Mengejar Cinta Gadis Cupu

Mengejar Cinta Gadis Cupu
Episode 23


__ADS_3

Keesokan paginya, semua keluarga Dirga berkumpul bersama di meja makan untuk sarapan sebelum memulai aktivitas masing-masing.


" Kak Nisa, apa kak Nisa tidak memiliki keluarga atau saudara selain ayah kakak ?" tanya Denis yang duduk di sebelah Nisa.


Mendengar itu Nisa langsung menggeleng.


" Kakak tidak tahu, dan yang kakak tahu hanya ayah yang kakak punya, Kalau saudara atau keluarga yang lainnya kakak tidak pernah mengetahuinya. " sahut Nisa sedangkan yang lainnya hanya diam saja sambil menatap iba pada Nisa.


" Ya sudah, cepat selesaikan sarapannya, nanti terlambat " kata Naya yang mengalihkan pembicaraan karena sangat kasihan dengan Nisa.


Mereka semua mengangguk dan langsung menyelesaikan sarapannya tanpa ada pembicaraan lagi.


Setelah menyelesaikan sarapan mereka semua langsung beraktivitas masing-masing, dan sekarang Flo dan Nisa pergi ke sekolah bersama dengan menggunakan sepeda masing-masing yang sudah di sediakan Dirga.


***********


Seperti keluarga Dirga, saat ini keluarga Alan asisten pribadi Dirga juga melakukan rutinitas yang sama, yaitu sarapan bersama sebelum memulai aktivitas.


" Sean, setelah pulang sekolah, kamu bisa mampir ke kantor papah sebentar. " kata Alan di sela makannya.

__ADS_1


" Bisa Pah, memangnya ada apa, kenapa Sean di panggil ke kantor Papah ?" tanya Sean yang heran.


" Begini Nak, bos Papah Pak Dirga ingin bertemu langsung dengan mu ada yang ingin dia bicarakan padamu, kamu tidak keberatan kan " sahut Alan.


Mendengar itu Sean mengerutkan keningnya tanda masih heran.


" Memangnya ada apa pah, kenapa pak Dirga mau bicara dengan Alan ?" tanya Sean lagi.


" Entahlah, sebaiknya kamu temui saja beliau nanti, mungkin ada hal penting, karena Pak Dirga biasanya tidak mau melakukan sesuatu kalau bukan hal yang penting " kata Alan lagi yang tahu betul Siapa bossnya itu.


" Baiklah pah, nanti pulang sekolah Sean mampir ke kantor papah " kata Sean lagi sambil menyelesaikan sarapannya.


Sedangkan istri Alan hanya mendengarkan saja ayah dan anak itu bicara.


Sesampainya di sekolah seperti biasa setelah Sean keluar dari mobilnya, ia langsung jadi pusat perhatian semua siswa yang ada di sekolah itu.


Tapi setelah puas mengagumi Sean, perhatian semua siswa langsung beralih pada kedua gadis remaja yang datang menggunakan sepeda itu.


" Wah itu Flo dan Nisa kan, tidak di sangka ya di balik penampilan yang seperti itu ternyata ia adalah anak dari pemimpin sekolah ini, luar biasa " kata salah satu siswa dan hampir semua siswa di sekolah itu mengetahui siapa Flo sebenarnya setelah kejadian pembullyan itu.

__ADS_1


" Benar... beruntunya Nisa bisa dekat dengannya, padahal tidak ada yang mau berteman dengannya, tapi sekarang ia malah berteman dengan anak pemilik sekolah ini " kata siswa yang lainnya lagi.


Begitulah pembicaraan semua siswa yang ada di sekolah itu, dan kebanyakan dari mereka mulai mengagumi Flo dan Nisa, apalagi melihat Sean mendekat dan bergabung bersama kedua gadis remaja itu, bertambah histeris dan kagum lah mereka semua.


" Hay Flo, Hay Nisa..." panggil Sean dan langsung menghampiri keduanya.


" Hay kak... " sapa Flo dan Nisa bersamaan.


" Bagaimana kondisi kalian, ko sudah masuk sekolah saja ?" tanya Sean yang langsung bergabung bersama kedua gadis itu tanpa memperdulikan para siswa yang memperhatikan mereka.


"Kami sudah baik - baik saja kak, kak sendiri bagaimana, kenapa sudah masuk sekolah juga ?" tanya Nisa yang juga di anggukan Flo.


" Sama seperti kalian, aku juga sudah baik - baik saja. Ya sudah yu masuk, belajar yang rajin ya aku duluan. " kata Sean sambil mengusap kepala Flo lembut.


" Iiiiccchhh kak Sean, jadi berantakan deh rambut Flo " kata Flo yang langsung cemberut karena Sean. Padahal di hati Flo sudah hampir pingsan menahan rasa gugup yang luar biasa karena berdekatan dengan pria yang tampan dan paling tampan di sekolah itu.


"Iya kak, Kaka juga " Sahut Nisa yang langsung tersenyum melihat temannya itu cemberut karena di goda Sean.


Setelah itu Sean berlalu lebih dulu masuk ke dalam kelasnya, sedangkan kedua gadis remaja itu berjalan di belakang menuju kelasnya juga.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, dari jarak yang sedikit jauh ada seseorang yang begitu sangat marah, bahkan sampai mengepalkan tangannya melihat Sean begitu dekat dengan kedua gadis itu.


" Beraninya kalian berdua merebut perhatian orang yang sangat ku kagumi, awas nanti kalian, aku tidak perduli siapapun kalian meskipun anak dari pemilik sekolah sekalipun aku tidak perduli, aku tidak akan membiarkan siapapun mendekat kak Sean apalagi sampai se akrab itu, tidak bisa ku biarkan, kak Sean hanya milikku, dan hanya aku yang boleh mendekatinya. " gumam orang itu pelan sambil mengepalkan tangannya saking marahnya melihat kebersamaan Sean dan kedua gadis remaja itu.


__ADS_2