
Dengan berbagai macam cara Sean membujuk Flo akhirnya Flo mau bicara padanya dan tidak merajuk lagi.
Setelah kejadian Flo menghajar dan memberi pelajaran pada orang yang mau membully nya, tidak ada lagi yang berani macam-macam pada FLO.
FLO dan Sean pun melanjutkan kuliah mereka dengan tenang, meskipun banyak yang menyayangkan penampilan Flo yang cupu, tapi mereka juga sangat mengagumi keberanian Flo yang berani melawan geng yang terkenal suka membully orang lain itu.
****
Di tempat lain tepatnya di negara Jepang, Nisa juga sedikit was- was karena akan masuk kuliah di tempat itu lagi, dan baru saja Nisa masuk ia sudah di sambut oleh kedua orang yang dari pertama masuk sudah mengganggunya.
" Bagus ya kemarin bisa menghindar begitu saja, tapi sekarang jangan harap jika mau kuliah di tempat ini dengan tenang, kau harus menuruti semua yang kami katakan. " Kata orang itu.
Dengan berani Nisa melangkah menghadapi mereka.
" Permisi, saya tidak ada waktu menghadapi kalian, saya sudah terlambat minggir... " kata Nisa yang mendorong bahu kedua orang itu hingga mereka pun mundur dan dengan mudahnya melewati mereka yang terlihat begitu sangat kesal pada Nisa.
Setelah Nisa lewat mereka tidak terima dan langsung melayangkan tangannya hendak menampar Nisa.
PLAAAKK...
__ADS_1
Dengan kerasnya suara tamparan itu mendarat di pipi, tapi bukan Nisa yang di tampar, melainkan Nisa yang menampar mereka
"AW shiiiith... " gumam orang itu yang kesakitan akibat kerasnya tamparan Nisa.
" Rasakan itu, makanya jangan sok berkuasa, berani kalian macam - macam dengan ku, kalian yang akan habis " kata Nisa yang memandang mereka dengan tatapan yang sangat tajam.
Mereka berdua yang tadinya sangat angkuh dan sombong berani dan dengan seenaknya bicara pada Nisa, sekarang mendapatkan ganjaran karena berani mengganggu orang yang mereka anggap lemah padahal lebih kuat dari mereka.
Setelah memperingatkan Serta memberi pelajaran pada orang itu Nisa langsung pergi begitu saja masuk ke dalam kampus itu dengan langkah yang tenang karena sudah berhasil melawan orang yang sudah mengganggunya.
Setelah itu mereka juga tidak berani lagi menggangu Nisa, Karena sebelum mereka berbuat Nisa sudah menunjukkan genggaman tangannya ke arah mereka sehingga mereka menjadi takut untuk melawan Nisa.
***
FLO mengiyakan saja, dengan rasa penasarannya Flo langsung masuk kedalam rumahnya dengan salam yang selalu membahana.
" Bunda omah... Flo pulang... " teriak Flo yang selalu heboh setiap ia datang.
" Berisik tahu kak, pakai teriak segala " kata Denis yang baru keluar kamarnya.
__ADS_1
" Yang lain pada kemana dek, ko sepi ?" tanya Flo sambil celingak celinguk mencari keberadaan keluarga yang lainnya.
" Ada di taman belakang, cepat bersiap kak dan langsung susul ke taman belakang. " kata Denis lagi yang melangkah lebih dulu menuju ke taman belakang di mana keluarga berkumpul.
FLO mengangguk dan langsung bersiap karena tidak enak membuat keluarganya menunggu terlalu lama.
Sesampainya Flo di taman belakang benar saja seluruh keluarganya sudah menunggu di sana, dan yang membuat Flo terkejut melihat Sean dan orang tuanya juga ada di situ.
Tanpa berpikir panjang Flo langsung bergabung bersama mereka semua.
Setelah Flo bergabung mereka langsung menikmati makan malam mereka bersama dengan penuh canda dan kebahagiaan.
Sampai selesai makan mereka masih berkumpul di taman itu hanya untuk sekedar menyambung cerita yang menarik menurut mereka.
" Alan sepertinya sudah saatnya kita mewujudkan rencana yang pernah kita buat dulu " kata Dirga
" Benar Dirga, kayanya memang sudah pas waktunya untuk kita membicarakan rencana kita. " sahut Alan asisten pribadi sekaligus sahabat Dirga sejak kuliah dulu.
" Memangnya ada apa sih pah, sepertinya sangat penting, memangnya ada rencana apa ?" tanya Naya yang juga di anggukan Vina.
__ADS_1
Sean dan Flo juga tak kalah penasarannya, apa rencana orang tua mereka, sehingga terlihat begitu sangat antusiasnya.
" Rencana apa sih pah... ?" tanya Sean dan Flo bersamaan setelah mendengar kedua orang tua mereka bicara.