
Mendengar itu Sean begitu sangat terkejut dan tidak tahu haru menjawab apa, sampai petikan jari mengagetkannya.
" Ck... kenapa diam kak, jadi benar kakak menyukai Flo?" tanya Nisa lagi untuk memastikan mengubur perasaannya terhadap Sean sahabatnya itu.
" Iya... maaf Nis, perasaan ini mungkin akan menggangu persahabatan kita, tapi sungguh perasaan yang ku miliki terhadap Flo sudah ada sebelumnya kita bersahabat, dan aku mendekati kalian murni ingin bersahabat dan bisa lebih dekat lagi dengan Flo sampai aku sukses nanti. " kalau Sean yang mengungkapkan yang ia pendam selama ini.
Mendengar itu Nisa tidak dapat berbuat apa-apa, dan hanya bisa mengubur perasaannya pada Sean karena tidak ingin kehilangan kedua sahabatnya itu.
" Baiklah kak, perjuangkan perasaan kakak, Nisa mendukung apa yang kakak lakukan " kata Nisa lagi dengan yakin dengan apa yang ia katakan.
" Terimakasih Nisa, dan maaf aku meninggalkan mu sendiri di sini sekarang, jika kau takut kita akan pulang ke Indonesia saja sekarang bagaimana ?" tanya Sean yang sebenarnya tidak tega meninggalkan sahabatnya itu.
" Tidak apa-apa kak, kakak pulang saja, aku akan tetap melanjutkan pendidikan ku di sini, salam untuk Flo ya, jangan khawatir aku baik - baik saja di sini " kata Nisa lagi yang sungguh merasakan sakit akan di tinggal sendiri di negeri orang ini.
Terimakasih banyak Nisa, kamu memang sahabat terbaik ku, ya sudah aku berangkat sekarang ya takut terlambat, kamu hati - hati di sini, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku " kata Sean berpamitan pada sahabatnya itu.
" Iya kak, Kaka juga hati - hati di jalan ya, kasih kabar kalau sudah sampai di sana " sahut Nisa sambil tersenyum menutupi kesedihannya.
__ADS_1
Sean pun mengangguk dan langsung berangkat meninggalkan Nisa yang sendiri menatap sendu kepergian sahabatnya itu.
" Kamu harus kuat Nisa, biar bagaimanapun kamu sekarang sendiri, jadi harus sebisa mungkin hidup sendiri, semangat Nisa semangat... " gumam Nisa pelan menyemangati dirinya setelah Sean tidak terlihat lagi dan Nisa pun langsung masuk kedalam apartemennya.
****
Hari pun berganti sekarang Flo sudah siap berangkat menuju kampusnya.
Dan hal yang sudah di duga Flo pun terjadi, Flo sudah di hadangan ke empat orang yang kemarin hendak membulyynya.
" Benar, kali ini kau tidak bisa menghindar lagi kutu buku, awas kau " kata Samuel juga dengan kesalnya.
Sedangkan Selin dan Tiara tersenyum sinis menatap Flo yang masih berada di atas sepedanya.
" Bukan aku, tapi kalian yang akan ku beri pelajaran seenaknya saja terhadap orang lain. " kata Flo yang tidak takut sama sekali hanya untuk menghadapi beberapa orang itu.
" Berani juga kau kutu buku, rasakan ini hiiiaaaa... " teriak Gilang yang langsung menyerang Flo yang masih berada di sepedanya.
__ADS_1
Hiiiiiiaaaaa...
FLO pun melawan dengan mengunakan sepedanya Flo mengajar kedua orang yang sudah berani menghajarnya itu.
Sedangkan Selin dan Tiara begitu sangat terkejut melihat semuanya, mereka berdua tidak tahu dan tidak menyangka kalau gadis yang mereka kira lemah , Sekarang berani melawan kedua pria mereka itu
.
Tanpa menunggu waktu lama, karena Flo memang sudah sangat mahir dalam ilmu bela diri, dengan mudah mengalahkan mereka berdua yang sudah babak belur.
" Masih mau melawan lagi HAH... Jangan salahkan aku, kalau kalian akan pergi ke rumah sakit setelah itu. " kata Flo sambil mengancam mereka berempat yang sudah berani melawannya.
Mendengar itu Selin dan Tiara langsung menghampiri Gilang dan Sam yang masih tersungkur di tanah dengan keadaan yang sudah babak belur di hajar Flo seorang diri.
" Bagaimana, mana kesombongan kalian tadi haah.. ku peringatkan sekali lagi, jangan pernah sok berkuasa di hadapan ku, kalau tidak bersiaplah menuju rumah sakit HM... " kalau Flo yang berlalu begitu saja melewati mereka yang takut memandang Flo.
Sekarang Flo bisa masuk dengan tenang ke dalam kampus itu, tapi baru masuk beberapa langkah Flo pun berhenti dan berbalik melihat ke arah mereka berempat tadi dengan tatapan tajamnya, sehingga membuat mereka berempat semakin takut.
__ADS_1