
Mereka semua sangat bahagia karena kedatangan Nisa, meskipun hanya keluarga angkat, tapi mereka sudah menganggap Nisa sudah bagian dari keluarga ini.
" Tadi kamu bilang apa sayang, kamu ada yang jagain, berarti kamu pulangnya tidak sendiri dong ?" tanya bunda Naya yang juga di anggukan yang lainnya.
" Iya Bunda hehehe... " sahut Nisa yang kembali cengengesan karena keceplosan bicara.
" Pulang sama siapa hayoo... wah jangan-jangan ada sesuatu nih, mencurigakan... " kata Flo yang pura - pura curiga dan Nisa pun sangat tahu Flo yang seperti itu jadi Nisa biasa saja.
" Hehehe mau tahu saja apa mau tahu banget hehehe... " sahut Nisa membalas Flo.
" Ck... keduanya tahu " kata Flo sambil memutar bola matanya malas, padahal sangat penasaran.
" Wah pasti ada yang penting nih sampai cucu omah ini pulang mendadak. Dan roman - romannya nih berbinar banget kelihatan bahagia banget wah... pasti ada sesuatu nih " kata Omah Nadiya yang menebak - nebak sambil menggoda cucu angkatnya itu.
" Iiiccchhhh... kelihatan banget ya omah, hehehe... omah tahu aja hehehe... sabar ya semua nanti Nisa kasih tahu alasannya hehehe... " sahut Nisa sambil cengengesan dan malu - malu di hadapan mereka semua.
__ADS_1
" Syukurlah kalau begitu, yang penting sekarang kamu sudah sampai di rumah ini dengan selamat tidak kekurangan suatu apapun, dan tentang yang lainnya kamu harus menjelaskan, karena papah juga sangat penasaran, kenapa kamu pulang mendadak dan tidak memberi kabar terlebih dahulu, pasti ada yang spesial nih... " kata Dirga juga ikut menimpali.
" Hehehe... Papah tahu saja, sabar ya papah, Nisa mikir dulu nih mau bilang dari mana dulu huuh... hehehe... " kata Nisa lagi yang kembali menghela napasnya berkali - kali menghilangkan rasa groginya.
" Wah sepertinya sangat penting sampai kelihatan gugup begitu, ya sudah di tunda dulu penjelasannya, kita makan siang dulu ya, setelah itu baru kita bahas lagi, karena ada yang mau kami sampaikan dan juga akan di bahas sekalian nanti. " kata bunda Naya yang mengerti dengan keadaan anak angkatnya itu.
" Hehehe... Bunda paling mengerti deh, benar bunda di isi dulu kayanya nih perut Nisa, biar kuat dan tidak gugup lagi kalau menjelaskan nanti, soalnya Nisa juga akan panjang lebar menjelaskannya " kata Nisa juga yang menyetujui bundanya itu.
" Ya sudah nunggu apa lagi, ayo sekarang kita ke meja makan... Oh ya Dito dan Denise mana ko tidak terlihat ?" tanya Nadiya karena memang kedua cucu kembarnya itu tidak berkumpul di sana.
Nadiya dan lainnya mengangguk, lalu mengambil tempat duduk masing - masing untuk makan siang.
Tidak ada percakapan di antara mereka sampai makan siang selesai, dan setelah itu mereka kembali lagi ke ruang keluarga.
Setelah makan siang, Dirga dan Naya, tidak kembali ke kantor lagi karena ada banyak yang akan mereka bahas sekarang, apalagi kedatangan Nisa menambah daftar pembahasan yang akan mereka bahas, jadi mereka akan tetap di rumah sekarang.
__ADS_1
" Jadi bagaimana, apa sebaiknya kita mendengarkan penjelasan Nisa terlebih dahulu, baru nanti kita bahas yang lainnya " kata Dirga yang memulai pembicaraan setelah semuanya berkumpul kembali di ruang keluarga itu
" Benar pah, sebaiknya kita dengarkan penjelasan dan alasan Nisa pulang mendadak dulu, karena itu sangat penting dan yang paling membuat sangat penasaran " sahut Naya, yang juga di anggukan Flo dan omah Nadiya.
" Benarkah, duuuhh... jadi gugup lagi kan " kata Nisa yang akan di bahas terlebih dahulu.
" Baiklah... Nisa, sekarang jelaskan apa alasan kamu tiba - tiba pulang, dan tadi kamu bilang kalau kamu pulang ada yang menjaga, berarti kamu kembali ke sini tidak sendiri, bisa di jelaskan sekarang " kata Dirga seolah-olah mengintrogasi.
Naya, Nadiya dan Flo pun mengangguk dan langsung memusatkan perhatian mereka pada Nisa, semakin gugup lah Nisa sekarang.
" Huuuh... berasa di interogasi dan menjadi tersangka saja haaaaaaahhhh... " Kata Nisa sambil mengatur nafasnya lagi agar dapat mengatakan semuanya.
" Cepat jelaskan Nis, penasaran ini... " kata Flo yang sangat gemas begitu juga yang lainnya.
Suasana di ruangan itu sudah seperti campur aduk bagi Nisa, sampai - sampai Nisa hampir sesak nafas menghadapi mereka semua, padahal yang akan dikatakannya bukan hal yang buruk, tapi tetap saja membuat Nisa sangat gugup dan sedikit takut dengan kemungkinan dan respon yang akan terjadi nanti.
__ADS_1