
Setelah siap Flo langsung membawa Nisa keluar dari kamarnya, karena mendengar tamu yang di tunggu sudah datang.
Sesampainya di luar, Flo sangat terkejut melihat tamu yang di maksud.
" Jadi orang itu adalah kak Evan...?" tanya Flo ketika mereka sudah sampai di hadapan para tamu itu.
" Benar Flo dialah orangnya " sahut Nisa yang sebenarnya sangat takut kalau keluarganya marah tentang ini.
Tapi semua yang Nisa takutkan tidak terjadi, mereka semua terutama Flo sangat menyambut baik hal ini.
" Jadi kalian tidak marah sama Nisa ?" tanya Nisa memastikan.
" Untuk apa kami marah sayang, kami malah senang dan sangat menyambut baik semuanya. " sahut Dirga yang juga di anggukan yang lainnya.
" Tapi bukannya Flo bilang, kalau sebelumnya mas Evan dan keluarga sudah pernah datang kemari, dan... " perkataan Nisa terhenti karena di potong oleh Evan.
" Benar Nisa, dan itu sebelum aku mengenal kamu, tapi sekarang tujuan kami datang kesini memang untuk kamu " kata Evan yang tidak ingin calon istrinya itu salah paham.
__ADS_1
" Benar Nak, dan sekarang kami datang kesini bertujuan untuk meminang kamu, bagaimana Dirga Naya, dan Tante Nadiya... Apa kalian menerima pinangan kami pada Nisa untuk anak kami Evan " kata Edi yang langsung ke intinya.
Dirga, Naya, Nadiya, dan Flo langsung tersenyum mendengarnya.
" Kami sebagai keluarga akan selalu mendukung apapun keputusan putri kami Nisa, jadi biar Nisa sendiri yang menjawabnya.... Bagaimana sayang, apa kamu menerima pinangan dari Nak Evan " kata Dirga yang juga di anggukan Naya, Nadiya, dan Flo bersamaan.
Mendengar itu Nisa langsung mengangguk, ia berharap keputusan yang di ambilnya memang yang terbaik.
" Tapi bagaimana dengan Flo Pah, apa kamu tidak masalah Flo, bukannya kamu kenal mas Evan dan keluarganya lebih dulu dan aku hanya... " perkataan Nisa terhenti saat Flo memegang tangannya.
" Tentu saja aku tidak masalah Nisa, untuk apa juga aku mempermasalahkannya, toh aku dan kak Evan hanya sebatas saling mengenal, jadi tidak ada urusannya dengan ku, dan tidak apa-apa kalau kak Evan memilihmu, karena apa... " kata Flo menghentikan ucapannya untuk melihat reaksi Nisa, dan Nisa pun hanya diam saja mendengarkan.
" Karena aku juga sudah bertunangan dengan orang lain, jadi hal ini tidak ada urusannya dengan ku, maka dari itu kamu jangan berpikiran yang macam-macam ya, yakinkan hatimu dan apapun jawaban dan keputusasaan mu kami harap kamu sudah memikirkannya dengan matang. " kata Flo yang juga di anggukan yang lainnya.
Mendengar itu Nisa begitu sangat terkejut, tapi ia menyimpan semua pertanyaan pada Flo, dan menjawab ini terlebih dahulu dulu.
" Bagaimana Nak, apa kamu menerimanya ?" tanya Dirga sekali lagi yang juga di anggukan semuanya.
__ADS_1
Dengan menarik nafas panjang dan mengelukannya secara perlahan Nisa pun memantapkan hatinya.
" Baiklah Nisa menerimanya Pah" Sahu Nisa dengan penuh keyakinan karena sudah memantapkan hatinya.
" Baiklah Edi dan Nak Evan, putri saya menerimanya, maka kami sekeluarga juga menerima pinangan dari Nak Evan untuk putri kami Nisa " sahut Dirga dengan lantangnya.
" Alhamdulillah... " kata mereka bersamaan karena di terima dan berjalan dengan lancar, meskipun tadi ada keraguan pada Nisa, tapi mereka terutama Flo berhasil meyakinkannya, sehingga semuanya di terima dan berjalan sebagaimana mestinya.
" Terimakasih sudah menerima pinangan kami Dirga, selanjutnya bagaimana kalau kita lanjutkan pembahasan mengenai tanggal pernikahan dan tempat yang akan di sepakati " kata Edi lagi yang juga di anggukan keluarganya.
" Sama - sama Edi, tentu kita lanjutkan saja langsung pembahasan untuk menentukan tanggalnya. " sahut Dirga yang juga langsung di anggukan Naya Dan Nadiya.
Sedangkan Flo langsung mencubit pinggang Nisa, karena sangat gemas melihat wajah tegang Nisa yang terlihat jelas.
" Apa Flo... " kata Nisa yang sangat malu di goda Flo.
" Santai saja kali mukanya, jangan tegang begitu." goda Flo dan semakin membuat Nisa sangat malu.
__ADS_1
Sedangkan Evan ikut pembahasan antara para orang tua sehingga tidak butuh waktu lama semuanya sudah disepakati, dan keputusasaan mereka membuat Nisa semakin terkejut dan tidak tahu harus berkata apa.