
Bukan hanya Flo yang mengharapkan kebaikan untuk saudara angkatnya itu, tapi juga seluruh keluarganya Dirga karena mereka sudah menganggap Nisa anak mereka sendiri.
" Oh ya, tadi selain tentang Nisa, ada juga yang akan kalian bahas, memangnya ada apa Pah ?" tanya Nisa sambil menatap mereka semua.
" Sebenarnya kami akan membahas soal Flo juga, tapi karena kamu juga sama pentingnya, lebih baik pembahasan soal Flo kita bahas setelah besok saja, jadi sekalian kita bahas keduanya, ya kan Pah " sahut Naya yang juga di anggukan Nadiya yang sependapat.
" Benar Bun, setelah hal penting Nisa besok selesai baru sekalian kita bahas tentang Flo jadi bisa kita bahas bersamaan, karena hal tentang mereka berdua sama, jadi sangat mudah untuk kita mengurus keduanya " kata Dirga juga.
" Kamu benar nak, hal tentang mereka berdua sama jadi sekaligus saja kita bahas sekalian mereka berdua bersamaan. Jadi pembahasan selanjutnya kita lanjutkan besok saja. " kata omah Nadiya yang juga ikut menimpali.
Mereka semua mengangguk, kecuali Nisa yang bingung tidak mengerti arah pembicaraan mereka.
" Memangnya apa yang di bahas tentang Flo, sampai menunggu tentang Nisa segala Pah ?" tanya Nisa yang memang tidak tahu apa-apa.
" Jangan di katakan Bun omah Pah, biar besok saja Nisa akan tahu sendiri, salah sendiri bikin penasaran, jadi biar dia penasaran juga, hehehe... impas kah hahahaha... " kata Flo yang juga tidak mau kalah bikin Nisa penasaran.
__ADS_1
" Iiiiccchhh Flo... ayo cepat bilang, memangnya ada apa sih, Pah Bun omah... ada apa sih, penasaran juga ini " kata Nisa yang benar-benar sangat penasaran juga.
" Tunggu besok juga sayang, biar kamu tahu hehehe... rasanya bunda sudah tidak sabar menyaksikan semuanya, huuuh... jadi berasa sudah tua deh ya kan Pah " kata Naya pada suaminya.
" Benar Bun, haaah rasanya papah masih tidak rela melepas mereka, tapi mau bagaimana lagi, memang sudah hukum alam apa boleh buat " kata Dirga yang sungguh berat untuk melepas kedua putrinya dalam waktu dekat ini.
" Begitulah yang mommy rasakan dulu, jadi sekarang kalian berdua yang merasakannya, rasakan sendiri ya mommy menyaksikan saja hehehe... " kata omah Nadiya dengan santainya.
" Haaah... semakin tidak mengerti saya, terserah kalian saja lah, besok juga akan tahu apa yang sudah terjadi. " kata Nisa pasrah karena percuma saja Nisa terus mendesak mereka, tidak akan menemukan jawabannya.
Di dalam kamar, Nisa rebahan sambil Vidio call dengan sang kekasih, membahas dan merencanakan untuk besok.
Begitu juga dengan Flo yang melakukan hal yang sama, melakukan panggilan video call dengan sahabat sekaligus calon suaminya itu.
Hanya Nadiya yang sendiri di kamar menatap langit kamarnya sambil menerawang jauh memikirkan tentang cucu - cucunya.
__ADS_1
" Haaah... Alhamdulillah ya Allah, engkau memberiku umur panjang sehingga aku dapat menyaksikan anak dan cucuku bahagia dengan kehidupan mereka masing-masing " gumam Nadiya sambil menatap dan menerawang jauh ke depan menatap masa depan anak dan cucu-cucunya.
***
Keesokan harinya tepat seperti yang di katakan Nisa, hari ini keluarga Evan akan datang melamarnya secara resmi di hadapan keluarganya.
Bunda Naya dan Dirga sudah mempersiapkan segalanya, begitu juga Flo dan omah Nadiya yang sangat tidak sabar untuk mengetahui siapa orang yang akan meminang Nisa.
Tepat jam tujuh malam, sebelum makan malam tamu yang di tunggu-tunggu akhirnya datang dan itu sungguh membuat mereka semua sangat terkejut, terutama Dirga yang tidak menyangka kalau tamu yang mereka tunggu adalah orang yang sangat mereka kenal.
" Edi, anggel, Evan... jadi kalian yang... " kata Dirga terpotong karena saking terkejutnya, dan tidak menyangka sama sekali merekalah orangnya.
" Benar Dirga, kami datang kesini dengan niat baik, apa Nak Nisa sudah mengatakannya ?" Sahut Edi memastikan lagi.
" Sudah, Nisa sudah mengatakannya, tapi dia tidak bilang kalau orang yang di maksud adalah kamu " kata Dirga yang juga di anggukan Naya dan Nadiya yang menghadapi mereka, sedangkan Flo masih menemani Nisa di kamarnya untuk bersiap.
__ADS_1