
Karena tidak menemukan sepeda yang mereka cari, keempat mahasiswa itu kembali ke ruangannya dengan perasaan yang sangat kesal terhadap Flo.
Sedangkan Flo sangat senang dan langsung berterimakasih pada semua orang yang ada di ruangan itu karena tidak mengatakan pada keempat orang yang mencarinya tadi tentang keberadaannya di ruangan itu.
" Terimakasih semua untuk tidak mengatakan keberadaan ku tadi pada mereka " kata Flo di hadapan mereka semua.
" Sama - sama, lain kali berhati - hatilah, karena sepertinya mereka tidak akan melepaskan mu begitu saja. " sahut orang yang paling dekat jaraknya dari Flo berdiri.
" Benar, lebih baik kamu menghindar dari mereka, karena mereka itu tidak punya perasaan sehingga semena - mena saja terhadap orang lain. " kata yang lainnya lagi, dan langsung di anggukan mereka semua.
Mendengar itu Flo mengangguk, dan yang lainnya pun merasa kasihan terhadap Flo yang mereka kira gadis lemah dan akan menjadi sasaran bully ke empat orang tadi yang sok berkuasa di kampus itu, hanya karena mereka menganggap diri mereka lebih kaya daripada yang lainnya di sekolah itu.
Padahal hampir semua yang kuliah di universitas itu adalah orang yang berada dan mampu, karena kuliah di kampus itu di kenakan biayanya yang lumayan besar, kecuali yang mendapat beasiswa.
Dan Flo adalah salah satu siswa yang masuk dengan menggunakan beasiswa, jadi mereka mengira Flo adalah orang miskin tidak mampu dan lemah, sehingga ingin di perbudak ke empat orang tadi.
__ADS_1
Waktu pelajaran selesai semua dan Flo pun bersiap untuk pulang, dan setelah keluar dari kampus itu.
" Astaga..." gumam Flo yang langsung bersembunyi mencari aman saja karena melihat ke empat orang tadi berada di parkiran.
Sedangkan ke empat siswa itu masih mengamati dan menunggu siswa yang sudah mereka tunggu dari tadi siapa lagi kalau bukan Flo, si gadis cupu lemah yang akan mereka jadikan budak mereka.
Sambil bersembunyi Flo kembali menghubungi pengawal bayangannya menanyakan keberadaan sepedanya.
Setelah itu tanpa menunggu lama lagi Flo langsung lewat belakang keluarga dari kampus, karena sepedanya di letakan oleh anak buah bayangannya di belakang kampus dan di jaga oleh mereka sehingga aman.
" Hati - hati Nona muda, silahkan duluan kami akan mengikuti dari belakang " sahut orang itu.
" Baiklah kalau begitu Flo duluan, permisi... " pamit Flo dan langsung di anggukan para pengawal bayangannya itu.
Setelah itu tanpa menunggu lama lagi Flo langsung mengayuh sepedanya, dengan melaju cepat Flo melewati mereka berempat tanpa menoleh sedikitpun, karena sangat malas berhadapan mereka berempat.
__ADS_1
" Astaga... itu dia si kutu buku... kurang ajar, kejar dia... " kata Gilang dan langsung di anggukan Samuel, Tiara, dan Selin.
Tanpa menunggu lama lagi mereka berempat langsung masuk ke dalam mobil dan langsung tancap gas mengejar Flo yang sudah lebih dulu meluncur.
Mereka berempat yang tadinya geram pada Flo, sekarang bertambah, muka mereka sudah merah padam menahan amarah terhadap Flo.
" Cepat Sam, itu dia kutu buku sialan tidak bisa di biarkan, beri pelajaran karena sudah kurang ajar pada kita " kata Gilang yang langsung di anggukan mereka.
Sedangkan Flo menyadari kalau dirinya di ikuti oleh mobil yang sudah bisa Flo tebak Siapa orangnya.
" HM... memang kalian bisa apa, dan mau menangkap ku, coba saja kalau kalian bisa hmm... Gumam Flo pelan saat mengayuh sepedanya dengan kecepatan normal dan segera melajukan nya.
Mereka terus mengikuti Flo, sampai mobil itu lebih cepat untuk memotong jalan sepeda motor.
Dan akhirnya mobil mereka berhasil lebih dulu dari Flo dan langsung berhenti serta Langsung memotong jalan Flo sehingga Flo berhenti mendadak.
__ADS_1