Mengejar Cinta Gadis Cupu

Mengejar Cinta Gadis Cupu
Episode 66


__ADS_3

Sesampainya si kembar di rumah, mereka berdua langsung di sambut oleh tatapan tajam dari bunda Naya sambil bersedekap tangannya di dada.


" Ehm... Darimana kalian jam segini baru pulang " kata Naya sambil menatap keduanya dengan tatapan intimidasi.


" Eh... bunda, maaf Bun kita terlambat soalnya ada yang kami lakukan dulu sebelum pulang " jawab Dito yang juga di anggukan Denis.


" Apa yang kalian lakukan sehingga bisa terlambat pulang, jawab... " kata Naya lagi sambil mengelilingi kedua putranya itu.


Mereka berdua merasa terintimidasi, meskipun sudah sering terjadi ketika mereka terlambat pulang,tapi tetap saja membuat mereka sedikit merinding melihat tatapan tajam dari Bunda mereka itu.


" Kami menyelamatkan seseorang ketika pulang sekolah tadi bunda, dan kami membawanya ke rumah sakit sampai keluarganya datang baru kami pulang " jawab Denis.

__ADS_1


" Benar bunda, kami tidak tega melihatnya sampai tidak berdaya apalagi ia teman satu sekolah dan satu kelas dengan kami, makanya kami membantunya tadi " kata Dito juga.


" Apa kalian berkata sungguh - sungguh... memangnya apa yang sudah terjadi padanya, kenapa bisa sampai seperti itu ?" tanya Naya lagi, bukannya ia tidak percaya pada kedua anaknya, tapi hanya untuk memastikan saja kalau mereka berdua baik - baik saja.


" Benar bunda kami bersungguh-sungguh, ia di bully oleh teman sekelas juga dan mau tidak mau kami menolongnya karena hanya kami yang melihat, dan kami tidak punya bukti untuk melaporkan si pembully itu ke polisi, jadi kami hanya membawanya ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawanya karena saat itu kondisinya sudah sekarat. " kata Dito yang juga di anggukan Denis .


Mendengar itu Naya sangat terkejut, ia teringat dengan putri angkatnya Nisa yang pernah mengalami hal yang sama.


" Astaga... bunda sangat benar, kenapa tidak terpikirkan saat kejadian tadi, huuh... lain kali memang seharusnya begitu agar bisa menghentikan pembullyan " kata Dito sambil menepuk jidatnya karena tidak terpikirkan hal itu.


" Kau benar, kalau begitu caranya kita masih bisa membantu gadis cupu itu untuk mendapatkan keadilannya, bagaimana " kata Denis sambil berjalan di belakang Naya bersamaan Dito.

__ADS_1


" Memangnya apa yang harus kita lakukan ?" tanya Dito ketika mereka sudah sampai di ruang keluarga dan sudah duduk bersama.


" Kita lihat saja besok, siapa lagi korban yang akan mereka bully, dan saat itulah kita rekam untuk di jadikan bukti menjerat mereka, agar bukan hanya gadis cupu itu tapi juga yang lainnya mendapat keadilan atas perbuatan mereka " kata Denis lagi .


" Kamu benar, kita lihat saja nanti mereka semua akan mendapatkan balasannya... " kata Dito juga yang sangat kesal mengingat pelaku pembulyan tadi.


" Memang itu yang harus kalian lakukan, karena kalau bukan kita yang membatu mereka yang di bully siapa lagi, orang yang di bully itu tidak akan mampu melawan jadi kita lah yang akan membela dan membantu mereka, tidak perduli siapa pun itu, kalian mengerti kan... " kata Naya menasehati setelah mendengar cerita kedua putranya itu saat di sekolahnya.


Dito dan Denise mengangguk mengerti dengan apa yang di katakan bunda mereka dan berjanji akan memberi pelajaran untuk mereka yang tega membully orang yang satu sekolah dengan mereka.


Setelah membahas itu Dito dan Denise langsung menuju kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri, setelah itu mereka kembali ke ruang keluarga sambil menunggu waktu makan malam tiba karena harinya sudah mulai malam.

__ADS_1


Sedangkan Nadiya hanya mendengarkan saja semua pembicaraan antara anak dan cucu-cucunya itu, dan hanya menyimak saja yang mereka bicarakan.


__ADS_2