
Sedangkan di dalam restoran, setelah membaca pesan yang di kirim Nisa Flo langsung mengatakan pada semuanya agar tidak mencari Nisa.
Mereka pun mengangguk mengerti, tapi berbeda dengan Denis.
" Kenapa aku merasa ada yang aneh ya dengan kak Nisa, sepertinya sedang banyak pikiran tapi mikirin apa sampai kelihatan sekali kalau kak Nisa selalu murung tanpa di ketahui oleh orang lain " kata Denise dalam hati.
Di keluarga itu hanya Denis yang merasakan perubahan sikap dari para anggota keluarganya, dan hanya Denis yang bisa membaca raut wajah orang lain hanya dengan melihatnya saja.
Tapi meskipun tahu, Denise tidak mau ikut campur dan hanya membiarkannya saja semuanya, kecuali sudah melalui batas wajar, baru Denis bertindak.
Setelah selesai makan keluarga Dirga langsung kembali ke rumah untuk beristirahat.
***
Di tempat lain, tepatnya di sebuah rumah yang sudah lama tidak di huni saat ini seseorang tengah mengamuk dan meraung meluapkan semua yang ada dalam hati dan pikirannya.
" Aaaaaaa... TUHAN... KENAPA KAU BIARKAN RASA SEPI INI MASIH BERADA DALAM HATIKU... KENAPA TIDAK KAU KIRIMKAN SESEORANG YANG BISA MENGISI HATI INI AGAR TIDAK MERASA KESEPIAN LAGI Aaaaaaa... TUHAN... AKU INGIN SELALU DI SAYANG DAN DI MENGERTI hiks hiks hiks... Berikan aku seseorang agar ada tempat ku bersandar dan mengerti dengan perasaan ku ini TUHAN... hiks hiks hiks... " jerit Nisa sambil menangis meluapkan semua yang ada dalam hatinya.
__ADS_1
" Tuhan... kenapa engkau hanya berbaik hati pada Flo, kau beri segalanya untuk Flo, tidak kah kau menyisakan kebahagiaan itu juga untuk ku TUHAN... hiks hiks hiks... aku juga ingin merasakan kasih sayang yang hanya untuk ku, yang mengerti aku, dan tidak terbagi untuk orang lain, hanya aku dan hanya untuk ku hiks hiks hiks... Berikan Tuhan berikan hiks hiks hiks... " jerit Nisa terus.
Hanya dengan begitu Nisa meluapkan rasa iri hati yang bersarang dalam hatinya.
Seandainya bukan Flo orangnya, mungkin sudah Nisa rebut seluruh perhatian keluarga itu terutama Bunda Naya dan Oma Nadiya.
Tapi ini Flo, orang yang sudah menyelamatkan hidupnya dari segala penderitaan dan penyiksaan yang dulu pernah ia rasakan, sehingga tidak sanggup untuk Nisa melakukan semua itu pada Flo.
Tapi Nisa juga ingin merasakan seluruh kasih sayang hanya tercurah padanya, dan semua perhatian hanya untuknya, karena setelah kepergian ibu kandungnya Nisa tidak pernah lagi merasa semua itu.
Sedangkan yang ia dapatkan dari keluarga Flo hanya sekedarnya saja bagi Nisa, karena kasihan sayang dan keperdulian itu harus terbagi dengan yang lainnya.
Dan hampir setiap hari Nisa terus menangis, menjerit, dan meraung di dalam rumah peninggalan orang tuanya itu sendirian tanpa ada yang tahu.
" Aku tidak sanggup lagi terus menyaksikan kehangatan keluarga itu, lebih baik aku pergi secepatnya, yah setidaknya aku akan berusaha hidup sendiri tidak tergantung pada orang lain lagi. " kata Nisa yang sudah merasa lega karena sudah meluapkan semuanya tadi.
Setelah terpikirkan itu, Nisa langsung bangkit dari keterpurukannya menahan iri hatinya tadi dan langsung membersihkan dirinya lalu bersiap untuk langsung berangkat ke luar negeri untuk liburan terlebih dahulu sebelum melanjutkan kembali pendidikan nya.
__ADS_1
Dengan bergegas Nisa langsung membereskan semua keperluannya, dan tak lupa Nisa mampir terlebih dahulu pada keluarga angkatnya itu.
Meskipun harus menahan lagi rasa nyeri saat menyaksikan kehangatan keluarga Flo, tapi tetap Nisa lakukan paling tidak untuk yang terakhir kalinya hal itu menyiksa hati dan pikirannya.
" Nisa berangkat dulu ya Bun, Pah, Flo adik - adik Kaka yang tampan " pamit Nisa pada seluruh keluarga angkatnya kecuali Nadiya yang memang tidak bersama mereka sekarang.
" Kenapa buru - buru sekali sayang, baru saja hari ini tidak sekolah, kenapa harus pergi lagi " kata Naya yang memang tidak membedakan siapapun.
" Nisa sambil liburan Bun, setelah itu langsung kuliah di sana " sahut Nisa dengan senyum paksanya.
" Ya sudah biarkan saja bunda, nanti kalau kita kangen kita akan langsung menyusulnya kesana " kata Dirga yang mengerti dengan perasaan istrinya pada anak-anaknya.
" Benar bunda, bunda langsung nyusul saja kalau kangen sama Nisa ya, kalau begitu Nisa pergi dulu " kata Nisa lagi yang seperti terburu-buru.
" Ya sudah... Hati - hati ya sayang, jangan lupa selalu kasih kabar biar Bunda tidak kepikiran " kata Naya yang mengalah dengan keinginan putri angkatnya itu
" Baik - baik disana ya Nis, ingat selalu bersama kak Sean kamu di sana biar kamu aman, karena hanya kak Sean yang kamu kenal di sana " kata Flo juga mengingatkan.
__ADS_1
" Iya Flo, ya sudah aku pergi ya dadah semua... " kata Nisa yang bergegas untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Dan di sahut mereka dengan melambaikan tangan melihat kepergian Nisa yang begitu sangat mendadak serta terburu-buru itu.