
Melihat Flo tersenyum pada laki - laki lain membuat hati Sean panas dan langsung menarik Flo sedikit menjauh dari situ.
" Apa sih kak ko tarik - tarik segala " kata Flo yang berontak saat di bawa Sean menjauh dari situ.
Sedangkan Evan bingung melihat itu.
" Siapa dia, sejak kapan kamu kenal dengan pria itu ?" tanya Sean yang sangat terlihat jelas sangat tidak suka melihat Evan.
" Kenalkan kak, namanya Evan anak rekan bisnis sekaligus rekan bisnis papah, dan aku baru kenal dengannya tadi malam " sahut Flo
" Evan Williams " kata Evan mengulurkan tangannya pada Sean.
Melihat itu Sean langsung tersenyum sinis serta di balas Evan dengan senyuman yang sama.
" Arsean " sahut Sean membalas jabatan tangan Evan dan mereka berdua saling bertatapan sinis satu sama lain.
Sedangkan Flo langsung memutar bola matanya malas melihat kedua pria yang ada di hadapannya ini sama-sama mengibarkan bendera permusuhan.
" Mau sampai kapan kalian berdua saling tatap seperti itu, aku pergi sekarang silahkan kalian lanjutkan saja " kata Flo yang langsung pergi meninggalkan mereka berdua lebih dulu.
__ADS_1
Melihat Flo yang langsung meninggalkan mereka, Sean dan Evan langsung menyusul Flo yang sudah berjalan lebih dulu.
" FLO tunggu Flo... " panggil Sean dan Evan bersamaan.
FLO tidak perduli dan langsung meninggalkan mereka berdua masuk kedalam mobil taksi dan langsung menuju ke apartemen sahabatnya itu.
" Aaakkkkhhh... sial... ini semua gara - gara kamu " kata Evan yang sangat kesal pada Sean setelah melihat kepergian Flo yang sudah tidak terlihat lagi.
" Bukan aku, tapi kamu, gara - gara kamu sekarang aku di tinggalkan sahabatku, dasar pengganggu.... " gerutu Sean yang juga tak kalah kesalnya dan langsung pergi masuk kedalam mobilnya meninggalkan Evan yang juga menuju ke mobilnya sendiri.
Lalu mereka langsung pergi sendiri - sendirii meninggalkan bandara itu dengan perasaan yang sama-sama kesal terhadap satu sama lain.
Sesampainya di apartemen bergegas Flo langsung masuk menuju ke apartemen Nisa yang ada di tempat itu karena ia sampai lebih dulu dari Sean.
FLO tidak menyerah ia terus menekan bel, karena tidak kunjung di buka membuat Flo begitu sangat khawatir.
" Ya Tuhan Nisa, buka pintunya kamu tidak apa-apa di dalam Nisa " dor dor dor... panggil Flo yang terus menggedor pintu apartemen itu karena begitu sangat khawatirnya.
" Masih belum ada Jawaban ?" tanya Sean yang baru datang.
__ADS_1
" Belum kak, coba ku hubungi saja " sahut Flo yang langsung mengeluarkan ponselnya menghubungi Nisa.
Setelah beberapa kali menelpon akhirnya telpon pun di angkasa Nisa.
" [ Nis, kamu dimana ?] " tanya Flo yang sudah tersambung menghubungi Nisa.
" [ Aku lagi di klinik Flo, dan sekarang sudah menuju pulang, ada apa ?] " sahut Nisa dari sebrang telpon sana.
" [ Huuh... jadi kamu beneran sakit Nis, ya tuhan baru sehari di sini sudah sakit, sekarang bagaimana ? ] " kata Flo lagi yang benar-benar khawatir pada sahabatnya itu.
" [ Sekarang aku sudah tidak apa-apa Flo, jangan khawatir, kamu tunggu di sana sebentar lagi aku sampai ] " kata Nisa lagi.
" [ Baiklah hati - hati di jalan ya, aku tunggu ]" sahut Flo dan langsung memutuskan panggilannya begitu juga dengan Nisa.
" Bagaimana Flo ?" tanya Sean
" Nisa ke klinik dan sekarang sudah menuju pulang " sahut Flo yang sangat terlihat sedih karena sahabatnya sakit.
" Ya sudah kita tunggu saja sekarang " kata Sean yang juga tak kalah sedihnya karena Nisa Juga sahabatnya.
__ADS_1
lalu mereka berdua menunggu Nisa di depan apartemen Nisa,
Sedangkan Nisa sendiri sekarang bukanya dari klinik tapi sedang berada di taman sedang menyendiri karena merasa galau bingung mau bertemu dengan Flo atau tidak.