
Sean mengajak Flo dan Nisa ke depan kelas saja karena waktu lonceng berbunyi sebentar lagi, jadi mereka tidak mau terlalu jauh dari kelasnya.
" Ada ada Flo Nisa, kenapa kalian tiba - tiba menemui ku ?" tanya Sean yang sangat heran melihat keduanya.
" Begini kak, sebenarnya kami mau bertanya, kalau boleh tahu si... " perkataan Flo terhenti ketika orang yang tadi menatapnya dengan sinis berdiri di belakang Sean.
" Kak Sean ayo cepat masuk, bel sekolah sudah berbunyi, sebentar lagi pak guru masuk " kata orang itu yang langsung memotong perkataan Flo barusan.
Mendengar itu Flo dan Nisa langsung terdiam karena orang itu terlihat begitu dekat dengan Sean.
" Oh kamu Helena mengagetkan saja, sini kenalkan mereka berdua adalah teman - temanku. FLO, Nisa dia adalah Helena teman ku dari kecil yang bagiku sudah seperti saudara sendiri. " kata Sean yang langsung mengatakan takut Flo salah paham padanya.
Mendengar itu Flo dan Nisa langsung saling pandang satu sama lain lalu melihat ke arah Helena bersamaan.
__ADS_1
" Ayo kak Sean masuk, nanti saja kenalannya tu pak guru sudah terlihat, sebaiknya kalian berdua kembali ke kelas kalian sekarang. " kata Helena yang langsung menarik tangan Sean lalu menyeretnya masuk ke dalam kelas.
" Kamu apa - apaan sih Na, aku bisa masuk sendiri tidak usah di tarik segala. " kata Sean yang sedikit kesal karena di tarik seperti itu, apalagi dengan merangkulnya membuat Sean begitu sangat tidak suka meskipun itu temannya sendiri.
Helena tidak memperdulikannya, dan tetap membawa Sean masuk ke dalam meninggalkan kedua gadis itu.
" Flo, Nisa nanti kita bicara lagi setelah jam istirahat ya, cepat kembali ke kelas kalian, nanti terlambat juga " kata Sean sebelum masuk ke dalam kelasnya.
Mendengar itu Flo dan Nisa hanya mengangguk saja, setelah Sean masuk ke dalam kelasnya, baru Flo dan Nisa pun berjalan kembali ke kelas mereka juga.
" Kamu benar Nis, kenapa dia tidak menyukai kita padahal kan kita tidak melakukan apa - apa padanya " kata Flo juga yang sangat heran melihat wanita yang bernama Helena tadi.
" Ya sudah biarkan saja dulu, kalau dia bertindak lebih baru kita kasih pelajaran " kata Nisa yang juga sangat geram dengan teman Sean itu tadi.
__ADS_1
FLO mengangguk menyetujui, untuk sementara mereka akan diam saja, tapi kalau terjadi lagi, mereka berdua tidak akan segan bertindak hal yang sama pada orang itu juga.
Tidak lama setelah itu wali kelas mereka masuk ke dalam kelas masing-masing lalu mereka semua memulai aktivitas belajar mereka.
***
di tempat lain tepatnya di rumah utama saat ini Nadiya terlihat begitu sangat kesal.
" Kurang ajar... siapa yang sudah berani macam-macam dengan kedua cucu ku, apa dia masih belum tahu siapa keluar kami sehingga berani berbuat seperti itu, keterlaluan sekali... " kata Nadiya dengan sangat kesalnya setelah mendapatkan kabar dari anak buah bayangan yang di tugaskan untuk menjaga kedua cucunya itu.
" Baiklah kalian terus awasi kedua cucuku itu, laporkan terus apa yang terjadi pada mereka, dan jaga mereka kalau ada orang yang mau menyakiti mereka berdua. " kata Nadiya memerintahkan anak buahnya.
" Baik quin, kalau begitu kami kembali menjalankan tugas Sekarang, permisi... " sahut anak buah bayangan yang di tugaskan Nadiya itu dan langsung pamit kembali ke tugas mereka.
__ADS_1
" HM... " hanya itu sahut Nadiya karena sekarang ia masih sangat kesal mendengar kabar kedua cucu perempuannya itu.
Meskipun Flo dan Nisa bukan cucu kandungnya, tapi Nadiya sudah menganggap dan menyayangi keduanya seperti cucunya sendiri, sehingga apapun yang terjadi pada kedua gadis remaja itu, Nadiya tidak akan pernah tinggal diam, dan akan selalu menjaga keduanya meskipun sekarang mereka berdua bisa menjaga diri mereka sendiri.