
Bertahun - tahun Sean memendam perasaannya pada gadis pujaan hatinya itu, dan sekarang dimana Sean begitu mengharapkan kehadiran gadis itu lagi, tapi sekarang Sean harus menerima rasa kecewa karena tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.
" [ FLO kamu tidak ikut ke Jepang, kenapa hanya Nisa saja yang datang ]" tanya Sean melalui wa pada gadis pujaannya itu.
" [ Tadinya sih tidak, tapi aku berubah pikiran dan besok akan menyusul kalian ke sana ]" jawab pesan dari Flo.
Melihat itu wajah Sean yang tadinya sangat kecewa Sekarang kembali berbinar setelah membaca balasan pesan dari orang yang di harapkan Sean kedatangannya.
" [ Benarkah, ku kira kamu tidak ikut, kalau begitu hati - hati besok ku jemput di bandara ] " pesan Sean lagi sambil tersenyum bahagia memandang ponselnya.
" [ Iya kak, terimakasih ] " jawaban pesan dari Flo.
Setelah berbalas pesan dari Flo Sean langsung keluar apartemennya dan langsung menuju ke apartemen Nisa.
Setelah memencet bel beberapa kali akhirnya pintu apartemen Nisa terbuka.
" Ada apa kak ?" tanya Nisa.
__ADS_1
" Keluar yu Nis, dari datang tadi kamu belum makan kan, yu kita cari makan dulu " ajak Sean.
" Ya sudah tunggu sebentar ya kak, Nisa siap - siap dulu " sahut Nisa karena Nisa memang sudah merasakan lapar.
Sean pun mengangguk dan tanpa menunggu lama lagi, Nisa langsung bersiap, sedangkan Sean menunggu di luar apartemen Nisa itu.
Tidak butuh waktu lama mereka berdua langsung keluar menuju rumah makan yang ada di kota Tokyo Jepang itu.
Bertapa senangnya hati Nisa melihat pemandangan di kota itu, sampai mereka tiba di sebuah restoran, dengan langkah cepat Nisa masuk kedalam restoran itu dan di susul Sean di belakang sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu yang sangat lucu menurut Sean.
" Jadi lah kak, sia - sia dong Nisa jauh - jauh datang ke sini kalau tidak jadi kuliah. " sahut Nisa dengan senangnya memakan makanan Jepang saat ini.
" Bagus kalau begitu, ku kira kamu hanya liburan saja datang ke sini, yang benar kuliahnya biar kita sukses sama - sama " kata Sean lagi.
' Tentu lah kak, aku akan berusaha dengan sungguh-sungguh, supaya tidak bergantung pada orang lain lagi, dan bisa mencukupi serta membiayai hidupku sendiri. " kata Nisa lagi.
" Maksudmu bagaimana, aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan ?" tanya Sean lagi yang heran dengan apa yang Nisa katakan.
__ADS_1
" Tidak apa-apa kak, aku hanya ingin belajar mandiri saja mulai sekarang " kata Nisa lagi yang tidak mau mengatakan sebenarnya.
" Oh gitu, kirain apa , ya sudah cepat selesaikan makannya, setelah ini kita lanjut jalan - jalan lagi gimana " kata Sean yang sudah selesai dengan makanannya.
Nisa pun mengangguk dan langsung secepatnya menyelesaikan makanannya karena sudah tidak sabar jalan - jalan lagi melihat tempat - tempat yang sangat ingin ia datangi dari dulu.
Melihat itu Sean sangat gemas melihat sikap Nisa yang sangat lucu baginya dan tanpa sadar Sean tersenyum bahagia melihat lahapnya sahabatnya ini memakan makanan yang hanya ada di Jepang itu.
Sedangkan Nisa langsung terpesona melihat bertapa tampannya Sean ketika sedang tersenyum seperti itu.
" Ya Tuhan, kenapa baru sekarang aku menyadari betapa tampannya kak Sean sekarang kalau tersenyum seperti itu. Duh jantung... jangan cepat - cepat berdetaknya, bisa pingsan nanti lama - lama melihat senyum kak Sean seperti ini terus " batin Nisa sambil malu-malu saat di lihat Sean.
Setelah selesai makan mereka berdua melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju tempat - tempat yang ingin Nisa datangi.
Dalam perjalanan itu, tak henti-hentinya Sean memberikan perhatiannya pada Nisa, karena bagi Sean itu adalah hal yang wajar, karena mereka memang bersahabat.
Tapi tidak dengan Nisa, Nisa justru salah mengartikan perhatian yang Sean berikan, bahkan timbul perasaan di hati Nisa ingin selalu bersama dan memiliki Sean selamanya.
__ADS_1