Mengejar Cinta Gadis Cupu

Mengejar Cinta Gadis Cupu
Episode 32


__ADS_3

Setelah mengatakan itu Sean langsung meninggalkan kelas itu begitu saja sampai tidak memperdulikan Helena lagi setelah mengenal Flo dan Nisa.


" Keterlaluan kamu kak, setelah mengenal kedua gadis itu kamu sudah tidak perduli lagi dengan ku, aku yang mengenal mu lebih dulu, kenapa kamu lebih dekat dengan mereka, harusnya dengan ku kak " gumam Helena saking kesalnya mendengar apa yang di kamar Sean padanya.


Setelah Sean pergi Helena langsung mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi orang bayarannya untuk melakukan tugas yang sudah di rencanakan nya.


Tapi belum sempat Helena menghubungi anak buahnya, nomor tidak di kenal sudah masuk lebih dulu.


" Nomor Siapa lagi ini huuuh mengganggu saja " gumam Helena yang mau tidak mau mengangkat panggilannya karena sudah beberapa kali di rijek masih saja nomor itu masuk.


" Halo siapa ini... " jawab Helena.


" Saya peringatkan padamu, jangan coba macam - macam lagi kamu dengan Flo, Nisa dan Sean. Kalau tidak bukan hanya kamu yang akan merasakan akibatnya, tapi juga keluarga mu agar kau tahu rasa jangan pernah mencari masalah dengan keluarga Dirgantara, kamu mengerti " kata sahutan dari sebrang ponsel Helena. Dan langsung terputus setelah orang yang menghubunginya mengatakan itu.


" Apa... astaga siapa yang sudah memhubungiku ck... KETERLALUAN. " BRAAKH... Helena sampai menggebrak meja saking kesalnya.


Helena langsung mengambil kembali ponselnya hendak menghubungi kembali orang bayarannya.


Tapi kembali tidak sempat karena orang yang menghubunginya tadi kembali mengirim pesan yang memperlihatkan foto - foto keluarga Helena termasuk orang tua Helena.


Dan di akhir foto itu bertuliskan.

__ADS_1


[ Ingat keselamatan keluarga mu ada di tanganmu, jadi jangan pernah macam - macam, kalau tidak kamu pun akan merasakan hal yang sama bersama dengan keluarga mu ]


Begitulah isi pesan yang di kirim oleh nomor yang tidak di kenal itu.


Bruukkhh...


Dengan lemasnya Helena langsung ambruk ke lantai, sekarang ia benar-benar menyerah sebelum berperang.


Mau tidak mau Helena diam saja sekarang, karena tidak mau terjadi apa - apa pada keluarganya.


***


Karena setiap kali Helena hendak berbuat macam-macam pada kedua gadis remaja itu, sebelum Helena melakukannya ia selalu mendapat sebuah pesan dari nomor tidak di kenal yang berisikan ancaman untuk keluarganya kalau Helena macam - macam dengan kedua gadis itu.


Sebab itulah sekarang Helena tidak lagi berbuat ulah pada kedua gadis itu. Sedangkan Flo dan Nisa pun sudah merasa aman karena tidak ada lagi yang mengganggu mereka, sehingga kedua gadis remaja itu bisa sekolah dengan tenang.


Dan hubungan Sean dengan kedua gadis itu pun semakin dekat mereka bertiga sudah menjadi sahabat yang sangat dekat, bahkan selalu berbagi suka dan duka bersama.


***


Tidak terasa tahun pun berganti hingga tiba kelulusan untuk kedua gadis remaja itu.

__ADS_1


Sedangkan Sean sudah lulus terlebih dahulu tahun kemarin, dan sudah melanjutkan sekolahnya ke luar negeri untuk menggapai cita - citanya.


Jadi sekarang hanya tinggal Flo dan Nisa yang masih berada di sekolah itu, itu pun hanya sebentar lagi karena sekarang mereka berdua juga sudah lulus dan hari inilah kelulusan kedua gadis remaja itu.


" Selamat ya sayang, putri - putri bunda sudah berhasil lulus dengan nilai terbaik, Bunda banga sama kalian. Sekarang kalian akan melanjutkan pendidikan kemana, ke luar negeri atau di sini saja ?" kata Naya yang sangat bangga dengan kedua putrinya itu.


Dan saat ini mereka sudah berkumpul di meja makan di sebuah restoran untuk merayakan kelulusan keduanya.


" Kalau Flo kayanya kuliah di sini saja Bun, Flo tidak mau jauh - jauh dari kalian. " sahut Flo di sela makannya.


" Kamu Nisa ?" Tanya Naya juga.


" Kalau Nisa rencananya mau nyusul kak Sean keluar negeri, untuk menggunakan beasiswa yang Nisa dapatkan bunda " sahut Nisa.


" Ya sudah terserah kalian saja, yang penting kalian terus sekolah jangan sampai putus sebelum cita - cita kalian tercapai. " kata Naya sambil tersenyum mendengar jawaban kedua gadis remaja itu


" Kenapa kamu tidak ikut kuliah ke luar negeri Flo, bukannya kamu juga mendapat beasiswa yang sama seperti Nisa ?" tanya Dirga yang heran dengan sahutan Flo.


Begitu juga dengan yang lainnya termasuk si kembar yang hanya mendengarkan dari tadi sambil menikmati makanannya.


Sedangkan omah Nadiya saat ini tidak bersama mereka karena sedang sangat sibuk mengurus perusahaannya yang sedikit bermasalah.

__ADS_1


__ADS_2