
Mendengar penuturan Rosa membuat Alan sedikit bingung, sedangkan kepala sekolah itu tersenyum sinis melihat ke arah Flo dan Risa.
" Rosa benar pak Alan, pak kepala sekolah sebaiknya keluarkan saja mereka berdua dari sekolah ini karena sudah menganiaya anak - anak kami, kami tidak terima pak, kami tidak Sudi anak kami satu sekolah dengan mereka yang kelihatannya sangat berbahaya itu pak " kata orang tua siswa itu dan di anggukan yang lainnya.
" Tunggu sebentar... Saya tidak bisa langsung mengambil keputusan sebelum semuanya terbukti bersalah. Kamu siapa nama mu, apa kamu bisa membuktikan kalau kamu tidak bersalah ?" kata Alan pada kedua siswa yang di interogasi itu.
" Saya..." Flo bingung mau bilang siapa dirinya atau tidak, tapi tidak ada pilihan lain lagi sekarang.
" Saya saksinya, dan saya bisa membuktikan kalau mereka berdua tidak bersalah dan apa yang di katakan mereka memang benar adanya, mereka berdua hanya membela diri karena mereka semua mau membully mereka berdua " kata Sean yang akhirnya bersuara karena kasihan melihat keduanya di pojokan.
" Memangnya kamu melihat mereka melakukannya nak ?" tanya Alan.
Sedangkan yang lainnya sudah mulai gugup, terutama Rosa yang memang benar melakukannya.
__ADS_1
" Benar pah saya melihat sendiri kejadiannya, karena kejadian terjadi tepat di depan mata saya " jawab Sean dengan tenangnya.
Sehingga membuat Flo sedikit tenang dan bersyukur di saat yang genting ada seseorang yang menolongnya, sehingga ia masih bisa menyembunyikan identitasnya.
" Tidak bisa, saya sebagai orang tua dari anak saya tidak terima anak saya di hajar hingga babak belur dan kamu harus bertanggung jawab. " kata orang tua siswa itu.
" Benar, kami mau dia juga di hukum, kami tidak terima anak kami di perlakukan seperti ini pak Alan pak kepala sekolah " kata yang lainnya lagi
Sehingga saat ini keadaan semakin memanas.
" Tidak bisa begitu Pak, mereka berdua tidak bersalah, seharusnya mereka berdua tidak dapat hukuman apapun, apalagi sampai di keluarkan dari sekolah itu sungguh keterlaluan... Seharusnya yang bersalah lah yang dapat hukuman, dan mereka semua pantas mendapatkannya. " kata Sean yang tidak terima dengan keputusan sepihak dari kepala sekolah itu.
Perdebatan antara Sean dan kepala sekolah itu semakin alot, apalagi keputusan kepala sekolah itu di dukung oleh orang tua murid yang Flo hajar kemarin.
__ADS_1
Mendengar itu Alan semakin bingung, Alan membenarkan kalau Flo dan Nisa tidak bersalah, tapi karena tindak kekerasan yang sudah Flo lakukan pada siswa-siswa itu mau tidak mau Alan tetap memberinya hukuman.
" Tidak pak Alan, pokoknya kami sebagai orang tua tidak terima mereka berdua hanya di beri hukuman skorsing, yang kami mau mereka berdua di keluarkan dari sekolah ini. " kata orang tua siswa itu.
" Benar, apalagi orang tua mereka tidak hadir, berarti mereka berdua memang tidak layak di bela, sungguh kasihan sekali hmm... " kata orang tua Rosa dengan angkuhnya.
Mendengar itu Flo sangat tidak terima, sedangkan Nisa hanya pasrah saja karena memang itu yang terjadi padanya.
" Maaf pak Bu, orang tua kami tidak datang bukan berarti mereka tidak membela dan mendukung kami, tapi karena suatu kesibukan sehingga membuat mereka tidak bisa hadir di sekolah ini. Tapi kalau kalian memaksa mau tidak mau saya akan panggil orang tua saya kesini. " kata Flo yang sudah sangat geram pada semuanya.
" Baiklah... panggil orang tuamu kesini sekarang, saya mau tahu anak siapa kamu sehingga berani dan percaya diri sekali di hadapan kami " kata kepala sekolah itu dengan angkuhnya.
Sedangkan Alan hanya diam saja, melihat perdebatan mereka. Sungguh Alan tidak mengenali Flo sama sekali karena penampilan Flo di rumah dan di sekolah sangat jauh berbeda.
__ADS_1
Di rumah Flo berpenampilan sangat cantik dan anggun, sedangkan di sekolah Flo berpenampilan sebagai wanita cupu dan kutu buku serta berpakaian sederhana, sehingga orang tidak mengira siapa Flo sebenarnya, seperti Alan yang tidak mengenali sama sekali anak bosnya ini.