Mengejar Cinta Gadis Cupu

Mengejar Cinta Gadis Cupu
Episode 68


__ADS_3

Sesampainya di depan kelas mereka, Denis dan gadis itu berhenti begitu juga dengan Dito.


" Kamu tidak apa-apa, apa kamu juga sering mendapat perlakuan seperti itu dari mereka ?" tanya Denis


" Aku tidak apa-apa kak, terimakasih sudah menolongku, iya sama seperti Shela aku juga sering di bully oleh mereka, bahkan yang lainnya juga, dan kami hanya diam tidak ada yang berani melawan. " jawab gadis itu.


" Keterlaluan... " kata Dito dengan masih sangat kesalnya.


" Kalau boleh tahu siapa namamu, kenapa kalian semua hanya diam saja di perlakukan seperti itu, kenapa tidak melawan ?" tanya Denis sambil ingin tahu siapa nama gadis itu.


" Nama ku Luna kak, mereka dari keluarga kaya, dan memiliki kekuasaan, sedangkan kami hanya dari keluarga yang sederhana, kami takut mereka akan menyakiti keluarga kami kalau kami tidak menuruti apa kata mereka, jadi biarlah kami yang di bully, asal keluarga kami baik - baik saja. " jawab gadis yang bernama Luna itu.


" Ck... ternyata, hanya keluarganya yang memiliki kekuasaan dan kaya membuat mereka semena - mena terhadap orang lain, kalau begitu kalian jangan khawatir, kami akan menuntut keadilan untuk kalian, kalian tenang saja " kata Denis lagi sambil memainkan ponselnya.


Entah apa yang di lakukan Dito dan Denise dengan ponselnya yang jelas mereka sudah bertindak sesuai dengan yang mereka inginkan.


" Kak aku mau kembali ke kelas, terimakasih sudah menolongku, terimakasih banyak " kata Luna sambil mengantup tangannya di dada.


" Sama - sama, lain kali kamu harus berhati-hati dengan mereka, kalau ada mereka sebaiknya kamu menghindar saja ya " kata Denis sambil tersenyum hangat pada gadis itu.

__ADS_1


" Iya kak sekali lagi terimakasih banyak, aku permisi " kata Luna sambil tersenyum juga melewati kedua pemuda itu dan langsung menuju kelasnya.


" Ck... sejak kapan kamu bisa tersenyum begitu pada perempuan " kata Dito melihat saudara kembarnya itu yang masih tersenyum melihat Luna menuju kelasnya.


" Sejak bertemu dengannya... " sahut Denis sambil berlalu begitu saja melewati Dito dan langsung masuk kedalam kelasnya juga.


Mendengar itu Dito melongo, tapi hanya sebentar lalu masuk mengikuti Denis dari belakang berjalan menuju tempat duduk mereka.


" Apa gadis cupu itu belum sembuh " gumam Dito saat melihat bangku yang biasa di tempati duduk gadis cupu itu masih kosong.


" Ah... sebaiknya pulang sekolah nanti aku menjenguknya kerumah sakit " gumam Dito lagi.


Tidak lama bel tanda akan memulai pelajaran berbunyi, mereka semua langsung masuk dan para wali kelas mereka pun sudah masuk ke kelas mereka masing-masing.


Tak terkecuali di kelas gadis yang bernama Luna tadi, ia langsung menunduk ketika melihat ke empat gadis yang di juluki para ratu bully itu masuk.


Dengan langkah angkuhnya mereka berjalan mendekati Luna.


BRAAKH..

__ADS_1


Rosa langsung menggebrak meja sambil menatap tajam Luna.


Begitu juga dengan ketiga temannya yang langsung mengelilingi Luna dengan tatapan tajam semua.


Para murid yang lainnya hanya bisa diam dan membiarkan saja mereka melakukan itu, karena mereka juga takut dengan ke empat gadis itu.


Tak terkecuali Luna, yang saat ini sudah gemetar berhadapan dengan mereka berempat itu.


" Tadi kamu selamat, tapi sekarang tidak akan ada yang bisa menyelamatkan mu, dan kamu akan merasakan sendiri akibatnya, kau dengar... " Kata Rosa sambil menjambak rambut Luna dengan kerasnya.


" AW shiiiith... sakit kak shiiiith... " Luna hanya bisa menjerit sekarang.


" Hmm... Kau pikir mereka berdua akan selalu melindungi mu, jangan terlalu berharap, karena apa... " kata Rosa lagi sambil menatap tajam Luna.


" Karena kelas kita dan mereka berbeda, dan kami bisa melakukan apapun padamu, dan sekarang tidak ada yang menghalangi kami berbuat apapun padamu hahahaha... " kata Rosa dengan tertawa sinisnya sehingga siapapun mendekat suara itu terasa sangat mengerikan.


Bahkan Luna matanya sudah berkaca-kaca saking takutnya mendengar ucapan dan tawa Rosa yang terdengar mengerikan itu.


Dan saat Rosa dan ketiga temannya hendak kembali menganiaya Luna.

__ADS_1


" Berhenti... " kata orang yang baru masuk dan itu sungguh membuat seisi kelas itu sangat terkejut tak terkecuali Luna dan para gadis pembully itu.


__ADS_2