Mengejar Cinta Gadis Cupu

Mengejar Cinta Gadis Cupu
Episode 14


__ADS_3

Tanpa Sean sadari tidak jauh dari sana ada kedua perempuan yang juga berada di taman itu, dan salah satunya yang Sean maksud.


Sedangkan Flo dan Nisa sudah berada di taman, tanpa menunggu lama lagi, Flo langsung mengutarakan apa yang mengganjal dalam pikirannya.


" Nis, kita kan sekarang berteman, apakah kamu tidak ingin berbagi semua hal dengan ku " kata Flo yang memancing dulu keadaan agar tidak menyinggung perasaan temannya itu.


" Bolehkah aku berbagi semua hal padamu Flo, aku ingin kamu menerima aku yang sewaktu - waktu bisa histeris karena tekanan batin, karena kamu sekarang temanku " kata Nissa sambil tertunduk merasa bahagia akhirnya ada seseorang yang perduli padanya.


" Tentu saja, mulai sekarang kita akan berbagi segala hal, sedih atau pun senang ya. Oh ya tadi kamu Kenapa Nis, aku yakin kamu sebenarnya tidak baik - baik saja kan ?" tanya Flo yang sudah sangat penasaran dengan Nisa.


" Sebenarnya aku... " Nisa pun menceritakan tentang kehidupannya dan keadaan dirinya yang selalu mendapat siksaan dari ibu tirinya itu.

__ADS_1


Mendengar itu Flo kembali teringat dengan dirinya yang sewaktu kecil juga merasakan hal yang sama, meskipun bukan ibu tiri, tapi pengasuh dan neneknya yang membuat Flo merasakan apa yang Nisa rasakan sekarang.


" Sabar ya Nis, kasihan sekali kamu. Dulu waktu aku berada di posisi seperti mu, dan merasakan hal yang sama, tuhan mengirimkan ku seseorang yang bisa menolongku, dan menyayangiku. Dan aku berdoa semoga tuhan juga mengirimkan seseorang juga yang dapat melindungi mu dan juga menyayangimu tulus, sabar ya " kata Flo yang begitu sangat kasihan terhadap temannya itu.


" Semoga saja Flo, hiks hiks hiks... rasanya aku tidak kuat lagi menghadapi semua ini, ingin rasanya aku pergi dari rumah itu, tapi aku tidak bisa karena rumah itu peninggalan ibuku satu - satunya yang ku miliki hiks hiks hiks... " kata Nisa sambil sesegukan mengeluarkan apa yang dirasakannya sekarang pada Flo yang sudah ia percaya sebagai teman untuk berbagi.


" Sabar ya Nis, hiks hiks hiks... siapa tahu sebentar lagi ada jalan keluar untuk masalah mu hiks hiks hiks... " kata Flo sambil menangis terharu sedih dan langsung merangkul dan memeluk temannya itu.


Mendengar itu Flo langsung melepaskan pelukannya, dan perlahan pembuka lengan serta punggung temannya itu.


" Astaga Nis... Apa ini terjadi setiap hari ?" tanya Flo yang begitu sangat terkejut melihat banyak sekali memar di lengan dan punggung seperti habis di cambuk.

__ADS_1


" Hmm... ini tidak apa-apa Flo aku sudah biasa merasakan seperti ini setiap hari, tapi tadi pagi yang paling parah, karena aku sudah bikin malu keluarga ku setelah mendapat panggilan untuk para orang tua dari sekolah, dan itu sungguh membuat ibu tiri ku sangat murka dan marah besar, sehingga aku mendapatkan yang lebih dari biasanya aku terima dari beliau, hiks hiks hiks... " sahut Nisa sambil merasakan perih di tubuh dan hatinya.


" Ya Tuhan Nisa, hiks hiks... Itu tidak bisa di biarkan, kalau kamu mau aku bisa membantumu, agar kamu tidak mendapat siksaan dari ibu tiri mu lagi, bagaimana hiks hiks hiks... " kata Flo yang tidak kuat menahan sedihnya mendengar kisah hidup temannya itu.


" Tidak usah Flo hiks hiks hiks... Aku tidak mau merepotkan mu, aku masih sanggup menahan semua ini, ini demi kenangan ibuku satu - satunya. Dan ayahku, meskipun beliau tidak memperdulikan ku, aku masih tetap menyayanginya, aku tidak mau beliau mendapat masalah hanya karena aku dan ibu tiri ku seperti ini hiks hiks hiks... " kata Nisa yang tidak mau merepotkan teman barunya itu.


Kemudian mereka berdua kembali berpelukan dan menangis bersama, saling menguatkan satu sama lain, dan yang pasti Flo lah yang menguatkan hati temannya itu dan berharap Tuhan juga mengirimkan seseorang untuk masalah temannya itu.


Sedangkan Sean yang baru menyadari kalau di taman itu bukan hanya dirinya tapi juga ada orang setelah mendengar tangisan seseorang yang sedang bercerita.


Tanpa menunggu lama lagi Sean langsung mendekati mereka berdua yang masih duduk di taman itu.

__ADS_1


" Nona muda... Ada apa kenapa kalian berdua sama - sama menangis ?" tanya Sean yang heran pada keduanya.


__ADS_2