Mengejar Cinta Gadis Cupu

Mengejar Cinta Gadis Cupu
Episode 21


__ADS_3

Mereka semua melihat perkelahian itu, dan ibu tiri Nisa sangat terkejut melihat anak - anak yang di sandranya sudah bebas.


" Kurang ajar kalian semua, awas kalian tidak akan ku biarkan kalian semua bebas dari tempat ini. " kata ibu tiri Nisa yang begitu sangat marah melihat semuanya.


" Hmm... Masih berani sombong dia " kata Dirga yang tersenyum remeh pada ibu tiri Nisa itu.


Dengan membabi buta ibu tiri Nisa menghajar Naya, dan dengan sekuat tenaga juga Naya menangkis setiap serangan yang di berikan padanya.


Tapi dengan amarahnya kekuatan ibu tiri Nisa yang berkali lipat, sampai Naya kewalahan melawannya. Hingga sedikit lengah Naya hampir saja terkena serangan dari ibu tiri Nisa itu.


Melihat Naya yang sudah kewalahan Dirga langsung maju dan menghalau serangan yang hampir mengenai Naya, dan kemudian Dirga yang menghadapinya, Naya mundur untuk menormalkan kondisinya.


Dengan masih dalam keadaan marah, ibu tiri Nisa sampai tidak terlihat kewalahan sedikit pun, tapi Dirga juga sudah terlihat kewalahan menghadapi amarah ibu tiri Nisa itu.


" Sepertinya memang aku yang harus turun tangan, mereka berdua terlalu lama menghadapi tikus ini " gumam Nadiya yang sangat geram dan tidak sabar melihat semuanya.

__ADS_1


Sedangkan ketiga remaja itu nampak tegang dan khawatir menyaksikan perkelahian itu, mereka takut kalau ibu tiri Nisa yang menang, karena sangat terlihat kalau Naya dan Dirga tidak bisa melumpuhkannya.


Tanpa menunggu lama lagi, Nadiya langsung mengambil peran menggantikan menantunya untuk melawan ibu tiri Nisa itu.


Buk buk buk...


Dengan beberapa kali serangan dan beberapa kali pukul khas yang di miliki seorang Quin Mafia, tidak butuh waktu lama, ibu tiri Nisa itu jatuh tersungkur di bekap Nadiya.


" Mommy luar biasa...." kata Naya dan Dirga bersamaan.


Sedangkan ibu tiri Nisa itu sudah tidak bisa berkutik lagi, kalau hanya pukulan dari Naya dan Dirga saja ia masih bisa menahannya, tapi ini merasakan pukulan langsung dari seorang Quin Mafia yang sangat terkenal di dunianya, jangankan menahannya, bernapas saja ibu tiri Nisa sudah hampir tidak bisa karena kerasnya setiap serangan yang di berikan Nadiya.


Tidak butuh waktu lama, Alan beserta anak buahnya, dan para polisi datang dan langsung menangkap pelaku.


Entah seberapa kuat pukulan Nadiya hingga membuat ibu tiri Nisa tidak mampu lagi untuk berjalan dan nafasnya pun sudah mulai sesak.

__ADS_1


" Terimakasih kerja samanya, beliau adalah orang yang kami cari selama ini, karena beliau lah banyak para remaja kehilangan masa depannya. Sekali lagi terimakasih sudah membantu kepolisian untuk menangkap buronan ini. Dan masalah penganiyaan yang terjadi pada gadis remaja ini, dan kedua temannya, kita bisa langsung mengurusnya di kantor polisi, kalian semua bisa memberi keterangan " kata ketua polis itu.


" Sama - sama Pak, jadi ternyata dia adalah buronan polisi, hmm... pantas saja tidak punya hati. Kalau begitu kami semua akan ke kantor polisi untuk memberi keterangan, mari Pak " kata Dirga yang juga di anggukan keluarga termasuk Sean sedangkan Nisa masih terkejut dengan fakta yang baru saja ia ketahui.


" Baiklah mari " kata polisi itu keluar lebih dulu dan anak buahnya pun langsung menggereng pelaku masuk kedalam mobil polisi.


Mereka semua mengangguk lalu mengikuti polisi itu keluar dari rumah Nisa yang sudah berantakan seperti kapal pecah akibat perkelahian tadi.


" Kamu sekarang sudah aman Nis, kalau boleh tahu ayahmu dimana kenapa tidak kelihatan, apa beliau tidak mengetahui semua ini ?" tanya Flo sambil berjalan ke luar mengikuti para orang tua yang keluar rumah itu lebih dulu.


" Aku juga tidak tahu beliau sekarang dimana Flo, karena semenjak menikah dengan ibu tiri ku itu, ayah sudah jarang berada di rumah, beliau lebih sering menghabiskan waktu di luar dengan alasan pekerjaan. " sahut Nisa dengan nada lirihnya.


" Ya Tuhan kasihan sekali kamu Nis, sabar ya... " kata Flo sambil menghibur dan merangkul temannya yang Flo anggap sebagai sahabatnya itu.


Sedangkan Sean hanya mendengarkan saja karena Sean berjalan paling belakang sehingga bisa mendengar pembicaraan kedua gadis remaja itu.

__ADS_1


__ADS_2