
Seperti biasa hari pun berganti, dan anak - anak sekolah kembali sekolah seperti biasa.
Begitu juga dengan Flo, Nisa dan Sean. Dan saat ini mereka bertiga sedang berada di kantin karena sudah jam waktu istirahat.
Di sela makannya, Flo meminta izin kepada kedua temannya itu untuk ketoilet sebentar. Sean dan Nisa pun mengangguk mengiyakan, setelah itu langsung bergegas saja Flo ke toilet karena sudah menahannya dari tadi.
Tanpa Flo sadari, sedari tadi tidak jauh dari sana ada seseorang yang memperhatikan Flo dan langsung mengikuti Flo kedalam toilet.
" Rasakan kamu, aku tidak akan membiarkan kamu sekolah di sekolah ini dengan tenang, meskipun sekolah ini adalah milik orang tua mu. Siapa suruh merebut perhatian orang yang ku kagumi, maka rasakan sendiri akibatnya Hmm... " gumam orang itu pelan sambil melakukan sesuatu setelah selesai ia langsung pergi dari tempat itu agar tidak ketahuan karena sudah berbuat sesuatu.
Sedangkan Flo yang sudah selesai dengan urusannya di toilet, langsung bergegas untuk keluar karena tidak enak terlalu lama meninggalkan teman - temannya.
" Eh kenapa ini... Kenapa pintunya tidak bisa di buka " kata Flo yang terus berusaha membuka pintu yang terkunci dari luar.
Dor dor dor...
" Buka pintunya, tolong... apa ada orang di luar, cepat buka pintunya... " dor dor dor... teriak Flo sambil terus menggedor pintu berharap ada orang di luar.
Tapi sudah hampir setengah jam, Flo berada di toilet itu tidak ada orang yang datang menyelamatkannya, dan Flo sudah menangis karena terkurung di dalam toilet.
" Buka pintunya... tolong... hiks hiks hiks... " jerit Flo yang kembali teringat waktu ia masih kecil ia di kurung juga oleh pengasuhnya di toilet sama seperti keadaannya sekarang makanya Flo menangis dengan keadaannya sekarang.
__ADS_1
Sedangkan di luar, Nisa dan Sean baru menyadari temannya itu pergi sudah lama dan tidak kembali padahal waktu istirahat akan segera berakhir.
" Kenapa Flo lama sekali ya kak, tidak biasanya kalau ke toilet terlalu lama, apa dia sudah kembali ke kelas lebih dulu. " kata Nisa celingak celinguk mencari keberadaan temannya itu.
" Kamu benar, apa sudah terjadi sesuatu... Aku harus mencarinya sekarang, aku pergi dulu " kata Sean yang tanpa menunggu lama lagi.
" Tunggu kak, aku ikut " kata Nisa yang juga langsung ikut mencari temannya itu.
Tanpa menunggu lama lagi, Sean dan Nisa langsung menuju toilet karena terakhir Flo ijin pergi ke toilet.
" FLO kamu dimana Flo, Flo... " panggil Sean dan Nisa bergantian sambil memeriksa tempat itu.
Mendengar panggilan teman - temannya Flo langsung berhenti menangis dan langsung memanggil temannya untuk menolongnya.
" Disitu kak, cepat buka pintunya kak, sepertinya Flo terkunci di dalam " panggil Nisa.
Mendengar itu Sean langsung mengangguk dan langsung menuju toilet dimana temannya itu terkunci.
" Flo kamu di dalam Flo, Flo... " panggil Sean dari luar sambil mengetuk pintu toilet itu.
" Kak Sean... iya kak, Flo di dalam, tolong Flo kak... " sahut Flo dari dalam.
__ADS_1
" Ya sudah kamu mundur akan ku dobrakan pintunya " kata Sean dan langsung bersiap untuk mendobrak pintu.
mendengar itu Flo langsung mundur menuruti apa yang di katakan Sean. Tanpa menunggu lama lagi Sean langsung menggebrak pintu itu.
BRAAKH BRAAKH BRAAKH... sampai gebrakan ketiga akhirnya pintunya terbuka, setelah terbuka terlihatlah Flo yang sudah berantakan dengan mata sembab karena terus menangis.
Tanpa menunggu lama lagi Sean langsung membawa Flo dalam pelukannya, karena sangat sedih melihat keadaan Flo sekarang.
" Sudah Flo, kamu selamat sekarang, syukurlah kamu baik - baik saja " kata Sean yang masih memeluk Flo.
" Terimakasih banyak kak sudah menyelamatkan Flo " kata Flo juga yang membalas memeluk Sean dengan sangat erat.
Nisa juga langsung mengusap punggung temannya itu untuk ikut menenangkannya.
" Ya sudah sekarang kita keluar ya, cepat rapikan penampilanmu waktu istirahat sebentar lagi habis, ayo kita kembali ke kelas sekarang " kata Sean yang berusaha sekuat tenaga menyembunyikan rasa gugupnya berpelukan dengan sang pujaan hati
" Iya kak, terimakasih sudah menolong Flo, Nisa terimakasih ya " kata Flo dan langsung di anggukan Sean dan Nisa bersamaan.
Setelah melepas pelukannya Flo langsung merapikan penampilannya yang berantakan tadi, lalu mereka bertiga langsung kembali ke kelas mereka masing-masing untuk melanjutkan pelajaran mereka.
Tanpa mereka ketahui, tidak jauh dari sana ada seseorang yang begitu sangat kesal dan marah melihat semuanya.
__ADS_1
" Awas kamu, beraninya kamu memeluk orang yang ku kagumi, awas saja kamu gadis cupu tidak tahu diri, aku akan melakukan yang lebih parah lagi dari ini hmm... " gumam orang itu pelan dan langsung meninggalkan tempat itu lebih dulu dengan perasaan yang sangat kesal dan marah.