
Dan akhirnya mobil mereka berhasil lebih dulu dari Flo, dan langsung berhenti memotong jalan Flo sehingga Flo berhenti mendadak.
Tapi bukan Flo orangnya yang hanya diam saja menunggu orang akan melakukan apa padanya. Dengan gerakan cepat Flo kembali mengayuh sepedanya masuk ke dalam gang kecil yang hanya bisa di masuki kendaraan roda dua, sebelum mereka yang berada dalam mobilnya itu keluar.
" Kurang ajar, dasar kutu buku sialan, kau bisa selamat hari ini, tapi lihat saja besok, tidak akan ku biarkan si kutu buku itu lolos " kata Gilang dengan kesalnya.
Sedangkan ketiganya mengangguk mengiyakan apa yang di katakan Gilang, karena mereka juga merasakan hal yang sama, yaitu sama - sama kesal terhadap Flo.
Dan mereka berempat hanya bisa melihat kepergian Flo menggunakan sepeda di dalam gang itu semakin jauh sampai tidak terlihat lagi.
Setelah itu mereka langsung pergi dari tempat itu.
Sedangkan Flo kembali mengayuh sepedanya dengan santainya menuju rumahnya yang sedikit lebih dekat karena jalan itu adalah jalan pintas menuju rumah Flo.
" Sepertinya mereka benar - benar marah dan ingin sekali membudak ku, baiklah aku tidak bisa membiarkan ini terus terjadi, aku tidak akan pernah tenang kalau tidak membereskan hama kampus itu. " gumam Flo dalam perjalanan.
__ADS_1
" Sebaiknya besok ku hadapi saja mereka langsung, sekalian ku beri pelajaran agar mereka tidak menggangguku lagi " Kata Flo lagi dengan santainya.
Dan akhirnya Flo tidak di rumahnya dan langsung di sambut oleh anak buah Dirga dan Nadiya yang menjaga rumah itu.
Setelah masuk ke dalam rumah, seperti biasa teriakan Flo yang membahana mengejutkan penghuni yang ada di rumah itu.
" Yuuuhuuuu... Flo pulang... " Teriak Flo dengan seenaknya saja karena sudah terbiasa baginya seperti itu sejak masih ada ibu kandungnya dulu, dan sekarang Naya pun tidak melarang hal itu sehingga masih jadi sikap dan ciri khas seorang flora putri sulungnya Dirga dan Naya itu.
***
Dan hari ini Nisa juga sudah masuk ke kampus barunya, Nisa juga berpenampilan cupu sama seperti Flo, untuk menjaga dirinya dari hal yang tidak di inginkan.
" Huuh... semangat, semoga saja semuanya berjalan dengan lancar, haaah... tiga tahun saja rasanya seperti seabad, dan semoga saja bisa ku lewati dengan tenang dan berhasil sukses untuk kedepannya nanti aamiin... " gumam Nisa menyemangati dirinya yang sekolah di negeri orang.
Dengan langkah Santai Nisa memasuki ruangan tempatnya kuliah, tanpa Nisa sadari ia juga jadi sasaran bully orang yang ada di kampus itu.
__ADS_1
Meskipun sekolah di luar negeri tetap saja yang namanya bully pasti akan terjadi terutama untuk siswa yang masuk menggunakan beasiswa, karena mereka di anggap lemah dan dengan mudah untuk di tindas dan di jadikan budak mereka.
Sedangkan Sean saat ini sudah bersiap untuk terbang kembali ke negara nya, karena akan melanjutkan kembali kuliah di Indonesia bersama dengan sang pujaan hati.
Orang tua Sean tidak mempermasalahkannya, dimana pun Sean Kan melanjutkan pendidikannya, mereka berdua hanya mendukung saja setiap keputusan dari putra mereka itu.
" Lihatlah penampilannya sangat jelek sekali, dan sangat pantas menjadi budak kita " kata orang itu sambil tersenyum sinis menatap Nisa dari jauh.
Nisa pun masuk karena masih aman, tapi Nisa juga tetap waspada, karena pengalamannya saat di bangku SMA membuatnya Taruma, sehingga Nisa selalu waspada bila kejadian pembullyan terhadapnya dulu bisa terulang lagi.
Dan baru saja Nisa duduk di tempat duduknya, ia sudah melihat beberapa orang dengan gaya sombongnya menuju ke arah Nisa.
Sehingga Nisa bertambah waspada menghadapi mereka sekarang.
BRAAKH...
__ADS_1
Gebrakan meja yang sangat keras di hentakan tangan beberapa orang itu saat memukul meja, dan itu sungguh membuat mereka terkejut terutama Nisa, karena orang itu juga mengebrak meja milik Nisa.