Mengejar Cinta Gadis Cupu

Mengejar Cinta Gadis Cupu
Episode 61


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian, saat ini tepatnya di sekolah menengah atas dan sekolah itu sekolah elit yang di peruntukan untuk siswa dari keluarga yang cukup mampu, dan hanya beberapa siswa saja yang bisa masuk ke sekolah itu dengan menggunakan beasiswa.


Sebuah mobil trend keluaran terbaru baru saja tiba di sekolah itu dan langsung terparkir rapi di parkiran khusus kendaraan roda empat.


Dengan perlahan pintu mobil itu terbuka dan menampilkan dua sosok pemuda yang tampan rupawan dengan badan yang ideal dan atletis.


Meskipun masih menyandang gelar sebagai siswa, tapi pesona keduanya mampu mengalahkan artis ternama di kalangan selebritis.


Dan kedua pemuda tampan yang mempunyai wajah yang mirip hanya saja penampilannya yang sedikit berbeda membuat orang bisa membedakan antara keduanya.


Setelah kedua pemuda itu turun dari mobilnya, seketika semua siswa dan siswi langsung histeris bersorak kegirangan karena begitu kagum melihat idola sekolah mereka itu tiba.


Sedangkan yang mereka semua kagumi, tidak memperdulikan sama sekali, dan bersikap cuek pada siapapun dan selama ini tidak ada yang berhasil mendekati keduanya.


Kedua pemuda yang tampan rupawan itu siapa lagi kalau bukan Dito dirgantara dan Denise Dirgantara, putra kembar Dirga dan Naya yang sudah berubah menjadi remaja dan menjadi idola sekolahnya karena rupawan dan penuh dengan prestasi.


Dito dan Denise terus melangkah masuk kedalam sekolah tanpa memperdulikan siapapun.


Buukkhh... AW shiiiith... Jerit orang itu yang tiba-tiba menabrak Dito.


" Maaf kak, aku tidak sengaja maaf... " kata orang itu sambil menunduk takut tidak berani melihat orang yang di tabrak nya.

__ADS_1


Dito yang di tabrak hanya diam saja sambil memperhatikan orang yang menabraknya itu dari atas sampai bawah.


Kening dan bibir Dito terangkat sedikit melihat penampilan orang itu yang tak lain adalah seorang perempuan.


Dan gadis itu berpenampilan sangat berbeda dari para siswi lainnya, ia berpenampilan sangat sederhana, dengan kacamata besar di wajahnya, serta rambut panjang yang di kepang dua, dan jaket Hoodie yang menutupi sebagian kepalanya, serta menggunakan rok panjang, sehingga menambah penampilannya yang bisa di sebut sebagai gadis cupu.


Denise yang juga memperhatikan gadis itu, berekspresi sama seperti Dito, ingin sekali Denise menegurnya tapi Dito memberi kode untuk membiarkan saja.


Sebenarnya Dito sangat marah karena ada orang yang berani menabraknya, tapi melihat ketakutan Serta maaf dari gadis cupu itu membuat Dito diam dan sedikit tersentuh, dan akhirnya Dito membiarkan saja.


" ayo kita masuk sekarang, biarkan saja dia " kata Dito yang langsung berlalu begitu saja dari hadapan gadis cupu itu.


Melihat Dito yang sudah berlalu dari hadapannya membuat gadis cupu itu merasa lega.


" Huuuh... untung saja dia tidak memarahiku, kalau tidak aku tidak tahu lagi bagaimana nasibku selanjutnya " gumam Gadi cupu itu.


Setelah merasa lega gadis cupu itu melanjutkan langkahnya menuju kelasnya.


Dan siapa sangka ternyata ia pun sekelas dengan si kembar, dan ketika gadis cupu itu masuk pemandangan yang pertama kali di lihatnya adalah semua murid berkumpul mengerubungi kedua pemuda itu.


Gadis cupu yang melihat itu hanya memutar bola matanya malas, ia langsung berlalu begitu saja melewati gerumunan orang menuju tempat duduknya.

__ADS_1


Sedangkan Dito sempat melirik Gadi cupu yang berbeda dari yang lainnya itu, karena hanya dia yang tidak memperhatikan mereka berdua, dan hanya dia yang tidak mendekati mereka berdua.


Dan itu membuat Dito sedikit terkejut karena baru ini ada wanita yang tidak terpesona dengan mereka.


Setelah pelajaran pertama selesai semua siswa dan siswi beristirahat dan langsung menuju ke kantin mencari makanan.


Begitu juga dengan Dito dan Denise, sesampainya di kantin lagi - lagi keduanya menjadi pusat perhatian semua siswa.


Dan seperti biasa Dito dan Denise tidak memperdulikannya dan langsung berlalu begitu saja mencari tempat duduk yang kosong.


Pada saat Dito dan Denise berdiri mengedarkan pandangannya mencari tempat yang kosong, tiba - tiba gadis cupu itu melewati mereka berdua.


" Permisi saya mau lewat " kata gadis cupu itu dan langsung berlalu begitu saja di hadapan keduanya.


Dito dan Denise kembali terkejut karena hanya dia yang tidak memperhatikan mereka sama sekali, dan ada perasaan heran di hati mereka mengenai gadis itu.


" Ayo duduk " kata Denise yang di anggukan Dito.


Lalu mereka berdua menuju tempat duduk tepat di depan gadis cupu itu karena hanya tempat duduk di situ yang masih kosong.


Melihat si kembar duduk di depan gadis cupu itu membuat seseorang mengepalkan tangannya, karena tidak suka melihat semua itu.

__ADS_1


__ADS_2