
Sedangkan kepala sekolah itu saat ini sudah sesak nafas, panas dingin, serta jantungnya berdetak kencang setelah mendengar penuturan Dirga, dan akhirnya.
Buukkhh...
Seketika kepala sekolah itu langsung pingsan dan itu sungguh mengagetkan mereka semua.
" Pah... bangun pah, papah kenapa... " kata Bobby yang langsung memangku ayahnya yang tiba-tiba tak sadarkan diri itu.
" Alan cepat bawa dia ke UKS, dan selesaikan setelah ia sadar " kata Dirga yang tersenyum sinis melihat kepala sekolah itu pingsan.
" Baik tuan, kalau begitu kami permisi dulu. Sean, bantu Bobby membawa pak Hengki ke UKS sekarang " aku Alan.
" Baik Pah... " sahut Sean yang langsung membantu Bobby membopong kepala sekolah itu dan langsung membawanya ke UKS.
Setelah mereka sudah keluar, Dirga langsung memandang para orang tua dengan tatapan yang sangat tajam.
" Dan kalian semua, kalian sudah pasti tahu kan siapa saya... Jadi sebaiknya bagaimana apa semua ini mau di perpanjang, atau selesai sampai di sini " kata Dirga dengan santainya tapi masih memandang mereka semua dengan tatapan membunuhnya.
__ADS_1
" Maafkan kami Pak, kami mengakui kalau anak kami lah yang salah, dan kami pastikan kejadian ini tidak akan terulang lagi, maafkan kami nak Flo nak Nisa. Kami mohon kejadian ini sampai di sini saja, jangan di perpanjang Pak " kata orang tua Rosa yang begitu sangat ketakutan melihat tatapan intimidasi Dirga pada mereka semua.
" Benar Pak, kami janji kami tidak akan menggangu mereka berdua lagi, maafkan kami Pak, Bu Flo Nisa " kata Rosa juga yang tak kalah takutnya saat ini.
" Kami mohon Pak maafkan kami " kata para orang tua siswa berserta anak - anak mereka.
" Bagaimana Flo, Nisa, apa kalian memaafkan mereka semua ?" tanya Dirga yang juga di anggukan Naya yang hanya melihat semuanya dari tadi.
" Kami memaafkan mereka semua Pah, tapi kami minta untuk kedepannya tidak boleh lagi ada pembullyan di sekolah ini terhadap siswa manapun apalagi kepala siswa yang tidak mampu. "sahut Flo yang juga di anggukan Nisa.
" Kalian dengar kan, dan kalau kejadian ini terulang lagi, maka, pelakunya bukan hanya di keluarkan dari sekolah ini tapi langsung di bawa ke kantor polisi, kalian semua mengerti. " Kata Dirga lagi dengan keras dan tajamnya.
" Baiklah saya rasa semua ini selesai sampai di sini, dan untuk kepala sekolah terpaksa saya berhentikan karena tidak profesional dalam memimpin sekolah ini, kalau begitu kami permisi lebih dulu " kata Dirga yang sangat malas berada di ruang itu.
" Iya pak silahkan, kami juga akan pulang, sekali lagi maafkan kami dan anak - anak kami Pak Dirga, Bu Kanaya, nak Flo dan nak Nisa " kata salah satu orang tua siswa yang langsung di anggukan yang lainnya.
Dirga dan Naya hanya mengangguk lalu keluar dari ruangan itu terlebih dahulu kemudian di susul Flo dan Nisa di belakang yang juga hanya mengangguk dan langsung keluar mengikuti orang tuanya.
__ADS_1
Sesampainya di luar, Dirga dan Naya langsung berpamitan dengan putri sulung mereka itu, setelah berpamitan Dirga dan Naya langsung kembali ke aktivitas mereka masing-masing.
Begitu juga dengan Flo dan Nisa, setelah orang tua Flo pulang mereka berdua langsung kembali ke kelas mereka untuk melanjutkan pelajarannya.
Sedangkan di UKS, saat ini kepala sekolah itu sudah di tangani tenaga medis yang bekerja di situ.
" Bagaimana keadaannya Dok ?" tanya Alan yang juga di anggukan Bobi, sedangkan Sean sudah kembali ke kelasnya setelah mengantarkan kepala sekolah itu.
" Beliau hanya syok, sebentar lagi juga baik - baik saja biarkan beliau beristirahat sebentar agar kondisinya cepat pulih. " jawab dokter itu.
" Syukurlah, kalau begitu kabari saya kalau beliau sudah sadar, sekarang saya akan berkeliling melihat sekolah ini dulu, Bobby jaga papah mu, Dokter titip mereka ya " kata Alan berpamitan keluar.
" Baik pak Alan " Sahut dokter itu.
" Ia pak, terimakasih banyak sudah membantu papah saya, dan maafkan atas kesalahan kami. " kata Bobby mewakili ayahnya meminta maaf.
" Minta maaflah pada orang yang sudah kamu sakiti, dan saya sendiri sudah memaafkan kalian, kalau begitu saya permisi dulu. " kata Alan yang langsung di anggukan oleh Bobby dan dokter itu.
__ADS_1
Alan pun langsung kembali ke aktivitas nya lagi setelah selesai dengan masaklah ini, sedangkan Bobby masih menemani papahnya di dalam klinik sekolah itu.