
Tidak terasa mereka berdua sudah sampai di depan sekolah, dan ketika mereka berdua hendak masuk tiba-tiba...
Prok prok prok prok...
" Wah masih punya nyali juga kedua manusia miskin ini datang hari ini CK ck ck... " kata Rosa yang berdiri tepat di depan pagar sekolah.
FLO dan Nisa begitu sangat terkejut, sampai - sampai Flo hampir tidak bisa mengerem sepedanya saking terkejutnya Rosa menghalangi jalannya.
" Hey bisa minggir tidak, untung tidak ku tabrak, kalau sampai ku tabrak jangan salahkan aku kalau kakimu patah nanti " kata Flo dengan sangat geramnya karena terkejut.
Sedangkan Nisa hanya diam saja, Nisa takut bersuara karena ia takut akan di bully lagi oleh mereka.
" Hmm... sudah mau keluar dari sekolah ini saja belagu, mana orang tua miskin kalian, takut datang ke sekolah ini... CK ck ck... kalau miskin ya miskin saja tidak usah belagu dan tidak tahu diri, huuuh dasar cupu dan dungu " kata Rosa yang langsung berlalu begitu saja setelah mengatakan itu.
__ADS_1
Mendengar ucapan Rosa itu ingin sekali Flo membungkam mulutnya karena saking kesalnya Flo pada Rosa.
Tapi dengan sigap Nisa memegang tangan Flo dan menggeleng kepalanya tanda jangan.
" Tapi Nis, kata - katanya sangat keterlaluan, harus di beri pelajaran tu mulut, geram sekali aku " kata Flo yang sudah sangat kesal terhadap Rosa dan teman - temannya
" Biarkan saja Flo jangan terbawa emosi, mereka sengaja memancing kita, agar kita berbuat kasar pada mereka sehingga mereka bisa lapor dan menjadikan itu sebuah kekerasan untuk membalas kita " kata Nisa.
" Huuh... Kamu benar Nis, hampir saja ku bungkam mulutnya kalau kamu tidak menghalangiku sudah ku bikin babak belur tu geng ulat bulu, menyebalkan sekali huuh... " kata Flo mengurangi emosinya yang hampir meledak tadi gara - gara Rosa dan geng nya menghalangi jalan Flo dan Nisa
" Kamu benar Nis, kamu datang sendiri Nis, orang tua mu mana ?" tanya Flo sambil mereka berdua melangkahkan masuk ke dalam sekolah.
" Orang tua ku sibuk Flo, mereka tidak bisa datang jadi mau tidak mau harus ku hadapi sendiri " jawab Nisa yang tidak mau mengatakan sebenarnya pada Flo karena mereka berdua baru saja berteman, dan Nisa belum bisa menceritakan semuanya.
__ADS_1
" Kamu sendiri bagaimana, apa orang tua mu tidak datang juga ?" tanya Nisa balik
" Sama Nis, orang tua ku juga sibuk, dan aku juga terpaksa menghadapinya sendiri. " kata Flo juga yang tidak mau mengatakan yang sebenarnya karena masih ingin menyembunyikan identitasnya.
" Berarti nasib kita di tentukan hari ini ya Flo, antara masih bisa sekolah di sini atau mau tidak mau keluar dari sekolah ini " kata Nisa yang pasrah dan duduk di tempat duduknya karena mereka sudah berada di kelasnya.
" Hmm... Kau benar Nis, semoga saja kita masih bisa sekolah di sini, karena sebenarnya masalah itu kan bukan kita yang salah, kemarin aku hanya membela diri " kata Flo lagi ya juga duduk di bangkunya sebelah Nisa.
lalu mereka berdua mengeluarkan perlengkapan belajar mereka, dan tanpa mereka berdua sadar teman sekelas mereka mendengar pembicaraan keduanya, sehingga ada yang merasa kasihan dan ada juga yang tidak perduli, jadi mereka semua hanya diam saja mendengarkan, karena mereka juga tahu apa yang sudah terjadi pada mereka berdua.
Tidak terasa bel sekolah berbunyi, dan semua murid sudah masuk ke dalam kelas masing-masing, setelah itu tidak lama wali kelas mereka juga masuk ke dalam kelas masing-masing, sehingga semua siswa mempersiapkan alat belajar mereka.
Begitu juga dengan Flo dan Nisa, mereka berdua juga menyiapkan keperluan belajar mereka, dan saat sedang sibuk mengeluarkan alat belajarnya tiba - tiba wali kelas mereka masuk.
__ADS_1
" Flora, Nisa ikut bapak sekarang... " kata pak guru yang baru masuk itu sehingga mengagetkan mereka semua termasuk Flo dan Nisa yang tak kalah terkejutnya.