
Tanpa menunggu lama lagi Sean langsung mendekati mereka berdua, yang masih duduk di taman itu.
" Nona muda, ada apa kenapa kalian berdua sama - sama menangis ?" tanya Sean pada mereka berdua.
Mendengar itu Flo dan Nisa langsung menghentikan tangis mereka lalu langsung melihat kepada orang yang menghampiri mereka.
" Kak Sean... " kata kedua gadis itu sambil membersihkan wajah mereka karena menangis.
" Maaf nona kalau boleh saya tahu, apa yang membuat kalian berdua menangis, apa sudah terjadi sesuatu ?" tanya Sean yang sangat mengkhawatirkan anak dari bos ayahnya itu sekaligus pujaan hati yang di sukai Sean diam - diam.
" Kak, jangan panggil aku seperti itu, panggil Flo saja ya. Kami tidak apa-apa hanya saja Nisa... " perkataan Flo terhenti ketika Nisa memegang tangannya.
" Hanya saja kenapa, apa kalian ada masalah, coba ceritakan padaku siapa tahu aku bisa bantu, dan kalau boleh aku juga mau ikut dalam pertemanan dan persahabatan kalian, kalian tidak keberatan kan " kata Sean yang langsung duduk di sebelah Flo ikut bergabung bersama mereka berdua.
" Kami... kami tidak keberatan kok kak " sahut Nisa sambil tersenyum melirik Flo.
Sedangkan Flo hanya mengangguk tidak bisa bersuara karena sangat gugup dan panas dingin bersebelahan dengan pria, meskipun ia tahu siapa pria itu.
" Sudah tidak usah gugup seperti itu, santai saja, kita kan sekarang teman, yang otomatis menjadi sahabat, jadi mulai sekarang di biasakan ya " kata Sean lagi yang dengan pedenya mengatakan itu yang juga menutupi rasa gugupnya duduk bersebelahan dengan sang pujaan hati.
__ADS_1
" Iii...iya kak Sean " sahut Flo dan itu menjadi hiburan tersendiri untuk Nisa ketika melihat temannya ini salting.
" Sekarang ceritakan ada masalah apa sehingga membuat kalian berdua tadi sampai menangis " kata Sean lagi.
Flo dan Nisa saling pandang, dan akhirnya Flo mengangguk mengisyaratkan kalau Sean di terima sebagai anggota baru pertemanan mereka.
" Sebenarnya tadi kami... " Flo pun menceritakan penyebab mereka berdua menangis, dan Nisa juga menceritakan tentang kehidupannya, begitu pula dengan Flo yang mengatakan tentang hidupnya yang juga merasakan ketika berada di posisi Nisa.
Mendengar semuanya Sean mengerti dan sangat kasihan dengan kehidupan kedua gadis itu yang sangat tidak beruntung.
Tapi Sean juga bersyukur karena sang pujaan hati sudah mendapatkan kebahagiaan, dan tinggal bagaimana dengan masalah temannya yang satunya lagi yang harus di tolong.
" Iya kak, kakak benar setelah pulang sekolah kita bantu kamu Nisa, tidak sanggup rasanya melihat keadaan mu seperti ini " kata Flo juga yang juga ikut berdiri.
" Terimakasih Flo, kak Sean tidak usah memikirkan aku, aku masih sanggup menahannya, tolong jangan libatkan diri kalian dalam masalah ku ya, aku tidak mau kalian jadi bermasalah karena mau membantuku " kata Nisa yang juga ikut berdiri.
" Iya Nis, kamu tenang saja, aku siap ko membantumu " kata Flo
" Aku juga akan membantu kalian sebisaku, jadi kamu tidak sendiri Nisa, ada kami yang akan selalu bersama mu. " kata Sean menyemangati dan menghibur Nisa.
__ADS_1
" Terimakasih teman - teman " kata Nisa yang sudah berkaca-kaca mendengar penuturan teman - temannya, dan langsung di anggukan oleh Flo dan Sean
Setelah itu mereka langsung kembali ke kelas mereka untuk melanjutkan pelajarannya.
Tidak lama waktu sekolah pun berakhir, dan semua murid pulang ke rumah masing-masing. Dan seperti yang di katakan mereka tadi Sean dan Flo mengantarkan Nisa lebih dulu ke rumahnya menggunakan sepeda, sedangkan Sean mengikuti mereka berdua menggunakan motor dari belakang.
Sesampainya di depan rumah Nisa, mereka bertiga berhenti sejenak di depan pagar rumah.
" Sampai di sini saja ya Flo,kak aku takut kalau ibu tiri ku melihat kalian beliau akan semakin marah terhadap ku " kata Nisa melas.
" HM... baiklah, masuk lah kami akan pergi setelah melihat mu masuk " kata Flo yang mengerti begitu juga dengan Sean yang mengangguk mengiyakan yang di katakan Flo.
" Terimakasih teman - teman atas pengertiannya, ya sudah aku masuk dulu ya, daaahhh... Flo kak Sean " pamit Nisa yang masuk lebih dulu ke rumahnya.
" Daaahhh... Yang kuat Nis " kata Flo yang langsung mendapat acungan jempol oleh Nisa.
Kemudian Nisa melangkah pelan masuk ke dalam rumahnya, sedangkan Flo dan Sean masih berada di sana untuk melihat bagaimana keadaan tenang mereka ini setelah pulang sekolah.
Dan baru saja Flo dan Sean berbalik tiba - tiba.
__ADS_1
BRAAKH BRAAKH...