
Suasana di ruangan itu sudah seperti campur aduk bagi Nisa, sampai - sampai Nisa hampir sesak nafas menghadapi mereka semua, padahal yang di katakan bukan hal yang buruk, tapi tetap saja membuat Nisa sangat gugup dan sedikit takut dengan respon serta kemungkinan yang terjadi.
Nisa kembali mengatur nafasnya dan mulai menjelaskannya.
" Begini Pah, Bun, omah, Flo. Sebenarnya Nisa pulang karena memang ada sesuatu yang sangat penting, dan ini menyangkut masa depan Nisa kedepannya. " kata Nisa yang kembali mengatur nafasnya.
" Terus... " kata Dirga, sedangkan yang lainnya hanya diam saja menunggu Nisa selesai mengatakan dan menjelaskan semuanya.
" Dan benar, sebenarnya Nisa tidak pulang sendiri, Nisa pulang bersama seseorang, tapi kalian jangan salah paham dulu, Nisa tidak melakukan apa-apa, dan tidak ada sesuatu yang buruk yang sudah terjadi, hanya saja... " Kata Nisa menghentikan sejenak untuk melihat reaksi mereka sebelum melanjutkan kembali penjelasannya.
" Hanya saja apa Nisa, cepat lanjut penasaran banget ini... " kata Flo yang sudah tidak sabar mendengar kelanjutannya.
Sedangkan para orang tua masih setia mendengarkan dan tidak bereaksi apa-apa karena penjelasan Nisa baru di awal.
__ADS_1
Kemudian Nisa melanjutkan kembali perkataannya.
" Hanya saja... seseorang itu memiliki tujuan baik makanya membawa Nisa pulang agar bisa mengatakan langsung pada kalian. Dan kami juga pulang kesini tidak hanya berdua, tapi juga bersama orang tuanya, jadi aman saja Pah Bun omah " kata Nisa lagi.
" Benar kan, omah sudah bisa mengira melihat ekspresi Nisa yang baru datang tadi, pasti sesuatu yang membahagiakan karena terpancar jelas dari aurat positif yang keluar dari wajah Nisa " kata Nadiya yang yang akhirnya bersuara setelah menyimpulkan penjelasan Nisa.
" Benarkah, jadi tadi kamu di antara oleh keluarga seseorang itu, kenapa tidak di ajak mampir dulu sayang, kami kan juga ingin tahu " kata Naya yang sudah bisa menebak dari arah pembicaraan Nisa.
" Jadi memang sesuatu yang baik, baiklah kita tunggu kedatangan orang itu dan keluarganya besok, dan papah sangat menghargai niat baik kalian, terima kasih sayang, sudah menganggap penting kami sehingga kamu melibatkan kami, padahal kami bukan siapa-siapa kamu " kata Dirga yang begitu sangat di hargai oleh putri angkatnya itu.
" Sama - sama Pah, hanya kalian yang Nisa punya sekarang, jadi apapun yang akan Nisa lakukan kedepannya Nisa harap kalian semua tidak keberatan menjadi tempat Nisa kembali dan bersandar dalam menjalani hidup ini " kata Nisa yang berkaca-kaca karena merasa memiliki keluarga yang sesungguhnya.
" Tentu sayang, kamu adalah bagian dari keluarga kami sekarang, dan apapun yang menyangkut kamu adalah tanggung jawab kami, jadi kami akan selalu ada di belakang mu dan selalu mendukung dalam setiap langkah mu, karena kamu adalah putri keluarga ini sekarang sama seperti Flo " kata bunda Naya yang juga di anggukan Nadiya dan Dirga, begitu juga dengan Flo karena mereka semua sangat menyayangi Nisa.
__ADS_1
" Terimakasih semuanya, Nisa sayang kalian hiks hiks hiks... " kata Nisa yang langsung memeluk bunda Naya dan berganti dengan mereka semua, tak terkecuali Dirga karena Nisa sudah menganggap Dirga seperti ayahnya sendiri, begitu juga dengan Dirga yang sangat menyayangi Nisa seperti putrinya sendiri sama seperti Flo.
" Wah hutang penjelasan lagi nih, siapa sih orangnya jadi penasaran " kata Flo yang mencairkan suasana yang sangat mengharukan itu.
" Benar, kamu tidak pernah cerita sama omah, siapa sih orangnya " kata omah Nadiya yang juga sama keponya.
" Papah juga sangat penasaran, siapa sih yang berani akan datang ke rumah menghadap papah, wah sepertinya harus ada persiapan ini " kata Dirga dengan gaya ke bapak bapaannya.
" Papah iiiiccchhh... Kepo juga ya, hehehe tunggu saja besok ya hehehe... " kata Nisa yang kembali tersenyum melihat Dirga yang berlaga menjadi orang tua seperti pada umumnya padahal memang iya.
" Yah nunggu besok deh, ya sudah lah apa boleh buat " kata Flo yang sedikit kecewa padahal jiwa keponya sudah sangat meronta - ronta ingin tahu siapa yang sudah berhasil mendekati saudara angkatnya itu, sampai berani besok menghadapi kedua orang tuanya sekaligus keluarganya langsung.
Dan Flo berharap, semoga saja orang itu yang terbaik yang dikirimkan tuhan untuk sahabat sekaligus saudara angkatnya ini, karena hanya itu yang Flo panjatkan untuk kebaikan sahabat sekaligus saudara angkatnya yang sangat Flo sayangi ini.
__ADS_1