan terima, hiks hiks hiks... tapi Nisa mohon lepaskan teman - teman Nisa hiks hiks hiks... " kata Nisa yang sudah tidak tahu lagi bagaimana melihat keadaan kedua temannya seperti itu.


" Enak saja, aku tidak akan pernah memaafkan dan melepaskan orang yang berani melawan ku, tidak perduli siapapun, hmm... " kata ibu tiri Nisa sambil membuang mukanya yang sudah sangat kesal melihat mereka bertiga.


Mendengar itu Flo dan Sean hanya diam saja, Flo tidak tahu lagi harus berbuat apa ia sudah pasrah.

__ADS_1


Berbeda dengan Sean ia masih tenang karena bagi Sean hanya menunggu saja sebentar lagi orang yang ada di hadapannya ini akan menerima balasannya.


" Sekarang kamu dan gadis cupu itu akan ku bawa ke tempat dimana kalian tidak akan pernah bisa kembali lagi, dan kau pemuda tampan, sayang sekali ketampanan mu tidak berguna di sini, dan aku juga akan mengantarmu ke tempat dimana ketampanan mu ini sangat bermanfaat untuk ku hahahaha... " kata ibu tiri Nisa yang tak ubahnya seperti seorang iblis yang tidak punya hati.


" Berkata dan tertawalah sesuka mu sekarang nenek lampir, tunggu saja sebentar lagi bisa ku pastikan jangankan untuk tertawa, sinar matahari saja kau tak akan pernah melihatnya lagi HMm... " kata Sean dalam hati yang masih diam dan tetap tenang.


Berbeda dengan Nisa yang sudah sangat ketakutan, dengan tubuh yang sudah bergetar hebat karena menahan rasa takut mendengar apa yang di katakan oleh ibu tirinya itu.


Sedangkan Flo meskipun sangat takut, tapi Flo berusaha tenang dan memikirkan bagaimana cara keluar dari tempat itu untuk menyelamatkan diri mereka lebih dulu.


Setelah mengatakan itu ibu tiri Nisa itu keluar dari ruangan itu dan tinggallah mereka bertiga di dalam dengan keadaan yang sama-sama tidak berdaya.

__ADS_1


" Bagaimana ini hiks hiks hiks... Maafkan aku Flo kak Sean, hiks hiks hiks... " kata Nisa yang sangat bersalah pada keduanya.


" Tenang Nis tidak usah minta maaf, kita harus pikirkan bagaimana cara kabur dari sini. " kata Flo yang mencoba berusaha melepaskan ikatan tangan dan kakinya.


" Benar, kamu tidak usah minta maaf sama kami, karena kami sendiri yang mau membantumu, jadi kita hadapi bersama. Dan benar apa yang di katakan Flo, kita harus berusaha kabur dari sini, sebelum nenek lampir itu kembali ke sini " kata Sean dan langsung di anggukan Flo.


Mendengar itu Nisa sangat terharu, ia tidak menyangka akan mendapatkan teman yang sangat perduli padanya dan rela sampai seperti ini hanya untuk membantu dan menolongnya.


" Terimakasih teman - teman hiks hiks hiks... " ucap Nisa lagi sambil sesegukan.


Sean dan Flo mengangguk dan masih berusaha melepaskan diri dari ikatan itu.

__ADS_1


Dan pada saat mereka masih berusaha melepaskan ikatan itu tiba-tiba...


BRAAKH... BRAAKH...


__ADS_2